Di Bulan Ramadhan, Pemkab Lampura Bakal Gelar Pasar Murah


BlogGua, 
Lampung Utara - Untuk meringankan beban Masyarakat di tengah Pandemi Covid-19 saat bulan Suci Ramdhan, bebagai terobosan dilakukan oleh Kepala Dinas Perdagangan(Kadisdag) Lampung Utara(Lampura).

Tak hanya menjemput bola ke Provinsi terkait Pasar Murah, namun ia juga langsung menemui beberapa pelaku usaha untuk mengadakan pasar Murah yang diperuntukan bagi Masyarakat Bumi Ragem Tunas Lampung.

”Alhamdulillah, Insyaallah jika nggak ada halangan Pasar Murah di Lampura ada dua titik. Satu dari Subsidi Provinsi dan satu lagi dari Non Subsidi yang diberikan oleh para Pelaku Usaha,”ujar Kadisdag Lampura Hendri saat dikonfirmasi Radar Kotabumi melalui sambungan teleponnya usai mengikuti rapat Pasar Murah di Provinsi, Senin(12/4).

Rencananya, Pasar Murah yang akan diadakan oleh Dinas Perdagangan Provinsi Lampung, sebelumnya akan diadakan tanggal 19 April, mundur pada tanggal 26 April 2021 mendatang.

Untuk lokasinya sendiri akan dirapatkan bersama dan mencari lokasi yang memang mudah di jangkau Masyarakat. Untuk sembako yang akan di jual tentunya Masyarakat hanya menebus kupon yang akan dibagikan sebesar 50 persen dari harga yang memang sudah diambil dari Distributor secara langsung.

”Jadi nantinya kalau beras itu umumnya harganya Rp 10 Ribu perkilogram(kg) dalam pasar murah akan di jual dengan harga Rp 9 Ribu perkg. Kalau ada 5 kg beras, artinya Rp 45 Ribu dan Masyarakat hanya hrus membayar sebesar Rp 22.500. Begitu juga untuk Gula, Minyak dan Telur,”jelasnya.

Untuk jumlahnya sendiri masih Hendri, jika tidak ada halangan, Lampura akan mendapat 4000 paket sembako. Sementara untuk Pasar Murah yang akan di Subsidi oleh beberapa Perusahaan yang ada di Provinsi Lampung sendiri belum ditentukan kapan pelaksanaanya. Namun tetap akan diadakan pada saat bulan Ramdhan.
Lokasinya sendiri rencananya akan ditempatkan di Kecamatan Kotabumi Utara atau di wilayah Sungkai.

”Kita menstimulankan pertumbuhan perekonomian dan meningkatkan daya beli Masyarakat. Mengingat dalam masa Pandemi Covid-19 saat ini daya beli Masyarakat berkurang,”pungkasnya.(*)