Cegah Gejolak, Pemimpin Daerah Harus Piawai Komunikasi, Jelas Sudirman D. Hury!

Sudirman D. Hury

BlogGua, Lampung -  Salah satu kunci sukses menjadi seorang pemimpin daerah adalah kepiawaian berkomunikasi. Ini supaya tidak terjadi disinformasi di masyarakat terkait kebijakan-kebijakan pemerintah daerah. 

"Pemimpin daerah, khususnya di Sumbagsel harus bisa berkomunikasi secara baik dengan rakyatnya. Karena dengan komunikasi tersebut dapat menyerap dengan baik berbagai keluh kesah masyarakat," jelas Ketua Umum Tenaga Pembangunan (TP) Sriwijaya, Sudirman D. Hury, Sabtu (19/02/2022). 

Terlebih di era milennial teknologi digital  modern saat ini, berbagai sarana komunikasi tersedia dengan baik. Bagaimana memanfaatkan sebaik mungkin berbagai fasilitas tersebut dengan kepiawaan public speaking yang bagus komunikasi akan berjalan baik juga. Mudah menyampaikan berbagai sosialiasi pemerintah, berdialog, hingga mengetahui apa yang dibutuhkan dan diinginkan masyarakat kebanyakan yang ada diwilayah itu. Hingga ditemukan solusi - solusi terbaik yang dituangkan melalui ucapan yang baik dan  tindakan nyata. 

Kebijakan-kebijakan pemerintah dapat tersampaikan dengan baik ke masyarakat. Karena bisa terjadi gejolak di masyarakat akibat dari tidak tersampaikannya kebijakan dengan baik. Komunikasi yang baik juga mempermudah dalam penyampaian gagasan serta kritikan.

"Karena itu, penting bagi pemimpin untuk menguasai public speaking yang baik, agar tidak membuat orang lain tersinggung," kata dia. 

Selain piawai dalam berkomunikasi, keutamaan yang harus dimiliki oleh seorang pemimpin adalah mampu berpikir kritis.

"Ini menjadikan kita tegas dalam membuat kebijakan, dengan tetap berpikir jernih dan rasional," jelas lulusan Doktor ilmu hukum ini. 

Pria yang saat ini menjabat sebagai Assesor SDM Aparatur Ahli Utama Kemenkumham RI ini menambahkan, kemampuan lainnya yang harus dimiliki seorang pemimpin adalah kreative dan inovatif. Hal ini harus dimiliki oleh siapapun untuk dapat melaksanakan tugas dan tanggungjawabnya dengan baik yakni sebagai cara penyelesaian masalah, sekaligus mencari solusi yang efektif dan efisien. 

Hal lain yang tidak kalah penting bagi seorang pemimpin adalah kecerdasan emosional yang harus selalu diasah. Menurutnya, kecerdasan emosional inilah yang membedakan kita dengan mesin atau robot karena robot tidak memiiliki itu, sehingga kita bisa bersikap bijak dan berempati terhadap rakyat kecil.

"Pemahaman diri, berbicara efektif, dan berempati adalah tiga hal yang disebut sebagai people skills. Jika ini dikuasai dengan baik maka akan menjadi pemimpin yang dicintai oleh masyarakat," tegas Sudirman. (Hn/Wari)