FKLPID Lampung Resmi Diluncurkan Jadi Solusi Link and Match Industri

Momen kegiatan. Foto: Istimewa

BlogGua, Lampung - Pemerintah Provinsi Lampung meluncurkan Forum Komunikasi Lembaga Pelatihan dan Industri Daerah (FKLPID) Provinsi Lampung. Forum ini dihadirkan sebagai platform strategis untuk mengatasi ketidaksesuaian (mismatch) antara kompetensi tenaga kerja lokal dengan kebutuhan aktual dunia industri.

Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, menyatakan bahwa FKLPID mengintegrasikan pemerintah daerah, dunia industri, lembaga pelatihan, perguruan tinggi, hingga masyarakat. Melalui integrasi ini, FKLPID berfungsi sebagai ekosistem penyedia basis data tunggal, pemeta kompetensi, sekaligus mempercepat penempatan kerja, baik di tingkat domestik maupun pasar global.

Sebagai sebuah solusi berbasis data dan kemitraan, FKLPID berfokus pada lima pilar kerja utama:

  • Riset, pemetaan industri, dan data ketenagakerjaan;
  • Pelatihan, pengembangan kompetensi, dan penempatan kerja.Kemitraan strategis dan legalitas;
  • Monitoring dan evaluasi berkala.Pusat informasi, publikasi, dan transformasi digital.

Ketua Apindo Lampung sekaligus inisiator FKLPID, Ary Meizari Alfian, menjelaskan bahwa ke depan forum ini akan bertransformasi menjadi sebuah platform digital dan desk informasi terpadu. Inovasi ini dirancang untuk menyatukan pencari kerja dan sektor industri dalam satu jalur akses yang transparan dan efisien. Pada tahap awal, platform ini telah mengonsolidasikan 72 lembaga pelatihan kerja di seluruh Lampung.

Melalui sinergi FKLPID, kurikulum pelatihan kerja di Lampung kini dirancang berdasarkan permintaan nyata pasar (demand-driven). Langkah ini juga didukung oleh program pusat seperti SMK Go Global (2026–2029) yang menargetkan pengiriman tenaga kerja kompeten ke sektor global, seperti Jepang dan Malaysia, dengan efisiensi biaya pelatihan yang ditekan dari Rp50 juta menjadi Rp30 juta.

Kehadiran FKLPID diharapkan tidak hanya menyelesaikan kendala serapan tenaga kerja, tetapi juga mendukung percepatan hilirisasi industri komoditas lokal hingga ke tingkat perdesaan. (pl)

0 Komentar

Silahkan Komentar