![]() |
| Kondisi bangunan gedung 80% sebelum jadi Gedung Perpustakaan Kotabumi |
BlogGua, Lampung – Terkuaknya kelicikan aktor proyek pembangunan tahap II Gedung Perpustakaan Kotabumi dalam memanipulasi data, sudah merupakan suatu indikasi perbuatan melawan hukum. Tambah lagi, pagu anggaran tahun 2024 yang ditentukan di luar nalar.
Diketahui, sebelumnya pada tahun 2022 proyek pembangunan tahap I gedung tersebut menelan pagu anggaran sebesar 1,2 miliar, dikerjakan oleh pemborong yang disetujui oleh PPK dan diketahui oleh Kepala Bidang Cipta Karya. Namun, dari hasil pekerjaan pemborong, bangunan gedung tersebut hanya jadi berkisar 80% alias mangkrak.
Kemudian, pada tahun 2024 pembangunan dilanjutkan dengan judul proyek pembangunan tahap II Gedung Perpustakaan Kotabumi, dianggarkan lagi dengan nilai pagu yang sama, yaitu: sebesar 1,2 Miliar lalu dikerjakan oleh para aktor proyek yang berperan sebagai pemborong menggunakan CV. Rajhabor Technique disetujui oleh PPK dan diketahui oleh Kepala Bidang Cipta Karya Disperkim Lampung Utara.
Jika melihat kondisi bangunan terkini, Jum'at (19/12/2025) di Kotabumi, Lampung Utara, Lampung, lalu dibandingkan dengan anggaran tahap I pembangunan gedung tersebut, maka publik pun bisa menerka bahwa penentuan nilai anggaran atas perbuatan aktor proyek pembangunan tahap II Gedung Perpustakaan Kotabumi sudah benar-benar di luar nalar atau tidak logis. Bagaimana tidak?
Pada tahun 2022 gedung tersebut dianggarkan sebesar 1,2 miliar, hasilnya kondisi bangunan gedung sekitar 80% berdiri alias mangkrak. Kemudian, pada tahun 2024 dianggarkan lagi 1,2 miliar lalu hasilnya bangunan gedung Perpustakaan Kotabumi yang katanya kacau.
![]() |
| Kondisi terkini gedung Perpustakaan Kotabumi |
Semestinya, para aktor proyek kan harus merencanakan titik bangunan yang kurang agar bangunan tersebut 100% jadi. Kecuali, para aktor proyek ingin mengubah bangunan gedung pemerintahan itu yang lebih megah. Kemungkinan bisa menghabiskan anggaran negara lebih dari 1,2 Miliar. Faktanya, kondisi terkini bentuk bangunan gedung tidak ada perubahan yang signifikan. (ZoTu)
Sebagai informasi:
Proyek pembangunan tahap II Gedung Perpustakaan Daerah Kotabumi Lampung Utara menelan pagu anggaran sebesar Rp. 1,2 Miliar dari APBD Perubahan tahun 2024 Disperkim dan Ciptaru Lampung Utara. Proyek dikerjakan oleh pemborong menggunakan CV.Rajhabor Technique.
Hasil pengecekan Ketua Tim Pelaksana Provisional Hand Over (PHO) banyak ditemukan item fiktif, bangunan gedung kacau. Sumur bor dalam proyek pembangunan tahap II Gedung Perpustakaan Kotabumi dikerjakan pemborong setelah dilakukan pemeriksaan tahap PHO.
Tanda tangan tim PHO dalam surat berita acara serah terima dipalsukan. Padahal, Ketua Tim PHO sudah melaporkan ke PPK bahwa hasil pekerjaan pemborong pembangunan tahap II Gedung Perpustakaan Kotabumi tidak layak untuk diterima.
Diberitakan sebelumnya: Kecurigaan terjadinya kecurangan ataupun kelicikan bahkan kongkalikong dan penuh manipulasi data dalam proyek pembangunan tahap II Gedung Perpustakaan Kotabumi, kini mulai terkuak dan jelas. Faktanya, tanda tangan tim Provisional Hand Over (PHO) dipalsukan! {…}
Baca selengkapnya: Terkuak! Fakta Kelicikan Aktor Proyek Pembangunan Gedung Perpustakaan Kotabumi



0 Komentar
Silahkan Komentar