BlogGua

Latest Post

Peserta Uji Kompetensi

BlogGua, BANDAR LAMPUNG
- Gubernur Lampung Arinal Djunaidi meminta Aparatur Sipil Negara (ASN) terus meningkatkan kompetensi diri dan menjaga amanah sebagai aparatur negara.

Pesan Gubernur itu disampaikan Sekretaris Daerah Fahrizal Darminto saat membuka Uji Kompetensi Pejabat Administrasi di Lingkungan Pemerintah Provinsi Lampung, di GSG Universitas Lampung, Jum'at (18/6/2021). 

Fahrizal menyebutkan fungsi ASN tersebut meliputi pelaksana kebijakan publik, pelayan publik dan perekat pemersatu bangsa. 

"Kita sebagai ASN harus mempunyai semangat dan terus meningkatkan kompetensi diri. Kalau tidak bisa, berarti tidak sanggup melaksanakan fungsi ASN," ujar Fahrizal. 

Uji Kompetensi yang diikuti oleh 358 peserta itu, diselenggarakan sejak 18 hingga 20 Juni 2021. 

Fahrizal mengatakan menjadi seseorang yang dipercaya mengemban amanah sebagai ASN, dituntut harus bekerja profesional untuk melayani masyarakat. 

"Memilih profesi sebagai pelayan publik, menjadi bagian dari pemerintah, untuk itu tekuni dengan baik," katanya. 

Fahrizal menuturkan sebagai ASN Pemerintah Provinsi Lampung, harus ikut andil mensukseskan visi Rakyat Lampung Berjaya. 

"Untuk bisa mewujudkan Rakyat Lampung Berjaya para pelayan publik harus memiliki kompetensi," ujarnya. 

Fahrizal menyebutkan melalui Uji Kompetensi ini, selain sebagai peningkatkan kualitas dan pemerataan pelayanan publik, juga untuk mendapatkan data kompetensi dan melengkapi data profil ASN. 

"Salah satunya juga adalah rekam jejak. Tolong sebagai ASN jaga betul rekam jejak, jangan sampai ada sesuatu hal yang dapat menurunkan nilai kita," katanya. 

Fahrizal berharap tidak adanya keraguan para peserta yang mengikuti Uji Kompetensi tersebut. 

"Saya berharap seluruh ASN bisa terus belajar dan terus berusaha meningkatkan kompetensi diri masing-masing," pungkasnya. 

Pelaksanaan Uji Kompetensi tetap mematuhi protokol kesehatan. Usai melaksanakan Uji Kompetensi, para peserta kemudian akan dilakukan tes wawancara di Badan Kepegawaian Daerah Provinsi Lampung.

(Adpim)

Asisten Bidang Administrasi Umum Setda Provinsi Lampung, Minhairin

BlogGua, Bandar Lampung
- Gubernur Lampung yang diwakili oleh Asisten Bidang Administrasi Umum Setda Provinsi Lampung, Minhairin, membuka kegiatan Sosialisasi Dokumen Pembuatan Aplikasi Khusus, bertempat di Gedung Pusiban, Kamis (17/06).

Hadir sebagai narasumber dalam kegiatan sosialisasi ini Kepala Dinas Kominfotik Provinsi Lampung Ganjar Jationo, Kepala Bidang Tata Kelola Pemerintahan Berbasis Elektronik Dinas Kominfotik Arief Nugroho, dan Dekan Fakultas Ilmu Komputer UBL Ahmad Cucus. Adapun jumlah peserta yang mengikuti sosialisasi ini sebanyak 45 peserta lintas OPD di lingkungan Pemprov Lampung.

Kegiatan yang diselenggarakan oleh Dinas Kominfotik Provinsi Lampung ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan kepada Perangkat Daerah tentang pentingnya pendokumentasian pembangunan dan/atau pengembangan aplikasi di perangkat daerah, memberikan pemahaman terkait perangkat daerah dalam proses integrasi aplikasi, serta menjelaskan alur koordinasi pembangunan dan/atau pengembangan aplikasi di perangkat daerah.

