Arinal Bertindak Sebagai Inspektur Upacara HUT ke-77 Kemerdekaan RI

Gubernur Lampung, Arinal Djunaidi (di podium)

BlogGua, Lampung - Sejak Kebangkitan Nasional 20 Mei 1908 dan kelahiran Provinsi Lampung pada tanggal 18 Maret 1964. Saat ini Pembangunan secara Nasional khususnya di Provinsi dan Kabupaten/Kota sudah berlari dengan terus menjaga ritme semangat kerja dan budaya inovasi kerja, semangat itu pula yang terus digaungkan dalam upaya pengendalian Covid-19 di Provinsi Lampung. 

Pernyataan tersebut sebagaimana yang disampaikan oleh Gubernur Lampung, Arinal Djunaidi yang bertindak sebagai Inspektur Upacara HUT ke-77 Kemerdekaan RI Tahun 2022 di Lapangan Korpri, Bandar Lampung, Lampung, Rabu (17/08/2022). 

"Saya meyakini, dengan sikap responsif dan kegigihan serta terus bersinergi akan memperkokoh ketahanan bangsa kita, khususnya di Provinsi Lampung Sai Bumi Rua Jurai tercinta,"imbuhnya.

Hal tersebut juga, kata Arinal, selaras dengan apa yang disampaikan oleh Presiden Republik Indonesia Joko Widodo dalam pidato kenegaraan pada 17 Agustus 2022, dimana Negara Indonesia termasuk negara yang berhasil mengendalikan pandemi Covid-19, Indonesia termasuk ke dalam lima besar negara dengan vaksinasi terbanyak di dunia, yaitu 432 juta dosis vaksin yang telah disuntikkan. 

Secara nasional, Presiden menegaskan inflasi berhasil dikendalikan di kisaran 4,9 persen. Angka ini jauh di bawah rata-rata inflasi ASEAN yang berada di sekitar 7 persen dan jauh di bawah inflasi negara-negara maju yang berada di sekitar 9 persen.

Bahkan, sampai pertengahan tahun 2022 ini, APBN juga surplus Rp106 triliun. Oleh karenanya, Pemerintah mampu memberikan subsidi BBM, subsidi LPG, dan subsidi listrik, sebesar Rp502 triliun di tahun 2022 ini agar harga BBM di masyarakat tidak melambung tinggi.

Selain itu, lanjut Arinal, ekonomi berhasil tumbuh positif di angka 5,44 persen pada kuartal II tahun 2022 ini. Neraca perdagangan juga surplus selama 27 bulan berturut-turut, dan di semester I tahun 2022 ini surplusnya sekitar Rp364 triliun. 

"Capaian tersebut patut kita syukuri. Fundamental ekonomi Indonesia tetap sangat baik di tengah ekonomi dunia yang sedang bergolak. Di satu sisi, kita memang harus tetap waspada dan harus tetap hati-hati. Namun di sisi lain, agenda-agenda besar bangsa harus terus kita lanjutkan untuk meraih Indonesia Maju," ucap Arinal.

Presiden Republik Indonesia Joko Widodo menekankan pada pidato kenegaraannya, bahwa Indonesia memiliki banyak kekuatan dan peluang yang besar, kemudian memiliki kesempatan yang besar untuk membangun Indonesia yang inklusif, berkeadilan, dan berkelanjutan.

Arinal kemudian mengungkapkan, terdapat lima agenda penting dalam pembangunan Indonesia, diantaranya yaitu :

Pertama, hilirisasi dan industrialisasi sumber daya alam harus terus dilakukan.

Kedua, selain hilirisasi, optimalisasi sumber energi bersih dan ekonomi hijau harus terus kita tingkatkan.

Ketiga, perlindungan hukum, sosial, politik, dan ekonomi untuk rakyat harus terus diperkuat.

Keempat, UMKM harus terus didukung agar bisa segera naik kelas.

Kelima, pembangunan Ibu Kota Nusantara terus harus dijaga keberlanjutannya. IKN bukan hanya untuk para ASN, tetapi juga para inovator dan para wirausahawan. (kmf)