BlogGua

Latest Post


BlogGua, LAMPUNG UTARA
- Bupati Lampung Utara (Lampura) H. Budi Utomo mendukung komitmen bersama untuk mewujudkan zona integritas bebas korupsi di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Kotabumi.

Bentuk dukungan penuh tersebut dituangkankan Bupati dengan turut menandatangani Komitmen bersama pembangunan zona integritas menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) di Lembaga Pemasyaraatan Kelas IIA Kotabumi. 

Penandatanganan komitmen bersama dilakukan Bupati H. Budi Utomo di ruang kerjanya, Pemkab Lampura, Senin (22/2/2021). 

Dukungan penuh dan ikut menandatangani komitmen bersama juga dilakukan oleh Kapolres Lampura AKBP Bambang Yudho, Kajari Lampura Atik Rusmiaty A, Ketua Pengadilan Negeri (PN) Lampura Vivi Purnamawati, Dandim Lampura Letkol Inf, Harry Prabowo, dan Ketua DPRD Lampura Romli.

Semoga dengan ditandatangani Komitmen Bersama pembangunan zona integritas menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) di Lembaga Pemasyaraatan Kelas IIA Kotabumi, tindak pidana korupsi hilang dari Bumi Ragem Tunas Lampung sehingga pelaksanaaan berbagai kegiatan pembangunan di segala bidang dapat terwujud seperti yang diharapkan masyarakat Lampung Utara.

(Diskominfo)||editor:pzr

Sekretaris Daerah Provinsi Lampung Fahrizal Darminto (kanan). FOto: Diskominfotik/BlogGua

BlogGua, BANDAR LAMPUNG
- Pemerintah Provinsi Lampung melalui Sekretaris Daerah Fahrizal Darminto memberikan keterangan terkait Tambahan  Penghasilan Pegawai (TPP) Aparatur Sipil Negara (ASN) Tahun Anggaran 2021 di Kantor Gubernur Lampung, Senin (22/02).

Dalam keterangannya Sekda Fahrizal Darminto mengatakan bahwa Tambahan Penghasilan Pegawai Aparatur Sipil Negara Provinsi Lampung tersebut berdasarkan Peraturan Gubernur Lampung Nomor 5 Tahun 2021 tanggal 8 Februari 2021 tentang Besaran Tambahan Penghasilan Pegawai Negeri Sipil di Lingkungan Pemerintah Provinsi Lampung

Yang mana telah disetujui oleh Kemendagri melalui Surat Direktur Jenderal Bina Keuangan Daerah Nomor: 900/933/KEUDA tanggal 5 Februari 2021 perihal Pemberian Persetujuan Tambahan Penghasilan kepada Pegawai Negeri Sipil di Lingkungan Pemerintah Provinsi Lampung

Fahrizal juga menyatakan bahwa besaran Penghasilan yang tertera dalam pergub tersebut, merupakan angka tertinggi, dimana nilai pembayaran sebenarnya akan berdasarkan penilaian kehadiran dan kinerja ASN, yang mana akan dihitung dan dikontrol sesuai dengan keuangan daerah.

"Dinilai sesuai dengan kehadiran dan kinerja, selain itu juga berdasarkan Anggaran Daerah, jika tidak ada anggaran ya tidak akan dibayarkan," ungkap Fahrizal.

Sementara itu Plt. Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Marindo menyatakan bahwa TPP sudah sesuai dengan pedoman yang diputuskan oleh Mendagri, KPK, dan regulasi yang berlaku.

Adapun mengenai besarannya, Marindo mengatakan bahwa TPP tahun 2021 sama dengan TPP tahun 2020 dengan sedikit kenaikan di sektor sekretariat daerah dan OPD yang berkaitan langsung dengan penanganan Covid-19.

Alokasi besaran TPP TA 2021 bagi Pemerintah Provinsi Lampung termasuk didalamnya Insentif Pemungutan Pajak Daerah telah dianggarkan pada APBD  Provinsi Lampung yang telah melalui proses kesepakatan bersama dengan DPRD Provinsi Lampung terhadap APBD TA 2021 serta dievaluasi oleh Kementerian Dalam Negeri kemudian kembali ditetapkan oleh DPRD Provinsi Lampung sesuai dengan peraturan perundang - undangan yang berlaku.