Gubernur Lampung dalam sambutannya yang disampaikan oleh Asisten bidang Administrasi Umum Setda Provinsi Lampung menyampaikan bahwa sosialisasi yang dilaksanakan hari ini memiliki peranan penting dan strategis dalam upaya meningkatkan pemahaman dan memperkuat OPD guna terwujudnya tata kelola dan manajemen Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) yang efektif, efisien, dan terkoneksi antar OPD.

Tujuan Pemerintah menerapkan SPBE diantaranya untuk mewujudkan birokrasi pemerintahan yang terpadu dan berkinerja tinggi, meningkatkan kualitas pelayanan publik, mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih, efisien, efektif, transparan dan akuntabel dan pada akhirnya mampu mewujudkan bangsa yang berdaya saing.

"Mewujudkan tata pemerintahan yang baik merupakan sebuah komitmen Pemerintah Provinsi Lampung, guna mewujudkan "Rakyat Lampung Berjaya" yang harus didukung baik sarana dan prasarana maupun SDM sehingga mampu menciptakan, mendorong dan mempercepat tata kelola pemerintahan yang lebih berorientasi pada pelayanan publik dengan teknologi informasi dan komunikasi sebagai unsur utamanya," kata Minhairin.

Kadis Kominfotik Provinsi Lampung mendorong agar setiap OPD di lingkungan Pemprov Lampung mengecek kembali layanan-layanan yang ada di unit/satker OPD masing-masing guna membangun tata kelola pemerintahan berbasis elektronik melalui aplikasi khusus dan terintegrasi lintas OPD.

Ganjar Jationo selanjutnya menjelaskan, tupoksi Dinas Kominfotik dalam hal ini memfasilitasi, menginformasikan aturan dan langkah administrasi dalam hal pembuatan dokumen aplikasi khsusus.

"Mau tidak mau, digitalisasi akan kita lalui karena saat ini Pemerintah akan melakukan integrasi layanan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik. Ini tugas kita semua, jangan sampai institusi pemerintah kalah dengan swasta, karena tugas ini sudah diamanatkan kepada kita," ujar Ganjar Jationo.

(Diskminfotik)


BlogGua, Bandar Lampung
- Gubernur Lampung, Arinal Djunaidi memimpin Rapat Koordinasi Evaluasi Perkembangan Pelaksanaan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro di Provinsi Lampung, bertempat di Rumah Dinas Gubernur - Mahan Agung, Kamis (17/06/2021).

Rapat dilaksanakan secara virtual dan dikuti oleh seluruh Kabupaten/Kota se-provinsi Lampung. Rapat juga dihadiri oleh jajaran Forkopimda Provinsi Lampung dan  kepala OPD terkait.

Dalam Rakor Evaluasi tersebut Gubernur memberikan arahan dan langkah - langkah yang harus dilakukan oleh Pemerintah Daerah agar Provinsi Lampung yang telah mendapat apresiasi dari Pemerintah Pusat yang dinilai berhasil dalam penanganan dan pencegahan Covid-19 dapat dipertahankan dan bahkan dapat lebih ditingkatkan.

Kewaspadaan sangat diperlukan dalam menghadapi situasi Pandemi Covid-19, dimana provinsi Lampung dinilai oleh Pemerintah Pusat memiliki posisi yang sangat strategis dan menjadi salah satu Provinsi yang menentukan  keberhasilan penanganan dan pencegahan covid-19 di Indonesia.

Provinsi Lampung menjadi pintu gerbang menuju pulau Sumatera sehingga arus manusia dari pulau Jawa dan sebaliknya akan melaluinya,  sehingga Lampung memiliki peran yang sangat besar dalam mengamankan pulau Jawa dan Pulau Sumatera.

(Diskominfotik)

Asisten I Setdaprov Bidang Pemerintahan dan Kesra, Qodratul Ikhwan

BlogGua, BANDAR LAMPUNG
- Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung dalam kaitannya dengan momentum Hari Raya Kurban/Idul Adha 1442 H ini, melalui Biro Kesejahteraan Rakyat memfasilitasi seluruh ASN Provinsi Lampung yang ingin melaksanakan ibadah Kurban.

