Sekda Way Kanan Kebut Data Sensus Ekonomi

Momen kegiatan

BlogGua, Way Kanan – Proses pemetaan roda ekonomi di Bumi Ramik Ragom terus dikebut. Sekretaris Daerah Kabupaten Way Kanan, Machiavelli Herman Tarmizi, S.STP., M.Si., memimpin langsung Rapat Koordinasi Pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 di Ruang Buway Pemuka Pengiran Ilir, Selasa (18/08/2026).
Rakor ini digelar sebagai langkah evaluasi total terhadap capaian pendataan, progres geotagging, hingga menyisir kendala riil para petugas di lapangan.
Berdasarkan laporan resmi dari Badan Pusat Statistik (BPS) Way Kanan per 18 Agustus 2026, performa pendataan menunjukkan tren positif dengan menyentuh angka 121.335 responden atau sekitar 64,74 persen dari total target. Sementara untuk proses verifikasi lapangan justru meledak hingga 107,97 persen.
Meski demikian, Sekda Machiavelli memberikan catatan merah pada sektor Usaha Mikro Kecil (UMK) dan Usaha Menengah (UM) yang progresnya dinilai masih berjalan lambat.
Berikut adalah rincian capaian Sensus Ekonomi 2026 di Way Kanan berdasarkan sektor usaha:Usaha Besar (UB): Sukses melampaui target hingga 125,71 persen (44 unit usaha).
Usaha dalam Keluarga: Berjalan stabil di angka 81,96 persen (105.499 unit usaha).
Usaha Menengah (UM): Masih minim di angka 11:63 persen (15 unit usaha).
Usaha Mikro Kecil (UMK): Menjadi fokus utama percepatan karena baru menyentuh 8,15 persen (7.472 unit usaha).
Rapat tersebut juga mengupas beberapa batu sandungan di lapangan. Mulai dari adanya penolakan dari sebagian warga dan aparat, performa petugas yang minim, hingga aset Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) yang kedapatan belum terdata.
Guna mendongkrak data UMK dan UM yang masih seret, Sekda Machiavelli langsung menginstruksikan dinas terkait seperti Dinas Koperasi & UKM, Disperindag, hingga Dinas PMK untuk melakukan aksi jemput bola dan penyisiran khusus.
Petugas lapangan nantinya juga akan dibekali surat pengantar resmi dari BPS serta didampingi aparat kampung setempat untuk meminimalisir aksi penolakan oleh pemilik usaha.
"Kita tidak hanya mengejar target angka saja, tapi harus menghasilkan data ekonomi Way Kanan yang valid dan berkualitas sebagai fondasi utama perencanaan pembangunan ke depan," tegas Sekda Machiavelli. (wk)