"Sudah sesuai dengan arahan Mendagri, dan sudah disetujui. tapi walaupun keputusannya sudah berlaku dari bulan januari, sampai saat ini belum ada TPP yang dibayarkan," pungkas Marindo.

(Diskominfotik)||editor:pzr

Sekretaris Daerah Provinsi Lampung Fahrizal Darminto. Foto: adpim/BlogGua

BlogGua, BANDAR LAMPUNG
 -  Gubernur Lampung Arinal Djunaidi mengajak para pengurus DPP dan DPC Angkatan Muda Badik Lampung (AMBL) dan Persatuan Pendekar Lampung (PPL) ikut berpartisipasi dalam agenda pembangunan Lampung.

Ajakan Gubernur itu disampaikan Sekretaris Daerah Provinsi Lampung Fahrizal Darminto dalam pelantikan Kepengurusan DPP dan DPC AMBL periode 2021-2025 dan PPL periode 2021-2023, di Ballroom SwissBell Hotel, Bandarlampung, Sabtu (20/2/2021).

“Saya berharap kepada AMBL dan PPL agar dapat bersinergi dengan berbagai agenda pembangunan yang ada di Provinsi Lampung,” ujar Sekdaprov saat menyampaikan sambutan Gubernur.

Fahrizal juga menyampaikan atas nama Pemerintah Provinsi Lampung, mengucapkan selamat kepada pengurus AMBL dan PPL yang baru saja dilantik. 

"Semoga dapat menjalankan tugas dan tanggung jawab untuk membawa perubahan dan kemajuan AMBL dan PPL di tahun mendatang,” ujarnya.

Sekdaprov meyakini dengan niat, komitmen, dan kerjasama pengurus serta dukungan semua pihak, AMBL dan PPL mampu menjadi naungan bagi seluruh organisasi kepemudaan dan pencak silat di Provinsi Lampung. 

Menurut Sekdaprov Fahrizal, pencak silat mulai terkenal di Tanah Air dan luar negeri. Bahkan, Pencak Silat semakin diminati dan dipelajari oleh bangsa lain. 

"Oleh karena itu, sudah merupakan tugas kita semua untuk bersama-sama menggugah masyarakat agar semakin termotivasi untuk mempeljari dan menggeluti Pencak Silat dan dapat melestarikannya serta mendorong untuk semakin dikenal ditanah air bahkan di mancanegara, karena karena Pencak Silat adalah warisan bangsa kita yang patut dibanggakan,” jelasnya.

Terkait dengan arah kebijakan pembangunan Provinsi Lampung untuk menuju masyarakat yang Aman, Berbudaya, Maju, Berdaya Saing dan Sejahtera, salah satunya mencakup pembangunan di bidang olahraga, baik pembangunan dan kelengkapan sarana prasarana olahraga juga menciptakan atlit-atlit berprestasi, serta bertekad untuk mengembalikan kejayaan prestasi olahraga di tingkat Nasional dan kita canangkan menjadi Provinsi Lampung Juara satu di Luar Pulau Jawa.

Dalam bidang kepemudaan, Sekdaprov Fahrizal, menuturkan bahwa Angkatan Muda Badik Lampung memiliki peranan penting dan strategis, sebagai organisasi generasi muda yang berkarakter dan dapat menampung aspirasi generasi muda adat sehingga lebih terarah dan dapat memberikan peran nyata dalam pembangunan di Provinsi Lampung.

Seperti diketahui, Pemerintah Provinsi Lampung melalui salah satu dari 33 janji kerja, yaitu meningkatkan Anak Muda Berjaya. Adapun upaya-upaya yang dilakukan yaitu mendorong berbagai aktivitas kompetisi dan festival seni dan olahraga antar kalangan muda berbasis komunitas. Kemudian menggalakkan Gerakan Malu Menganggur di kalangan muda, mencetak wirausaha muda dan Mendorong pendirian Gelanggang Remaja (Youth Center) sebagai pusat pengembangan kreativitas anak Muda di Kabupaten/Kota.

Pada kesempatan ini, pengurus DPC AMBL dan PPL dilantik langsung oleh Ketua Umum FK-PLP (Forum Komunikasi-Persaudaraan Lampung Perantauan) Zulkifli Hasan. 

Pelantikan  berdasarkan surat keputusan Nomor: 001/DP-AMBL/II/2021 dan Surat Keputusan Nomor: 002/SK/DP-PPL/II/2021.

