Pasca Bentrok Berdarah, Yantoni Dorong Tim Gugas Segera Ukur Ulang HGU PT. HIM

Ketua Komisi I DPRD Tulang Bawang Barat, Yantoni

BlogGua, Lampung - Pasca bentrok berdarah antara massa Masyarakat Adat 5 (lima) keturunan Bandar Dewa dengan Satpam PT. HIM, Ketua Komisi I DPRD Tulang Bawang Barat, Yantoni mendesak Tim Gugus Tugas (gugas) Reforma Agraria setempat untuk segera melakukan langkah-langkah yang direkomendasi DPRD. Hal ini menurut dia untuk mendapatkan kepercayaan masyarakat adat dan keluarga para Satpam pelaku penganiayaan yang kini telah dilakukan penahanan oleh Polisi.

"Tim Gugas harus memulai melakukan pengukuran ulang lahan PT. HIM, sekaligus menata serta menertibkan kegiatan perusahaan tersebut," kata Yantoni di Lampung, Sabtu (05/03/2022).

Menurutnya, Komisi I DPRD Tulang Bawang Barat sangat prihatin terhadap kondisi keluarga korban akibat lambannya penanganan konflik pertanahan oleh tim Gugas yang sebenarnya sangat remeh temeh tersebut.

Langkah ini, jelas Yantoni, untuk menenangkan keluarga dari kedua belah pihak korban gesekan yang sekarang sudah ditahan oleh Polisi, akibat lambannya penanganan kasus ini oleh Tim Gugas.

"Kita berharap kesimpulan ratas bukan formalitas saja, tapi harus diimplementasikan supaya rasa tenang dan nyaman bisa dirasakan masyarakat dan perusahaan," tandasnya.

Untuk mendapatkan tanggapan atas desakan Ketua Komisi I DPRD Tubaba, hingga berita ini ditayangkan, media ini terus berupaya melakukan konfirmasi ke pimpinan Tim Gugas.

Sementara itu, Pasca bentrok warga lima keturunan Bandar Dewa dengan Satpam di areal perkebunan karet PT. HIM pada Rabu (2/3) menimbulkan korban luka di kepala seorang warga 5 Keturunan Bandar Dewa bernama Sabirin, Polres Tubaba berhasil mengamankan empat personil Satpam dan menetapkannya 3 orang sebagai tersangka, satu orang diantaranya masih dilakukan pemeriksaan.

Sejauh ini ketiga satpam PT. HIM tersebut dengan inisial ARD, TD, AND  telah mengakui bahwa telah melakukan pengeroyokan kepada korban Sabirin.

Kapolres Tubaba, AKBP Sunhot P Silalahi melalui Kasat Reskrim, AKP Fredy Aprisa Putra Parina membenarkan hal tersebut.

"Iya benar, sudah kita lakukan penahanan untuk ketiga orang tersebut melalui mekanisme proses hukum," ungkapnya kepada awak media, Sabtu (05/03).

"Untuk yang satu, masih dalam perawatan medis mengingat terluka dan tidak memungkinkan," terangnya. (*/Junaidi Ismail)

Diberitakan sebelumnya, Setelah, selama menjabat sebagai Bupati Tulang Bawang Barat, Umar Ahmad belum sekalipun menyediakan waktu untuk melakukan 'penyentuhan' secara langsung terhadap permasalahan yang dihadapi Masyarakat Adat 5 Keturunan Bandar Dewa, warganya, dalam memperjuangkan hak-haknya selaku warga negara lantaran lahan Ulayat mereka diduga dicaplok PT. HIM. Hingga akhirnya, terjadi bentrokan berdarah dengan 1 orang korban, Sabirin, luka parah dikepala dan beberapa bagian tubuh, diduga dianiaya oknum Satpam PT. HIM dua hari belakangan. {...}

Baca selengkapnya: Penuturan Umar Ahmad Sikapi Sengketa Bandar Dewa Hanya Retorika Belaka, Cibir Benson!