BPK Tepis Kritikan Praktisi Hukum Terkait Audit Proyek Gedung Perpus Kotabumi, Tapi Off The Record!

Pimpred BlogGua, Pazri Romi, S.Kom

BlogGua, Lampung –Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK RI) Perwakilan Provinsi Lampung menepis kritikan praktisi hukum terkait audit proyek pembangunan tahap II Gedung Perpustakaan Kotabumi. Tapi, tidak mau dipublikasikan atau off the record!

“Ada 4 poin yang diuraikan Kepala BPK Perwakilan Lampung. Namun, yaitu: Enggak mau dipublikasikan,” kata Pimpred BlogGua, Pazri Romi, Rabu (28/01/2026) di Kotabumi, Lampung Utara, Lampung.

Guna menghargai ketentuan off the record bersama narasumber, lanjut Pazri, maka uraian demi uraian tanggapan BPK belum bisa dipublkasikan.

“Namun, jika urgent. Apa boleh buat? Hantem kromooo!” imbuhnya.

Sementara, aktor Proyek Pembangunan Tahap II Gedung Perpustakaan Kotabumi, baik yang berperan sebagai PA, PPK dan Pemborong belum dapat dikonfirmasi. (AJO-L)

Sebagai informasi

Tanda tangan Tim PHo dalam surat berita acara serah terima dipalsukan. Padahal, Ketua Tim PHo sudah melaporkan ke PPK bahwa hasil pekerjaan pemborong pembangunan tahap II Gedung Perpustakaan Kotabumi tidak layak untuk diterima.

Praktisi hukum menilai bahwa pemalsuan tandatangan tim PHo dapat merugikan Negara. Untuk itu, praktisi  hukum mendorong Aparat Penegak Hukum (APH) agar segera bertindak menuntaskan kasus ini, dan menyarankan agar tim PHo segera lapor polisi.

Adi Septian Arifin salah satu staf yang berperan sebagai jajaran tim PHo kini mengaku bahwa tandatangan yang berada dalam foto Berita Acara PHo yang disodorkan awak media adalah benar tandatangan dirinya. Padahal, sebelumnya Adi menyatakan kepada Ketua Tim PHo bahwa tandatangannya juga dipalsukan dalam Berita Acara itu.

Proyek pembangunan tahap II Gedung Perpustakaan Daerah Kotabumi Lampung Utara menelan pagu anggaran sebesar Rp. 1,2 Miliar dari APBD Perubahan tahun 2024 Disperkim dan Ciptaru Lampung Utara. Proyek dikerjakan oleh pemborong menggunakan CV.Rajhabor Technique.

Hasil pengecekan Ketua Tim Provisional Handover (PHo) banyak ditemukan item fiktif, bangunan gedung kacau. Sumur bor dalam proyek pembangunan tahap II Gedung Perpustakaan Kotabumi dikerjakan pemborong setelah dilakukan pemeriksaan tahap PHo.

Pagu anggaran proyek di luar nalar; pembangunan tahap I pada tahun 2022 dianggarkan 1,2 M, hasilnya: Kondisi gedung sudah 80% berdiri. Kemudian lanjut pembangunan Tahap II pada tahun 2024 dianggarkan kembali 1,2M, hasilnya: Kondisi terkini bentuk bangunan Gedung Perpustakaan Kotabumi tidak ada perubahan yang signifikan.

Diberitakan sebelumnya: Ulah aktor Proyek Pembangunan Tahap II Gedung Perpustakaan (Perpus) Kotabumi juga menyeret tim Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Perwakilan Lampung lalai dengan prosedur, dokumen foto copy dijadikan bahan untuk melakukan audit keuangan negara. Formalitas belaka!

Baca selengkapnya: Audit BPK Dalam Proyek Pembangunan Gedung Perpus Kotabumi Dinilai Formalitas Belaka


0 Komentar

Silahkan Komentar