![]() |
| Kondisi Terkini Samping Kanan Gedung Perpustakaan Kotabumi |
BlogGua, Lampung – Bangunan Gedung Perpustakaan Kotabumi yang sebelumnya dinilai kacau oleh Tim PHO kini menimbulkan kesan ketidak nyamanan bagi pengunjung. Tahap Final Handover (FHo) pun diabaikan oleh para aktor proyek.
“Selama kami menempati gedung sejak diresmikan tanggal 3 Pebruari 2025, belum ada yang diperbaiki. Padahal, ada salah satu closed masih goyang dan merembes, atap bocor apalagi saat turun hujan tempias banyak air masuk,” kata Staf Fungsional, Hombing, Senin (05/01/2026) di Kotabumi, Lampung Utara, Lampung.
Hombing yang tiap harinya harus berkantor atau mengunjungi gedung tersebut pun mengatakan, pihak perpustakaan sudah berupaya menghubungi Disperkim. Akan tetapi, hingga saat ini belum ada tanggapan.
“Waktu itu kami sudah bersurat dan ada 10 poin yang kami minta untuk dilakukan perbaikan. Tapi enggak juga dilaksanakan,” imbuhnya.
Sementara, pihak Disperkim Lampung Utara baik yang berperan sebagai Aktor PA, PPK, PPTK bahkan pemborong masih pada bungkam, diam seribu bahasa dan belum diketahui dimana tempat nyeruput kopinya. (ZoTu)
Sebagai informasi:
Tahap FHo (Final Handover) dalam proyek adalah periode waktu di mana proyek telah selesai dan diserahkan kepada klien atau pengguna akhir. Masa FHo biasanya berlangsung selama beberapa bulan atau tahun, tergantung pada kontrak proyek.
Proyek pembangunan tahap II Gedung Perpustakaan Daerah Kotabumi Lampung Utara menelan pagu anggaran sebesar Rp. 1,2 Miliar dari APBD Perubahan tahun 2024 Disperkim dan Ciptaru Lampung Utara. Proyek dikerjakan oleh pemborong menggunakan CV.Rajhabor Technique.
Hasil pengecekan Ketua Tim Pelaksana Provisional Hand Over (PHO) banyak ditemukan item fiktif, bangunan gedung kacau. Sumur bor dalam proyek pembangunan tahap II Gedung Perpustakaan Kotabumi dikerjakan pemborong setelah dilakukan pemeriksaan tahap PHO.
Tanda tangan tim PHO dalam surat berita acara serah terima dipalsukan. Padahal, Ketua Tim PHO sudah melaporkan ke PPK bahwa hasil pekerjaan pemborong pembangunan tahap II Gedung Perpustakaan Kotabumi tidak layak untuk diterima.
Praktisi hukum menilai pemalsuan tandatangan tim PHO dapat merugikan negara. APH harus segera bertindak dan tim PHO segera lapor ke polisi.
Pagu anggaran di luar nalar, dimana saat proyek pembangunan tahap I dengan pagu anggaran 1,2 M tahun 2022, kondisi gedung sudah 80% berdiri. Kemudian pada tahun 2024 dianggarkan kembali 1,2M, hasilnya: Kondisi terkini bentuk bangunan Gedung Perpustakaan Kotabumi tidak ada perubahan yang signifikan.
Diberitakan sebelumnya: Kelicikan aktor proyek pembangunan tahap II Gedung Perpustakaan Kotabumi yang tengah melakukan pemalsuan tandatangan tim PHO, dinilai praktisi hukum dapat merugikan negara. APH harus segera bertindak dan tim PHO segera lapor ke polisi. {…}
Baca selengkapnya: Pandangan Praktisi Hukum Atas Kelicikan Aktor Proyek Pembangunan Gedung Perpustakaan Kotabumi


0 Komentar
Silahkan Komentar