Bagi ASN yang ingin melaksanakan Ibadah Kurban secara bersama-sama diimbau dan dianjurkan dapat melakukan urunan untuk membiayai hewan kurban. Untuk efektifitas pelaksanaannya, masing-masing pribadi ASN dapat berkoordinasi dengan OPD/Satkernya, dengan biaya sebesar Rp 3,5 juta/nama ASN, maksimal 2-7 ASN di masing-masing OPD/Satker. 

Lebih lanjut, Asisten I Setdaprov Bidang Pemerintahan dan Kesra, Qodratul Ikhwan menyatakan bahwa Pemerintah Provinsi Lampung sifatnya hanya memfasilitasi bagi ASN yang ingin melaksanakan ibadah kurban. 

"Bagi ASN yang ingin melaksanakan ibadah kurban, bisa menyetorkan uang Rp3,5 juta ke Biro Kesra atau di dinasnya masing-masing. Jadi uang iuran dimaksud sifatnya sukarela, personal masing-masing ASN atas kesadarannya sendiri. Artinya sama sekali tak ada paksaan apapun bagi ASN yang ingin memanfaatkan fasilitasi oleh pemprov dalam melaksanakan ibadah kurban," lanjut dia, Selasa (16/6).

Qodratul Ikhwan juga menyatakan bahwa tidak benar jika Pemerintah Provinsi Lampung mewajibkan dan meminta setiap ASN untuk menyerahkan iuran Rp3,5 Juta untuk Hewan Kurban. Pemerintah Provinsi Lampung hanya berperan sebagai fasilitator bagi setiap ASN yang ingin melaksanakan Ibadah Kurban.

(Diskominfotik)

kondisi korban

BlogGua, Bandar Lampung
Seorang mayat laki-laki ditemukan tewas dengan kondisi badan, kepala dan lengan kanan putus akibat tergelindas Kereta Api di perlintasan kereta apiJalan Hanoman RT.005 LK 1 Kelurahan Sawah Brebes, Kecamatan Tanjung Karang Timur, Bandar Lampung, Rabu (16/6/2021) sekira pukul 00.30 WIB.

Hal ini dibenarkan langsung oleh Manajer Humas PT Kereta Api Indonesiua (KAI) Divisi Regional (Divre) IV Tanjungkarang, Lampung, Jaka Jarkasih yang menyatakan, penemuan ini bermula ketika security Dipo Tnk bernama M.Diandika sedang melakukan patroli ke arah wasel 16. 

"Terlihatlah seorang mayat laki-laki dengan ciri-ciri menggunakan kaos oblong berwarna biru, celana panjang warna hitam, dengan rambut ikal tergeletak dalam posisi terlentang dan posisi kepala dan tangan kanan terputus," kata Jaka sebagaimana dilansir oleh Kupas Tuntas.

Didalam saku korban ditemukan selembar kertas yang bertuliskan nama Suyatno warga Jalan Kartini Gang Duane no 6. .

"Diduga korban meninggal karena bunuh diri, dengan memasangkan kepalanya di atas rel. Saat KA BBR 3094 diberangkatkan dari jalur 2 Emplasemen Sta.Tnk, pukul 00.04 WIB," imbuh Jaka. 

Atas peristiwa tersebut, pihak PT KAI menghubungi Polres Tanjung Karang Timur. Kemudian tim INAFIS Polresta Bandar Lampung langsung datang ke lokasi dan segera melakukan oleh Tempat Kejadian Perkara (TKP).

"Korban berhasil dievakuasi dari tempat kejadian perkara sekitar pukul 03.25 WIB dan dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah Abdul Moeloek oleh tim Inavis Polresta Bandar Lampung," pungkasnya.

Ketua Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Provinsi Lampung Ir. Fahrizal Darminto (tengah)

BlogGua, PESAWARAN
- Gubernur Lampung Arinal Djunaidi berharap diresmikannya Galeri Investasi di pedesaan Provinsi Lampung dapat mewujudkan Desa Inklusi Keuangan untuk kesejahteraan masyarakat desa. 

Harapan Gubernur Arinal itu disampaikan Ketua Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Provinsi Lampung Ir. Fahrizal Darminto saat mewakili Gubernur Lampung meresmikan Galeri Investasi di Desa Hanura, Kabupaten Pesawaran, Rabu (16/06/2021). 

