Soal Nasi Bungkus Ada Belatung, Kadis Perdagangan Tunggu Laporan Tertulis

Kadis Perdagangan, Hendri dan Nurlelawati alias Leni berikut Anggota LP3K RI saat audiensi

BlogGua, Lampung Utara – Terkait peristiwa Nasi Bungkus Ada Belatung yang beredar di kalangan masyarakat, Pemerintah Kabupaten Lampung Utara menunggu laporan tertulis dari pihak korban sebagai dasar untuk menindaklajuti keluhan yang telah disampaikan.

Hal tersebut dikatakan Kepala Dinas (Kadis) Perdagangan Kabupaten Lampung Utara, Hendri usai beraudiensi dengan Nurlelawati alias Leni yang didampingi Anggota LP3K-RI Lampung Utara di ruang kerja Kadis, Senin (19/07/2021).

“Terkait dengan peristiwa yang dialami korban akan saya tindaklanjuti secepatnya, tapi saya meminta untuk dibuatkan surat,”kata Kadis Hendri kepada awak media.

Selain itu, Kadis Hendri menyampaikan, kiranya juga korban kurang puas tidak apa-apa untuk dilaporkan ke Aparat Penegak Hukum (APH) di Wilayah Hukum setempat.

“Kewenangan Pemerintah Daerah hanya sebatas pembinaan dan pengawasan, tentunya sebatas sanksi Administratif. Untuk sanksi pidana kewanangannya ada pada Aparat Penegak Hukum (APH),”tandasnya.

Untuk diketahui, sebelumnya Nurlelawati alias Leni mengaku kepada awak media telah melihat Ulat Belatung dari dalam Nasi Bungkus yang dibeli dari penjual yang menempati Rumah Makan Ampera Pondok Putri (RM- APP) Bukit Kemuning, Lampung Utara sekira pukul 11:30 WIB, Kamis (15/07/2021).

“Saya membeli nasi dengan menu ayam dan telur bersama sayur nangka total jumlah belanja 20rb, Selanjutnya pada saat itu saya ingin makan dan setelah saya buka ada Ulat Belatung lompat, saya carilah darimana sumber Ulat Belatung tersebut,” ujar Leni, Jum’at (16/07/2021).

Nasi itu saya oyak-oyak, lanjut Leni, termasuk daging ayam, terlihatlah ada ulat Belatung yang masih hidup pada daging ayam. “Saya panggilah saksi pak Samsu, untuk menyaksikan di daging ayam ada Ulat Belatung,”imbuhnya.

Setelah mengetahui ada barang yang menjijikkan, kemudian nasi bungkus tersebut dipulangkan oleh Leni ke Rumah Makan dimana tempat Leni membeli. Akan tetapi, pelayan Rumah Makan tersebut cuek dan tidak menggubris apa yang dikatakan Leni.

“Sampai disana, saya juga katakan ini daging ayam ada Ulat Belatung. Tapi pelayannya cuek tidak menggubris apa yang saya katakan, malah melayani orang lain,”kata Leni.

Namun, ketika Leni akan pergi meninggalkan Rumah Makan tersebut, dengan cepat pelayan rumah makan dimaksud menanggapi Leni dengan bertanya,’Mau Diganti Apa Yuk?’. Akan tetapi, karena Leni sudah dalam keadaan kesal, Leni berbalik tidak menggubris pelayan dan berkata ‘enggak usah’.

“Setelah saya akan pergi baru dia pelayan Rumah Makan itu, mau diganti apa Yuk”? Karena saya  sudah sangat jengkel, saya bilang ga usah,” tutup Leni. (tim-AWPI)