Dalam sambutannya,  Zulkifli Hasan menyampaikan bahwa budaya daerah dalam Bhineka Tunggal Ika yang beragam itu bukan suatu kelemahan tapi suatu peluang. Sebab menjadi keunggulan dan kekuatan budaya nasional. 

“Oleh karena itu, ini harus dibina, agar nilai-nilai itu terakar di anak muda. Dan ini menjadi tanggungjawab kita bersama dalam mendidik anak-anak muda kita,” ujar Zulkifli.

Kegiatan penyambutan dalam suatu acara seperti tari-tarian, silat, pakaian adat, dan lainnya, menurut Zulkifli, itu merupakan suatu hal yang sangat penting bagi anak muda dalam mengenal, mencintai, dan melestarikan adat kebudayaan Lampung.

Di akhir sambutannya, Zulkifli berharap agar pelantikan ini dapat bermanfaat bagi kita semua, serta memunculkan pesilat tangguh dari Provinsi Lampung.

Adapun susunan pengurus DPP AMBL di antaranya Sukardiansyah sebagai Ketua Umum, Indra Yuzaira sebagai SekretarisJenderal, dan M. Fikri Thamrin sebagai Bendahara Umum. 

Sedangkan susunan pengurus DPP PPL diantaranya Ansori Hamis sebagai Ketua Umum, Riyan Noviansyah Azpi sebagai Sekretaris Jenderal, dan Murni sebagai Bendahara Umum.

(Adpim)||editor:pzr

Gubernur Lampung Arinal Djunaidi (Tengah). Foto: adpim/BlogGua

BlogGua, BANDAR LAMPUNG
- Gubernur Lampung Arinal Djunaidi mengahadiri Rapat Koordinasi Program Pencegahan Korupsi Terintegrasi 2021 Wilayah Lampung bersama Tim Korsupgah KPK, yang berlangsung secara virtual, di Ruang Command Center Dinas Kominfo dan Statistik Provinsi Lampung, Jum'at (19/2/2021).

Pada kesempatan itu, Gubernur Arinal mengungkapkan kembali komitmen Pemerintah Provinsi Lampung dalam pencegahan korupsi.

Kegiatan yang juga Monitoring Centre for Prevention (MC) tersebut, mengungkap bahwa tata kelola pemerintahan dan capaian Progres MCP Provinsi Lampung tahun 2020 mencapai 81%. 

Kegiatan ini dihadiri Direktur Koordinasi dan Supervisi Wilayah II KPK Yudhiawan Wibisono, para Bupati/Walikota dan Kepala OPD terkait se- Provinsi Lampung. 

"Komitmen ini terus kami lakukan dan tunjukkan," ujar Arinal. 

MCP ini mengimplementasikan 8 area intervensi program pencegahan korupsi melalui rencana aksi yang terukur. 

Kedelapan fokus area tersebut yakni Perencanaan dan Penganggaran APBD, Pengadaan Barang dan Jasa, Perizinan Terpadu Satu Pintu dan Kapabilitas APIP. 

Kemudian, Manajemen ASN, Optimalisasi Pendapatan Daerah, Manajemen Aset Daerah dan Tata Kelola Dana Desa. 

Selain itu, Arinal mengatakan Pemerintah Provinsi Lampung berdasarkan Rilis Laporan Pelaksanan Strategi Nasional Pencegahan Korupsi (Stranas PK) Triwulan VIII tahun 2020 mendapat predikat Provinsi yang memiliki Performa Kategori Baik. 

"Ini akan terus kami tingkatkan pencapainnya guna optimalnya Pencegahan Korupsi di Provinsi Lampung," katanya. 

Arinal mengatakan komitmen pencegahan korupsi ini juga ditujukkan dengan membuat kebijakan yang tekait dengan pencegahan dan pemberantasan korupsi. 

"Yaitu dalam bentuk Peraturan Gubernur maupun Keputusan Gubernur," katanya. 

Arinal menuturkan berbagai upaya komitmen ini tentunya juga membutuhkan dukungan dari masyarakat dengan membangkitkan kesadaran masyarakat. 

"Kesadaran ini perlu terus dilakukan sehingga program pemberantasan korupsi dapat berjalan secara efektif dan berkesinambungan," katanya.