Pada kesempatan itu, Fahrizal Darminto memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada TPKAD Provinsi Lampung, TPKAD Pesawaran & OJK Provinsi Lampung yang telah bekerja sama dengan PT. Bursa Efek Indonesia Kantor Perwakilan Lampung dan Phintraco Sekuritas Lampung sehingga Galeri Investasi di Desa Hanura Kabupaten Pesawaran ini dapat terwujud. 

“Desa Inklusi Keuangan memiliki tujuan yang baik yaitu  untuk meningkatkan literasi dan inklusi masyarakat di desa maupun di wilayah sekitar desa, sehingga pada akhirnya akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa serta menurunkan tingkat kemiskinan.” jelas Fahrizal.

Menurut Fahrizal, desa menjadi salah satu fokus peningkatan inklusi keuangan di Provinsi Lampung, dikarenakan masyarakat desa masih terbiasa menyimpan asset atau kekayaannya dalam bentuk barang simpanan yang kurang produktif.

"Galeri Investasi di Desa Hanura merupakan Galeri ke-12 yang ada di Provinsi Lampung, saya berharap jumlah ini akan terus bertambah agar masyarakat lebih teredukasi dan memudahkan mendapatkan informasi mengenasi Investasi" ujar Fahrizal.

Fahrizal Darminto berharap, Kehadiran Galeri Investasi di Desa Hanura ini dapat memberikan pemahaman bagi masyarakat desa dalam hal menentukan strategi investasi yang tepat terutama di masa pandemi dengan mengoptimalkan segala peluang investasi dengan baik dan cermat.

“Galeri Investasi Desa diharapkan bisa menjadi salah satu media dalam mendorong peningkatan pemahaman, akses informasi dan penggunaan produk dan jasa Pasar Modal bagi masyarakat desa di Provinsi Lampung. “ ujarnya. 

Fahrizal berpesan agar kegiatan galeri investasi tidak berhenti sebatas pada peresmian saja, tetapi dapat dilaksanakan secara berkesinambungan. Bahkan, perlu pengembangan berkelanjutan dan inovasi yang visioner dengan memanfaatkan teknologi yang selama ini telah sangat terdorong dengan adanya pandemi. 

“Semoga program-program kerja TPAKD dapat dirasakan manfaatnya secara langsung  oleh masyarakat.” ujarnya.

Seperti diketahui, gerai investasi desa difungsikan sebagai sarana bagi masyarakat untuk bisa mengakses transaksi keuangan, seperti saham maupun reksadana.

Hadirnya galeri investasi di desa, guna mendekatkan fasilitas agar masyarakat dapat teredukasi untuk melakukan Investasi di pasar modal.

"Kita tidak mau masyarakat terjebak dengan ivestasi bodong yang merugikan masyarakat, ini menjadi fasilitas belajar dan penyalur informasi kepada masyarakat luas agar tidak tertipu lagi dengan investasi bodong," ujar Kepala OJK Lampung Bambang Hermanto.

(Adpim)

Suasana Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Dekranasda Provinsi Lampung

BlogGua, BANDAR LAMPUNG
- Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Lampung Riana Sari Arinal membuka secara resmi Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Dekranasda Provinsi Lampung Tahun 2021, di Kantor Dekranasda Provinsi Lampung, Jl H. Juanda 68, Bandarlampung, Rabu (16/06/2021).

Rakerda yang digelar baik secara luring maupun daring ini diikuti oleh Dekranasda 15 Kabupaten/Kota Se-Provinsi Lampung. Kegiatan juga dihadiri oleh Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah, Kepala Dinas Kominfotik Provinsi Lampung serta Ketua Harian Dekranas Pusat Ny. Tri Tito Karnavian yang memberikan sambutan secara virtual.

Dalam sambutannya Ketua Harian Dekranas Pusat Ny. Tri Tito Karnavian menyampaikan bahwa dirinya menyambut baik diadakannya Rakerda Dekranasda Provinsi Lampung. Dengan terselenggaranya Rakerda diharapkan dapat menjadi sarana komunikasi, koordinasi, serta sinkronisasi seluruh pemangku kepentingan di Dekranasda Provinsi Lampung untuk menyelaraskan persepsi dalam pembinaan dan pengembangan industri kerajinan berdasarkan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Dekranas yang telah ditetapkan pada bulan Agustus Tahun 2020 lalu.

