![]() |
| Momen kegiatan. Foto: Istimewa |
BlogGua, Way Kanan – Besarnya alokasi anggaran Dana Kampung dari pemerintah pusat harus dibarengi dengan tanggung jawab yang besar pula. Hal ini ditegaskan langsung oleh Bupati Way Kanan, Ayu Asalasiyah, S.Ked., saat membuka Penyuluhan Hukum bertajuk “Pencegahan Tindak Pidana Korupsi Dana Kampung” di Kampung Bandar Dalam, Kecamatan Negeri Agung, Senin (31/08/2026).
Acara yang dikemas dalam program Giat Bakti Hukum ini bertempat di Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih. Menurut Bupati Ayu, edukasi semacam ini sangat krusial mengingat besarnya godaan dan tanggung jawab hukum dalam mengelola anggaran desa.
"Dana Kampung hadir untuk mempercepat pembangunan, menekan kemiskinan, dan menyejahterakan warga. Tapi ingat, makin besar anggarannya, makin besar juga tanggung jawab moral dan hukumnya," tegas Bupati Ayu.
Bupati Ayu meluruskan bahwa agenda penyuluhan ini sama sekali bukan untuk menakut-nakuti para aparatur desa. Sebaliknya, ini adalah langkah preventif (pencegahan) agar para Kepala Kampung (Kades) tidak tersandung kasus hukum, baik karena murni ketidakpahaman administrasi maupun penyalahgunaan wewenang.
Dalam arahannya, ada tiga poin penting yang ditekankan Bupati Ayu untuk mengawal transparansi anggaran:Sinergi Kritis Kepala Kampung & BPK: Badan Permusyawaratan Kampung (BPK) dan Kades diminta membangun kemitraan yang sehat. Harus kritis tapi konstruktif, bukan saling menjatuhkan atau malah berkompromi dalam penyimpangan.
- Transparansi dan Partisipatif: Pengelolaan Dana Kampung wajib melibatkan masyarakat langsung dan patuh pada aturan yang berlaku.
- Fungsi Kontrol Media & LSM: Insan pers dan LSM diminta menjadi pilar pengawasan eksternal yang objektif.
Khusus untuk media dan LSM, Bupati Ayu berharap mereka bisa menjadi mitra strategis yang mengedukasi publik, bukan sekadar mencari-cari kesalahan aparatur kampung demi kepentingan tertentu.
"Berikan pengawasan yang objektif, berimbang, dan beretika. Jadilah mitra dalam mengawal transparansi, bukan sebatas mencari kesalahan semata," pungkasnya.
Lewat sinergi yang kuat antara Pemdes, BPK, warga, media, dan LSM, Bupati Ayu optimis tata kelola keuangan kampung di Way Kanan akan jauh lebih bersih, akuntabel, dan berdampak nyata bagi masyarakat.(wk)

0 Komentar
Silahkan Komentar