![]() |
| Sekretaris Disperkim Lampung Utara, Dirgantara, S.T.,M.T |
BlogGua, Lampung – Proyek Pembangunan Tahap II Gedung Perpustakaan (Perpus) Kotabumi yang kini mengisahkan adanya indikasi perbuatan melawan hukum, konflik dari tahap PHo hingga Tahap FHo mulai direspon dinas terkait. Diharapkan dapat terselesaikan secara internal.
“Pada dasarnya kawan-kawan yang terkait isu dalam berita belum melapor ke saya dan saya juga tidak bertanya tentang itu. Kenapa? Saya berusaha agar isu itu diselesaikan secara internal, sesama teman, sesama sejawat profesi,” kata Sekretaris Disperkim Lampung Utara, Dirgantara, Rabu (07/01/2026) di Kotabumi, Lampung Utara, Lampung.
Lagipula, kata Dirgantara, berita acara PHo itu tidak hanya satu lembar dan yang bertandatangan di situ berupa tim. Pasti mereka bisa selesaikan secara dialog.
“Mungkin itu yang bisa saya respon sementara ini, sampai ada mungkin kawan-kawan mau laporan ke saya enggak apa-apa juga. Tapi jika saya yang bertanya, mungkin enggak,” imbuhnya.
Selain itu, Dirgantara yang sekaligus merangkap sebagai Plt. Kepala Disperkim Lampung Utara mengatakan bahwa belum mengetahui siapa saja yang masuk di dalam tim FHo. Karena, di saat proyek berlangsung Dirgantara belum bertugas di dinas tersebut. Jadi, belum bisa merespon terkait isu berkembang dalam tahap FHo.
“Harapan saya, Kepala Dinas yang saat itu menjabat bisa menjadi mediator untuk mendinginkan konflik,” imbuhnya lagi.
![]() |
| Berita Acara PHo dimaksud |
Di samping itu, ada hal menarik baru yang perlu menjadi perhatian publik. Dimana, Adi Septian Arifin salah satu staf yang berperan sebagai jajaran tim PHo kini mengaku bahwa tandatangan yang berada dalam foto Berita Acara PHo yang disodorkan awak media adalah benar tandatangan dirinya. Padahal, sebelumnya Adi menyampaikan kepada Ketua Tim PHo bahwa tandatangan yang tertuang dalam foto Berita Acara itu bukan tandatangannya. Sudah kena intervensikah? (ZoTu)
Sebagai informasi:
Proyek pembangunan tahap II Gedung Perpustakaan Daerah Kotabumi Lampung Utara menelan pagu anggaran sebesar Rp. 1,2 Miliar dari APBD Perubahan tahun 2024 Disperkim dan Ciptaru Lampung Utara. Proyek dikerjakan oleh pemborong menggunakan CV.Rajhabor Technique.
Hasil pengecekan Ketua Tim Pelaksana Provisional Hand Over (PHO) banyak ditemukan item fiktif, bangunan gedung kacau. Sumur bor dalam proyek pembangunan tahap II Gedung Perpustakaan Kotabumi dikerjakan pemborong setelah dilakukan pemeriksaan tahap PHO.
Tanda tangan Tim PHO dalam surat berita acara serah terima dipalsukan. Padahal, Ketua Tim PHO sudah melaporkan ke PPK bahwa hasil pekerjaan pemborong pembangunan tahap II Gedung Perpustakaan Kotabumi tidak layak untuk diterima.
Praktisi hukum menilai pemalsuan tandatangan tim PHO dapat merugikan negara. APH harus segera bertindak dan tim PHO segera lapor ke polisi.
Pagu anggaran di luar nalar, dimana saat proyek pembangunan tahap I dengan pagu anggaran 1,2 M tahun 2022, kondisi gedung sudah 80% berdiri. Kemudian pada tahun 2024 dianggarkan kembali 1,2M, hasilnya: Kondisi terkini bentuk bangunan Gedung Perpustakaan Kotabumi tidak ada perubahan yang signifikan.
Diberitakan sebelumnya: Bangunan Gedung Perpustakaan Kotabumi yang sebelumnya dinilai kacau oleh Tim PHO kini menimbulkan kesan ketidak nyamanan bagi pengunjung. Tahap Final Handover (FHo) pun diabaikan oleh para aktor proyek. {…}
Baca selengkapnya: Tahap FHo Proyek Gedung Perpustakaan Kotabumi Diabaikan Para Aktor



0 Komentar
Silahkan Komentar