Ny. Tri Tito Karnavian juga mengingatkan kembali bahwa Dekranasda merupakan lembaga independen dan nirlaba sebagai wadah berhimpunnya segenap pemangku kepentingan di bidang seni kerajinan di Indonesia, dalam melaksanakan tugas dan fungsinya sebagai mitra pemerintah untuk menggali, melindungi, melestarikan, membina dan mengembangkan seni kerajinan berbasis warisan nilai budaya bangsa untuk kesejahteraan perajin. 

Dekranasda Provinsi Lampung dalam menyusun dan melaksanakan program – program kegiatannya diharapkan dapat bertumpu pada beberapa hal, yaitu menyiapkan regenerasi Sumber Daya Manusia atau perajin yang unggul dalam melestarikan dan mengembangkan warisan dan tradisi budaya bangsa.

Lebih lanjut, Ny. Tri Tito Karnavian berharap Dekranasda dapat meningkatkan daya saing produk kerajinan berbasis kearifan lokal dengan selera global melalui pengembangan inovasi, desain, kreativitas dan efesiensi.

Selain itu, Dekranasda juga diharapkan dapat meningkatkan hubungan kemitraan dan kerjasama dengan berbagai lembaga bidang industri kerajinan, guna mendorong perluasan akses pasar bagi produk-produk kerajinan Indonesia dan membangun ekosistem industri kerajinan melalui penguatan potensi kerajinan Indonesia.

Sementara itu Ketua Dekranasda Provinsi Lampung Ny. Riana Sari Arinal menyatakan bahwa sesuai dengan tema Rakerda Dekranasda Lampung, dirinya beserta jajaran Dekranasda Provinsi Lampung optimis dan percaya, bahwa dengan Sinergitas, Inovasi dan Teknologi, UMKM mampu bangkit di masa pandemi Covid-19.

"Pemilihan tema Rakerda ini selaras dengan tema pusat, yang disesuaikan dengan situasi dan kondisi saat ini. Tema ini akan menjadi penyemangat bagi kita semua dalam menyatukan langkah, menyusun program dan kegiatan untuk membangkitkan UMKM, meningkatkan produk berkualitas, berdaya saing, serta berkelanjutan melalui inovasi dan pemanfaatan teknologi," paparnya.

Adapun tujuan dari Rakerda Dekranasda tahun 2021 ini adalah untuk mensinergikan program kegiatan Dekranasda Provinsi Lampung dengan program kegiatan Dekranasda Kabupaten/Kota Se-Provinsi Lampung. Selain itu Rakerda kali ini juga bertujuan untuk mengevaluasi program kerja tahun kegiatan 2020 sekaligus penajaman program Dekranasda tahun 2021 yang telah disesuaikan dengan Perubahan AD/ART sesuai hasil Rakernas Dekranas.

Sebagai mitra Pemerintah dalam membina pelaku UMKM di Provinsi Lampung, Riana Sari Arinal menyatakan Dekranasda berkomitmen untuk membantu dan membina UMKM agar dapat menghasilkan produk berkualitas dengan menonjolkan nilai-nilai daerah sehingga dapat dijadikan produk yang mempunyai nilai ekonomi tinggi sesuai dengan potensi keunggulan dan keunikan di masing-masing daerah.

Pada kegiatan tersebut Riana Sari Arinal juga menyampaikan bahwa ada 5 perwakilan UMKM Provinsi Lampung yang berhasil lolos kurasi Dekranas Pusat pada kegiatan Perajin Pasar Digital UMKM 2021. 5 UMKM tersebut dinilai telah memenuhi standar nasional dan layak masuk dalam platform pemasaran nasional dengan nama Pasar Digital (Padi).

"Saya berharap kedepan, dimasa yang akan datang akan ada banyak perajin yang dapat meningkatkan kualitas kerajinannya dari semua Kabupaten/Kota yang dapat menembus pasar global, untuk itu mari kita kawal kebangkitan UMKM Provinsi Lampung." Pungkasnya.

(Diskominfotik)

Bupati Lampung Barat, H. Parosil Mabsus (tengah)

BlogGua, Lampung Barat
- Mewujudkan Kabupaten Layak Anak sangatlah penting, karena dengan mewujudkan Kabupaten Layak Anak Mampu melahirkan generasi cerdas, sehat dan hebat.

Hal tersebut disampaikan Bupati Lampung Barat, H. Parosil Mabsus dalam tahap Verifikasi Lapangan Hybrid (VLH) Evaluasi Kabupaten Layak Anak (KLA) Tahun Penilaian 2019-2020 yang diselenggarakan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) melalui Video Conferense (Vicon), di Aula Kagungan, Selasa (15/06/2021).

"Guna terwujudnya generasi yang berkualitas dan berdaya saing sesuai dengan misi Bupati yang tertuang dalam RPJMD Kabupaten Lambar tahun 2017-2022,"imbuhnya.

Mudahan-mudahan, sambung Parosil, tim verifikasi dapat memberikan penilaian yang baik terhadap program, inovasi, dan usaha yang sudah dilakukan dalam mewujudkan Kabupaten Layak Anak di Bumi Beguai Jejama Lampung Barat.

"Saya berharap tim verifikasi dapat memberikan penilaian yang baik terhadap program, inovasi, dan usaha yang kami lakukan dalam mewujudkan Kabupaten layak anak di bumi beguai jejama Lambar. Sehingga dapat lebih memajukan dan mensejahterakan masyarakat di Kabupaten Lambar ini," kata Parosil

Sebelumnya Parosil menjelaskan, dengan adanya evaluasi KLA tahun 2021 ini akan memotivasi dan memberikan pemahaman yang lebih baik bagi masyarakat serta seluruh pengelola, pelaksana, dan pembina program dalam suatu upaya peningkatan perlindungan anak serta pemenuhan hak-hak anak dalam pembangunan.

Pada saat ini, masih kata Parosil, Kabupaten Lambar terus berupaya melaksanakan apa yang menjadi amanat undang-undang nomor 35 tahun 2014 atas perubahan undang-undang nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak pasal 21 bahwa pemerintah daerah wajib dan bertanggung jawab mewujudkan KLA sebagai upaya pemenuhan hak dan perlindungan anak yang harus dilaksanakan sebaik-baiknya.

"Upaya yang telah dilaksanakan Pemkab Lambar adalah dengan ditetapkannya peraturan daerah nomor 3 tahun 2018 tentang Kabupaten Layak Anak dengan pemenuhan 24 indikator KLA yang didasarkan pada subtansi hak-hak anak yang dikelompokkan kedalam lima klaster." terang Parosil.

Adapun upaya Pemenuhan hak anak, dalam konvensi hak anak yang telah dilakukan Pemkab Lambar  antara lain pemberian akta kelahiran dan kartu identitas anak secara gratis, terbentuknya forum anak, adanya Pusat Pembelajaran Keluarga (Puspaga), Pusat Pelayanan Terpadu Perlindungan Perermpuan dan Anak (PPTPPA), pelayanan kesehatan ramah anak serta ambulan hebat, pembagian seragam gratis bagi siswa/siswi tingkat SD dan SMP sederajat sebanyak 402 sekolah ramah anak di Kabupaten Lambar.

Upaya yang sudah dilakukan Pemkab Lambar itu juga merupakan suatu Komitmen Pemkab dalam rangka menjadikan Kabupaten Lambar sebagai kabupaten tangguh bencana, kabupaten konservasi dan kabupaten literasi yang mewujudkan Kabupaten Lambar Sebagai Kabupaten Hebat dan Sejahtera serta Kabupaten Layak Anak.

"Terima kasih kepada Unsur Forkompinda, Lembaga Masyarakat, Dunia Usaha, rekan-rekan media serta anak-anak dari forum anak yang sudah bersama-sama untuk mewujudkan kabupaten lambar sebagai kabupaten layak anak, untuk masa kini, dan masa-masa yang akan datang," kata Parosil mengakhiri sambutannya.

Sementara Perwakilan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PP dan PA) Atwilrany Ritonga mengatakan, untuk mewujudkan KLA di seluruh Indonesia, telah ditetapkan berbagai macam peraturan perundang-undangan dan kebijakan untuk melindungi anak.

"Yaitu Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dan Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak," ujarnya.

Pada era otonomi yang diimplementasikan di Indonesia sejak tahun 2002, pembangunan Kabupaten Layak Anak juga telah terintegrasi ke dalam Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah.

"Dalam Undang-Undang ini dipertegas, bahwa urusan pemerintah dibidang perlindungan anak merupakan urusan wajib yang harus dilakukan oleh pemerintah didukung oleh masyarakat, media, dan dunia usaha sebagai empat pilar pembangunan anak," kata Atwilrany Ritonga.

Tahun 2021 merupakan tahun yang baik bagi anak-anak Indonesia. Sebab, masih kata Atwilrany Ritonga, di tahun 2021 telah terbit Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 25 Tahun 2021 tentang Kebijakan Kabupaten/Kota Layak Anak.

"Maka kedepan seluruh kabupaten/kota di Indoensia dapat segera menyempurnakan Gugus Tugas KLA dalam melaksanakan program perlindungan anak,"pungkasnya.

Peserta Vicon antara lain sebagai berikut: Perwakilan Kementerian PP dan PA, Perwakilan Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK)  dan Tim Independen, Seluruh Asissten, Staf Ahli, Kasdim 0422/LB, Kepala Kejaksaan Negeri Lambar, TP-PKK Kabupaten Lambar, Ketua Gugus Tugas KLA Lambar, Puskesmas, Camat, Peratin dan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di wilayah Kabupaten Lambar. 

(Diskominfo)

Bupati Lampung Barat, H. Parosil

BlogGua, Lampung Barat
- Pariwisata adalah suatu kegiatan yang secara langsung menyentuh dan melibatkan masyarakat, sehingga membawa berbagai manfaat terhadap masyarakat setempat dan sekitarnya.

"Bahkan pariwisata mempunyai kekuatan yang luar biasa yang mampu membuat masyarakat setempat mengalami perubahan dalam. berbagai aspeknya. Pariwisata mempunyai banyak manfaat bagi masyarakat," imbuh Bupati Lampung Barat, H. Parosil Mabsus saat menerima Kunjungan Indonesian Fighter Tourism Association (IFTA) di Lamban Ugokhan Batin, Pekon Canggu, Batu Brak, Lampung Barat, Senin (14/06/2021) malam.

Parosil pun menjelaskan, sektor pariwisata bukan sekedar memberikan keuntungan bagi pelaku-pelaku bidang pariwisata melainkan juga memberikan keuntungan sektor-sektor lain di luar pariwisata.

Pengembangan pariwisata, sambung Parosil Mabsus, dapat memberikan manfaat ekonomi yang maksimal bagi masyarakat, sektor swasta, dan pemerintah daerah, serta juga mampu memberi pengalaman yang bernilai bagi wisatawan. Menjamin kelestarian lingkungan alam, kelestarian sosial budaya dan adat istiadat masyarakat, maka dalam pelaksanaannya dibutuhkan strategi yang terencana dan sistematis dalam pengelolaan di sebuah destinasi. 

Untuk itu Parosil menegaskan, kegiatan IFTA Explore Bumi Sekala Bekhak merupakan tindak lanjut kerjasama Pemda Lampung Barat dengan IFTA dalam menciptakan paket - paket wisata, trip awal ini merupakan trip awalan untuk trip-trip lanjutan yang akan dibuat oleh para agent-agent travel yang tergabung dalam IFTA.

"Ini adalah upaya pemerintah dalam membangkitkan wisata Lampung Barat, sektor wisata merupakan sektor yang paling terdampak pandemi covid 19,"kata Parosil

Disamping itu Parosil mengaharapakan, dengan adanya field trip ini akan ditindak lanjuti dengan kunjungan berikutnya dengan membawa wisatawan-wisatawan dari seluruh indonesia.

"Hal ini juga dalam rangka mendukung gerakan kementerian pariwisata dan ekonomi kreatif, serta mewujudkan Lampung Barat Hebat dan Sejahtera,"tandasnya. 

Disisi lain Ketua IFTA, Hendra Perdana mengatakan, Indonesian Fighter Tourism Association (IFTA) kembali menggelar kegiatan eksplorasi destinasi wisata Indonesia. Kali ini Kabupaten Lampung Barat, Provinsi Lampung  menjadi tujuan Team Eksplore 2021 Jelajah Nusantara.

"Kegiatan ini merupakan program lanjutan explorasi Famtrip IFTA dari kegiatan sebelumnya yakni IFTA Jelajah Nusantara yang kali ini Kabupaten Lampung Barat Provinsi Lampung menjadi tujuannya," kata Hendra.

Famtrip ini, lanjut Hendra, diadakan pada tanggal 14 s.d 16 Juni (tiga hari) yang dihadiri 40 travel agen dari jakarta, Bandung, Banten, Bogor, Palembang, disambut dalam gala dinner oleh Bupati Lampung Barat di Lamban Ugokhan Batin.

Dalam perjalanan ke Lampung Barat, masih kata Hendra, tim eksplor di Kebun Raya Liwa (KRL), Pengolahan Kopi Ratu Luwak, Kerajaan Paksipak Pernong, Negeri di Atas Awan Bawang Bakung Kecamatan Batu Brak dan Wisata Alam yang ada di Kecamatan Suoh serta Agro Wisata di Kecamatan Sekincau.

"Famtrip ini bukan trip biasa, kami mengadakan paket pariwisata yang mengedepankan budaya, dan mengangkat budaya di Bumi Sekala Brak agar dikenal secara nasional yang mempunyai banyak tempat-tempat wisata luar biasa dan tidak dimiliki daerah lain," ujar Hendra seraya meyakinkan,"Salah satunya merupakan pariwisata Geothermal yang hanya ada dua di dunia yakni Danau Keramik Kawah Nirwana yang berada di kecamatan Suoh dan Yellowstone yang berada di Amerika Serikat,"pungkasnya.

Kehadiran Bupati Lampung Barat (Lambar) Hi. Parosil Mabsus dalam pertemuan tersebut didampingi Kepala Dinas Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata Tri Umaryani dan Camat Batu Brak Mat Suhyar dan dari sisi IFTA dihadiri langsung oleh Ketua IFTA Hendra Perdana, Praktisi ECO Tourism Priyadi Wibisono, CEO Info Libur Novi Miniarti, Perwakilan National Geografi Indonesia Faesal Lubis, Perwakilan Grid Network Gema.

(Diskominfo)

Bupati Lampung Tengah, Musa Ahmad

BlogGua, Lampung Tengah
- Bupati Lampung Tengah, Musa Ahmad  dan Wakil Bupati Lampung Tengah, Ardito Wijaya menghadiri Rapat Paripurna istimewa peringatan Hari Ulang Tahun ( HUT) ke - 75 Kabupaten Lampung Tengah tahun 2021 di Ruang sidang DPRD Kabupaten Lampung Tengah, Selasa (15/06/2021)

Dalam pidato sambutannya, Bupati Lampung Tengah Musa Ahmad mengucapkan terima kasih kepada seluruh elemen masyarakat yang mencurahkan bakti daya dan upaya dalam usaha memajukan Kabupaten Lampung Tengah .

Peringatan HUT ke 75 Kabupaten Lampung Tengah ini, sambung Musa Ahmad, adalah bukti nyata kerjasama dan hasil kemitraan antara eksekutif dan legislatif dalam menyatukan aspek politik, ekonomi, sosial dan budaya yang tertuang dalam kebijakan daerah yang bermuara kepada komitmen membangun dan memajukan Kabupaten  Lampung Tengah.

Sebagai penyelenggara pemerintahan, masih kata Musa Ahmad, tentu akan berupaya bekerja dengan kerja keras dan kerja cerdas serta mencari terobosan dan inovasi untuk memajukan Lampung Tengah tercinta ini.  Berbagai tantangan tentu akan dihadapi namun hal tersebut akan menjadi bagian dari proses dalam pelaksanaan pembangunan dari tahuh ke tahun. 

"Mari kita bersama sama memaknai peringatan HUT Lampung Tengah dengan bersama sama dan bersatu dalam memajukan Kabupaten Lampung Tengah agar semakin berjaya," Pungkasnya.

(Diskominfo)

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget