![]() |
| Momen kegiatan |
BlogGua, Way Kanan – Pemerintah Kabupaten Way Kanan gak mau main-main dalam urusan mencetak generasi masa depan yang sehat. Bupati Way Kanan, Ayu Asalasiyah, S.Ked., menegaskan komitmen penuh daerahnya untuk mempercepat penurunan angka stunting lewat aksi nyata lintas sektor.
Komitmen serius ini ditunjukkan Bupati Ayu saat mengikuti Rakortek dan Advokasi Percepatan Penurunan Stunting Regional Sumatera 2026 secara virtual dari ruang kerjanya, Kamis (27/08/2026).
Dalam acara ini, dilakukan juga penandatanganan komitmen bersama para kepala daerah. Saat daring, Bupati Ayu didampingi oleh tim pemukul stunting dari Pemkab Way Kanan, mulai dari jajaran Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung (PMK), Dinas Kesehatan, hingga Bappeda.
Agenda nasional ini digelar buat menyatukan kekuatan antara pusat dan daerah. Fokusnya jelas: memperkuat komitmen politik kepala daerah, memastikan anggaran aman, dan memanfaatkan data lapangan biar programnya gak salah sasaran.
Sebagai gambaran nasional, angka stunting di Indonesia sebenarnya sudah sukses ditekan dari 30,8 persen (2018) menjadi 19,8 persen (2024). Nah, lewat RPJMN 2025-2029, pemerintah pusat pasang target ambisius: wajib turun sampai 14,2 persen di tahun 2029!
Langkah ini jadi bagian penting dari misi besar negara buat mempersiapkan SDM unggul menyambut Indonesia Emas 2045.
Ada info penting juga yang dibahas dalam rapat tersebut:
- Revisi Aturan: Perpres Nomor 72 Tahun 2021 tentang Stunting sedang direvisi, sehingga koordinasi daerah harus makin kencang di masa transisi kebijakan ini.
- Fokus Capaian Riil: Untuk periode 2025-2026, Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) ditiadakan. Artinya, penilaian kinerja daerah bakal fokus pada hasil nyata di lapangan, bukan sekadar angka-angka di atas kertas.
Bagi Pemkab Way Kanan, hilangnya SSGI justru jadi tantangan buat membuktikan bahwa bantuan—baik dari sektor kesehatan maupun pemberdayaan kampung—bisa langsung dirasakan oleh ibu dan anak yang membutuhkan.
Bupati Ayu berharap, dengan gotong royong antara dinas terkait, pemerintah kampung, bidan desa, kader posyandu, hingga masyarakat, Way Kanan bisa konsisten melahirkan generasi yang sehat, cerdas, dan punya daya saing tinggi. (wk)

0 Komentar
Silahkan Komentar