(Adpim)||editor:pzr

Ketua TP PKK Provinsi Lampung Riana Sari Arinal, SH. Foto: adpim/BlogGua

BlogGua, Bandar Lampung
- Ketua TP PKK Provinsi Lampung Riana Sari Arinal, SH, secara pribadi membagikan minuman sehat kepada tenaga kesehatan di rumah sakit, Jum'at (19/2/2021).

Dalam kegiatan Jumat Barokah, Riana Sari Arinal membagikan bingkisan 1050 paket minuman sehat bagi tenaga kesehatan ke Rumah Sakit Umum Daerah Abdul Moeloek (RSUDAM) dan Rumah Sakit Daerah Bandar Negara Husada (RSBNH) Kota Baru.

Di RSUDAM bantuan minuman sehat dari Ibu Riana Sari Arinal dibagikan oleh, drg. Hellen Veranica, Fera Kristiani, SKM, dr. Rita Agustina, Desnely Ardianingsih, SKM, dan Fitria, SST. Sedangkan di RSBNH, dibagikan oleh dr. Djohan Lius, drg. Hellen Veranica, Fera Kristiani, SST, Desnely Ardianingsih, SKM, Ns.Diah Sulastri, S.Kep,  Fitria, SST.

Kegiatan Jumat Barokah yang rutin dilakukan oleh istri Gubernur Lampung Arinal Djunaidi ini, terutama untuk nakes, merupakan bentuk ucapan terimakasih Ibu Riana Sari Arinal selaku Ketua TP PKK Provinsi Lampung kepada para dokter, perawat, dan tenaga medis yang sudah merawat pasien-pasiennya dengan baik. "Semoga selalu sehat dalam menjalankan tugas dan selalu memberikan pelayanan yang terbaik bagi masyarakat Lampung yang memerlukan perawatan," kata Riana Sari.

Riana Sari juga selalu berpesan, jangan lupa juga untuk selalu ingat pesan ibu dengan menerapkan 3M (memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan dengan sabun di air yang mengalir). "Semoga pandemi Covid-19 segera berakhir sehingga kita dapat beraktivitas kembali seperti biasa," kata Riana Sari. 

(adpim)||editor:pzr

Sekretaris Daerah Lampung Utara H. Lekok (Kanan). Foto: Diskominfo/BlogGua

BlogGua, LAMPUNG UTARA
- Sekretaris Daerah (Sekda) Lampung Utara (Lampura) H. Lekok melantik dan mengambil sumpah 28 pejabat Administrator (eselon III) dan Pengawas (eselon IV) di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) setempat. 

Namun satu orang pejabat yang akan dilantik berhalangan hadir dikarenakan sakit. Upacara pelantikan berlangsung di Aula Siger Pemkab Lampura, Jum'at (19/2/2021).

Dalam sambutannya, Lekok menyatakan bahwa pihaknya terus berupaya untuk melakukan pembenahan, penataan dan penyempurnaan terkait dengan kelengkapan personel yang menduduki jabatan Administrator maupun jabatan Pengawasan di beberapa Kantor Perangkat Daerah. 

Hal ini dalam rangka untuk tertib administrasi dan kelancaran penyelenggaraan pemerintah dan pembangunan, serta sebagai konsekuensi dari adanya beberapa perubahan regulasi. 

“Karena itulah hari ini kembali dilaksanakan pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan kepada beberapa Pejabat Administrator dan Pejabat Pengawas. Hal ini perlu untuk saya sampaikan, agar kita semua tidak salah persepsi tentang bagaimana dan apa yang melandasi Pemerintah Kabupaten Lampung Utara dalam mengambil kebijakan dan keputusan,” kata Sekda mewakili Bupati Lampura H. Budi Utomo.

Dalam kaitannya dengan penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan, Sekda meminta para pejabat yang dilantik tersebut benar-benar bertanggungjawab untuk memberikan yang terbaik kepada masyarakat, memberikan pelayanan prima melalui penerapan prinsip kecepatan, ketepatan dan kemudahan. 

“Apabila bisa dipercepat kenapa harus diperlambat. Apabila bisa dipermudah kenapa harus dipersulit,” tegas Sekda.

Karena itu, Sekda Lekok mengajak para pejabat yang baru dilantik tersebut secara bersama-sama meningkatkan kinerja dalam menjalankan roda pemerintahan dan memberikan pelayanan prima kepada masyarakat. Agar apa yang menjadi Visi dan Misi Pemerintah Kabupaten Lampung Utara dapat kita wujudkan dengan baik dan optimal.

“Saya ucapkan selamat bertugas, selamat bekerja, dan selamat mengabdikan diri melayani masyarakat Kabupaten Lampung Utara. Semoga Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa, senantiasa memberikan kekuatan dan bimbingan kepada kita semua. Amin, ya Robbal'Alamin,” tandas Sekda.

(Diskominfo)||editor:pzr


Sekda Provinsi Lampung Fahrizal Darminto (Kiri). Foto:adpim/BlogGua
BlogGua, BANDARLAMPUNG -Sekda Provinsi Lampung Fahrizal Darminto menegaskan Pemprov Lampung terus berkomitmen menjadikan perpustakaan di Jl. Zainal Abidin Pagaralam, Kedaton, Bandarlampung sebagai Perpustakaan Modern.

Penegasan Sekdaprov ini sekaligus menepis isu adanya alih fungsi Perpustakaan Modern tersebut menjadi Mall.

“Jadi fungsinya tetap konsisten sebagai Perpustakaan Modern punya provinsi Lampung yang menjadi kebanggaan masyarakat Lampung, yang fungsinya untuk membangun kreativitas, kecerdasan, dan lain-lain, Tapi tetap perpustakaan,” ujar Sekdaprov, di Lobby Kantor Gubernur, Bandarlampung, Kamis (18/2/2021).

Sekdaprov Fahrizal yang diwawancarai para awak media menjelaskan bahwa pembangunan perpustakaan modern didasari pemikiran yang sangat luhur. Agar Lampung memiliki kebanggaan dan fasilitas bagi masyarakat. 

“Karena sekarang anak-anak muda, masyarakat sudah semakin cerdas. Tentu membutuhkan support, Supportnya itu dalam bentuk yang membangun pemikiran-pemikiran. Apa itu? Fasilitas pendidikan, perpustakaan, tempat membangun kreativitas, dan lain-lain,” jelas Sekdaprov.

Perpustakaan Modern ini, lanjut Fahrizal, sudah dibangun bertahap dimulai dari tahun 2018, tahun 2019. Tahun 2020 akan dilanjutkan tapi terkena refocusing anggaran sehingga 2020 tidak ada kegiatan. "Dan tahun 2021 sekarang kita akan lanjutkan lagi,” tambahnya. 

Sekdaprov menilai gedung perpustakaan modern ini memang besar. Kalau dilihat dari luar gedungnya sudah ada, namun kalau sekarang masuk belum ada listrik, lift, AC, meubeler , dan lain-lain. 

“Oleh karena itu belum bisa dipakai, namun tidak ada pemikiran untuk mengubah fungsi perpustakan tersebut untuk fungsi lainnya,” ujar Sekdaprov. 

Sekdaprov menuturkan pihaknya akan fokus membangun kontennya, yang isinya sebagai resources bagi anak-anak muda untuk membangun kreativitas.

“Jadi di situ ada fungsi perpustakaannya yang lengkap dengan fasilitas. Di situ ada ruang studio, ruang pamer, ruang theater, ruang diskusi, ruang workshop, fasilitas untuk ngopi, dan lainnya. Jadi disitu lengkap, dan fungsinya tetap perpustakaan modern. Tidak ada pemikiran dan tidak terbersit pemikiran untuk membuat mall,” ungkapnya. 

Untuk tahun 2021, Sekdaprov menuturkan bahwa anggaran yang disiapkan sekitar Rp5 miliar, dan mudah-mudahan tidak terkena refocusing.

Dalam kesempatan yang sama, Anggota DPRD Lampung Ade Utami menjelaskan bahwa masyarakat Lampung tetap akan memiliki perpustakaan modern yang menjadi kebanggaan masyarakat Lampung. 

“Mudah-mudahan komitmen ini akan kita jaga, sampai terwujudnya betul-betul perpustakaan modern yang mewah, yang membanggakan masyarakat Lampung,” jelasnya.

Menurut Ade, Provinsi Lampung sebagai provinsi literasi di Indonesia. Diharapkan komitmen ini dari akan terwujud dengan baik. 

“Adapun yang tadi ada isu alih fungsi sebagai mall itu sudah ditepis oleh Pak Sekda. Bahwa ini adalah tetap perpustakaan modern yang menjadi kebangaan masyarakat Provinsi Lampung,” tutupnya. 

(Adpim)||editor:pzr

Wakil Gubernur Lampung Chusnunia Chalim (Nunik). Foto:adpim/BlogGua

BlogGua, BANDAR LAMPUNG
- Wakil Gubernur Lampung Chusnunia Chalim (Nunik) secara resmi meluncurkan Kamus Lampung-Indonesia versi cetak dan daring, yang dilakukan secara virtual meeting dan diikuti Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kemendikbud Prof. Endang Aminudin Aziz, melalui aplikasi zoom meeting, di Bandarlampung, Kamis (18/2/2021).

Dalam peluncuran kamus tersebut, Wagub Nunik menjelaskan bahasa ibu merupakan bahasa pertama yang dikuasai manusia sejak lahir melalui interaksi sesama anggota keluarganya, sesama anggota masyarakat dan lingkungannya. 

“Sebagian besar masyarakat Lampung, bahasa Lampung tidak hanya menjadi bahasa ibu, lebih dari itu bahasa lampung merupakan identitas dan kekayaan yang seharusnya kita jaga dan kita lestarikan penggunaannya,” jelas Wagub Nunik.

Ia melanjutkan, bahasa akan terus berkembang seiring peradaban manusia yang menggunakannya dan suatu bahasa akan punah ketika tidak lagi dipergunakan oleh manusia-manusianya. 

“Tentu kita tidak ingin bahasa yang kita cintai ini akan punah. Oleh karena itu, semua masyarakat bahasa, khususnya masyarakat Bahasa Lampung seharusnya menyadari betapa penting dan berharganya bahasa yang kita miliki ini,” ujarnya.

Di Hari Bahasa Ibu Internasional yang diperingati setiap 21 Febuari, jelas Wagub Nunik, merupakan momentum bagi untuk menghidupkan dan  menyemarakkan lagi bahasa daerah, terutama Bahasa Lampung. 

“Kita tentu tidak ingin bahasa yang sudah diwariskan oleh nenek moyang kita punah begitu saja,” jelasnya.

Wagub Nunik menuturkan bahwa penerbitan Kamus Bahasa Lampung-Indonesia yang dilakukan oleh Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa melalui Kantor Bahasa Lampung menjadi angin segar untuk melestarikan Bahasa Lampung.

“Saya sendiri sebagai orang tua yang punya anak yang sedang usia sekolah merasakan keterbatasan. Kalau semangat ingin melestarikan bahasa lampung tentu, namun karena keterbatasan sendiri sebagai orang tua yang tidak cakap bahasa lampung ini menjadi persoalan,” jelasnya.

Nunik menilai kamus ini menjadi angin segar agar seluruh generasi yang lahir di Lampung ke depannya dapat bercakap bahasa daerah bahasa lampung dengan baik dan benar.

"Kami mendukung peluncuran Kamus Lampung-Indonesia ini, dan semoga bermanfaat. Terimakasih peran Kantor Bahasa Lampung dalam melestarikan bahasa Lampung melalui penyediaan kamus cetak dan digital ini," ujar Nunik.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kemendikbud Prof. Endang Aminudin Aziz menjelaskan bahwa Penyusunan Kamus dalam bahasa daerah Lampung-Indonesia merupakan sebuah ikhtiar mempertahankan bahasa daerah. 

Terkait dengan hakekat kamus, lanjutnya, merupakan sebuah hasil yang kreatif. Kalau bicara proses kreatif maka bicara literasi. Kreatifitas merupakan nilai tinggi dari keliterasian. 

“Peluncuran kamus ini dalam rangka Hari Bahasa Ibu/Daerah Internasional. Peluncuran kamus Ini menandai sebuah lompatan dari kantor bahasa lampung. Kalau bicara sebuah karya, ini bukan karya yang bersifat jalan pintas, tapi sudah dipikirkan bagaimana karya itu bisa langgeng,” jelasnya.

Endang Aminudin Aziz menyampaikan 5 (lima) indikator keberhasilan sebuah pelestarian bahasa dan sastra daerah, yaitu pertama, berapa banyak yang menuturkan daerah dalam melakukan penggunaan bahasa daerah dalam masyarakat.

Kedua, berapa banyak bahasa daerah di Indonesia yang dijadikan muatan lokal di sekolah-sekolah. Ketiga, berapa banyak ketersediaan guru yang mengajarkan muatan lokal.

Keempat, berapa banyak publikasi dalam bahasa daerah mulai dari koran, majalah, bulletin dan termasuk kamus ini. Kelima, berapa banyak program yang diinisiasi masyarakat seperti radio, youtube, dan lainnya.

Endang Aminudin Aziz berharap adanya dukungan dalam melestarikan bahasa daerah, mulai dari Pemerintah Daerah, budayawan, dan pihak lainnya. “Semoga kehadiran bapak ibu menjadi dukungan nyata dalam melestarikan bahasa daerah," harapnya.

(Adpim)||editor:pzr

Gubernur Lampung Arinal Djunaidi. Foto: adpim/BlogGua

BlogGua, LAMPUNG SELATAN
- Gubernur Lampung Arinal Djunaidi membangun sinergi seluruh kalangan peternakan di Provinsi Lampung untuk mengembangkan sumber daya ternak demi mewujudkan visi Rakyat Lampung Berjaya.

Hal itu diungkapkan Gubernur Arinal saat Rapat Koordinasi Pembangunan Peternakan Provinsi Lampung Tahun 2021 di Kebun PKK Agropark, Sabah Balau, Kecamatan Tanjung Bintang, Rabu (17/2/2021). 

Menurut Gubernur, potensi sumberdaya peternakan di Lampung sangat besar. Seperti pakan berlimpah dan peternak yang terampil serta didukung dengan beberapa perusahaan budidaya sapi yang sudah berkembang serta memiliki keunggulan komparatif. 

Ditambah lagi, Provinsi Lampung memiliki perusahaan produsen sapi dan daging wagyu satu-satunya di Indonesia. 

"Pengembangan ternak sapi kita cukup dikenal di Indonesia dan untuk daging wagyu ini harus kita pertahankan," katanya. 

Dengan melihat segala potensi dan diperkuat pencapaiannya melalui visi Rakyat Lampung Berjaya, Gubernur Arinal berharap peternakan di Lampung bangkit dan ada perubahan.

Untuk itu, Arinal meminta agar OPD terkait peternakan baik Provinsi maupun Kabupaten/ Kota untuk terus bersinergi dengan insan peternakan, para pengusaha dan unsur yang membidangi peternakan termasuk Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA). 

Arinal juga mengajak untuk terus melakukan pembinaan terhadap peternak yang sudah berpengalaman. 

"Terutama kedepankan para peternak yang sudah berprestasi," ujarnya. 

Ia menyebutkan dukungan ini sangat dibutuhkan guna mewujudkan Lampung sebagai lumbung ternak nasional. 

Seperti diketahui, Provinsi Lampung memiliki program unggulan Kartu Petani Berjaya (KPB) yang akan menjadi solusi dari permasalahan petani termasuk peternak. 

"KPB ini wujud dari pada kepentingan petani dalam artian luas, baik sektor pertanian, perkebunan, peternakan dan perikanan," katanya. 

Arinal mengajak stakeholder terkait untuk turun langsung bertemu para peternak agar mengetahui keluhan yang dialami. 

"Salah satu keberhasilan dalam membangun yakni kuasai bidang tugas, pahami masalah yang ada dan kenali medan tugas, semua harus turun lihat permasalahan yang ada," ujarnya. 

Arinal yang memang sangat peduli dalam bidang pertanian menginginkan petani di Provinsi Lampung maju dan bangkit. 

"Berhasil dalam pertanian, peternakan, perkebunan, pangan, perikanan dan infrastruktur," pungkasnya.

(Adpim)||editor:pzr

Wakil Gubernur Lampung Chusnunia Chalim. Foto: adpim/BlogGua

BlogGua, BANDAR LAMPUNG
 - Wakil Gubernur Lampung Chusnunia Chalim menyerahkan surat tugas Pelaksana Harian (Plh) Bupati/Walikota tahun 2021 kepada 8 Sekretaris Daerah Kabupaten/Kota, di Gedung Pusiban, Kantor Gubernur Lampung, Rabu (17/2/2020).

Penyerahan surat tugas tersebut dalam rangka mengantisipasi kekosongan jabatan Kepala Daerah karena proses penyelesaian administrasi usulan penetapan masih dilakukan oleh Pemerintah Pusat. 

Oleh sebab itu, Kementerian Dalam Negeri menyampaikan surat Nomor 121/540/OTDA tanggal 26 Januari 2021 hal Persiapan Penugasan Penjabat Kepala Daerah dan Surat Nomor 120/738/OTDA tanggal 3 Februari 2021 hal Penugasan Pelaksana Harian (Plh) Kepala Daerah. 

Berdasarkan surat tersebut, disampaikan bahwa Sekda 8 Kabupaten/Kota menjadi pelaksana harian (Plh) Bupati/walikota yang telah berakhir masa jabatan kepala daerahnya terhitung tanggal 17 Februari 202.

"Ini berlangsung sampai dengan dilantiknya Bupati/Wakil Bupati dan Walikota/Wakil Walikota Terpilih atau telah ditunjuk penjabat Bupati atau Walikota bagi yang masih dalam penyelesaian sengketa hasil pilkada baik di Mahkamah Konstitusi atau di Mahkamah Agung,” ujar Wagub Chusnunia.

Adapun 8 Kabupaten/Kota tersebut yaitu Kabupaten Lampung Tengah, Kabupaten Lampung Selatan, Kabupaten Lampung Timur, Kabupaten Way Kanan, Kabupaten Pesawaran, Kabupaten Pesisir Barat, Kota Bandar Lampung, dan Kota Metro. 

Selain penyerahan surat Plh diserahkan juga Surat Pelaksana Harian (Plh) Ketua Tim PKK Kabupaten/Kota yang diserahkan oleh Wakil Ketua I TP PKK Provinsi Lampung, Mamiyani Fahrizal.

Wagub Nunik menyampaikan bahwa pada hari Rabu 17 Februari 2021 telah berakhir masa jabatan untuk 8 (delapan) Bupati/Wakil Bupati, Walikota/Wakil Walikota untuk periode 2016-2021. 

Wagub berpesan tugas Pelaksana Harian (Plh) Kepala Daerah adalah memimpin pelaksanaan urusan pemerintahan yang menjadi kewenangan daerah yang tidak bersifat strategis. Juga memelihara ketentraman dan ketertiban masyarakat dan menjamin terselenggaranya pelayanan publik secara baik dan lancar.

Hal-hal lain yang perlu diketahui dan dilaksanakan oleh Pelaksana Harian (Plh), lanjut Wagub, Pelaksana Harian (Plh) Bupati/Walikota tidak berwenang mengambil keputusan dan/atau tindakan yang bersifat strategis yang berdampak pada perubahan status hukum pada aspek organisasi, kepegawaian, dan alokasi anggaran. 

Namun jika keputusan/tindakan yang akan diambil bersifat sangat urgen atau mendesak, maka dapat mengajukan ijin untuk membuat atau melaksanakan keputusan kepada Menteri dalam Negeri.

Wagub menambahkan bahwa Pelaksana Harian (Plh) juga harus memaksimalkan peran dan tugas Satgas Penanganan Covid19 sampai tingkat kelurahan dan desa di Kabupaten/Kota melibatkan seluruh unsur terkait. 

Juga tetap menjalankan tugas sebagai Sekretaris Daerah Kabupaten/ Kota dalam meng-konsolidasikan dan mengkoordinasikan program kegiatan perangkat daerah sesuai dengan ketentuan peraturan yang berlaku  termasuk dalam rangka mem-persiapkan pelantikan Bupati/ Wakil Bupati, Walikota/ Wakil Walikota terpilih.

“Melalui kesempatan yang baik ini, atas nama Pemerintah Provinsi Lampung, saya  menyampaikan ucapan terima kasih kepada Bupati/Wakil Bupati, Walikota/Wakil Walikota periode 2016-2021 yang selama 5 (lima) tahun telah memberikan sumbangsih tenaga dan pikirannya untuk membangun daerah kabupaten/kota masing-masing. Dan saya juga mengucapkan selamat menjalankan tugas kepada Pelaksana harian (Plh) Bupati/Walikota saya berpesan agar bersungguh-sungguh dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab yang telah dipercayakan,” ujar Wagub Chusnunia.

Sementara itu, Sekda Provinsi Lampung Fahrizal Darminto menyampaikan bahwa Penetapan dan Pengesahan Kepala Daerah/Wakil Kepala Daerah Kabupaten/Kota hasil Pilkada Serentak tahun 2020 yang saat ini sedang berproses di Kementerian Dalam Negeri. 

Mengingat masih terdapat daerah lain yang terlambat menyampaikan usulan pengangkatan Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah dipastikan Pelantikan ditunda untuk beberapa waktu.

(Adpim)||editor:pzr

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget