Bentrokan Pecah Kepala Dipicu Polres Tubaba Tebang Pilih, Tutur Achmad Sobrie!

Kuasa ahli waris 5 keturunan Bandar Dewa, Ir Achmad Sobrie

BlogGua, Lampung - Kuasa ahli waris 5 (lima) keturunan Bandar Dewa, Achmad Sobrie angkat bicara terkait bentrokan yang terjadi antara massa masyarakat adat 5 keturunan Bandar Dewa dengan Satpam PT. Huma Indah Mekar (HIM) hingga jatuhnya korban luka berat di kepala Sabirin (35).

Bentrokan tersebut menurutnya, akibat penerapan penegakan hukum yang tebang pilih oleh Kepolisian Resor Tulang Bawang Barat (Polres Tubaba).

"Bentrokan tersebut terjadi dipicu akibat tidak diterapkannya penegakan hukum secara adil oleh Polres Tulang Bawang Barat," tutur Achmad Sobrie di Lampung, Kamis (03/03/2022).

"Penahanan Amin yang dilakukan secara sewenang-wenang oleh pihak Polres yang diduga melakukan pengrusakan di areal kebun karet PT. HIM. Sedangkan, kebun karet tersebut ditanam di lahan tanah Masyarakat Adat 5 Keturunan Bandar Dewa, di luar HGU," sambung mantan Widyaswara itu.

Pada sisi lain, lanjut Sobrie, penyerobotan tanah masyarakat adat tersebut secara resmi sudah kami laporkan, paparkan dihadapan jajaran aparat Polres Tubaba pada tanggal 7 Februari 2022 dan disertai penyerahan dokumen secara lengkap pada tanggal 8 Februari 2022. Namun sejauh ini tidak ada tindak lanjutnya.

"Gugus Tugas Reforma Agraria yang diberi mandat oleh Pemerintah dan didukung oleh DPRD Tubaba untuk menyelesaikan sengketa tanah 5 keturunan Bandar Dewa dengan PT. HIM telah berlangsung 40 tahun, cenderung diabaikan dan tidak perduli. Padahal lahan tersebut didepan kantor Bupati Tulang Bawang Barat," tandas mantan tenaga ahli Pemkab Lampung Tengah.

Sebelumnya, Ketua MPW Pemuda Pancasila (PP) Provinsi Lampung Hi. Rycko Menoza SZP, SE,MBA Ketua MPW PP Lampung. menyesalkan tindakan tidak taat hukum petugas keamanan PT. Huma Indah Mekar (HIM) atas dugaan Penganiayaan terhadap salah seorang dari warga Masyarakat Adat 5 Keturunan Bandar Dewa, Sabirin, yang juga sebagai ketua PAC Pemuda Pancasila Tulang Bawang Tengah Kabupaten Tulang Bawang Barat Provinsi Lampung.

"Saya belum mendapatkan informasi secara utuh terkait dugaan korban security tersebut juga merupakan salah satu Pengurus Anak Ranting di Cabang Tulang Bawang Barat," kata Rycko Menoza. 

"Yang pasti siapapun korban dan pelakunya,  mendorong pihak kepolisian untuk bisa menyelesaikan permasalahan ini yang bisa berdampak korban lainnya," sambungnya. 

PP, menurut dia, menentang segala bentuk kekerasan apalagi sampai menimbulkan korban luka. 

"Mudah-mudahan pihak-pihak berwenang, Tokoh Adat, termasuk Pemkab juga pemilik perusahaan bisa mencari solusi bagaimana sengketa lahan yang rentan terjadi tidak terjadi lagi," harap Rycko menandaskan.

Kesaksian Salmani, Sekretaris MPC PP Tulangbawang Barat

Salmani, Sekretaris MPC PP Tulang Bawang Barat yang berada ditempat pada saat peristiwa penganiayaan oleh Satpam PT. HIM terhadap warga Masyarakat Adat 5 Keturunan Bandar Dewa berlangsung, menuturkan dengan rinci kronologis kejadian hingga kesaksiannya melihat luka korban identik dengan akibat senjata tajam.

"Kejadian itu kurang lebih sekitar Jam 3: 00. Pada dasarnya kami itu berbondong-bondong sedang mau ke kantor perusahaan PT. HIM itu, salah satunya karena disitu sudah banyak PAM dari Brimob dan sebagainya Polisi, kami ingin mempertanyakan masalah saudara kami Amin yang lagi ditahan," kata Salmani mengawali kisahnya. Rabu, (2/3) malam.

Karena prosedurnya, lanjut dia, warga menganggap tidak sesuai dengan prosedur, sebab surat panggilannya juga tidak ada yang pegang. Lalu belum sempat bertanya yang banyak, Salmani masih di dalam mobil, tiba-tiba dalam radius sekitar 200 meter melihat saudara Sabirin ini sudah terjadi perkelahian. Tetapi awalnya warga tidak yakin kalau itu Sabirin, entah siapa yang sudah diinjak-injak. 

"Disitu ada Satpam, ada juga oknum kepolisian yang melakukan tindakan penganiayaan. Bahkan kepolisian ada banyak disitu membiarkan tindakan penganiayaan yang dilakukan oleh Satpam," ungkapnya. 

Salmani membeberkan, Nah, begitu kami turun dari mobil, kami kejar, akhirnya merangseklah para pelaku-pelaku itu, mundur. Tetapi kami sudah terlanjur akhirnya bentrokan dengan aparat kepolisian. Begitu kami lihat, ternyata yang diinjak-injak itu saudara kami Sabirin, ketua PAC PP Tulang Bawang Tengah. 

"Hanya kita tidak sempat berpikir bahwa Sabirin yang lukanya begitu parah karena kami sudah bentrok dengan kawan-kawan kepolisian. Kejadian itu sudah seperti begitu cepatnya, sehingga ada juga dari pihak kepolisian yang keseleo atau patah kaki, yakni kasat Intelkam Polres Tulang Bawang Barat, AKP Tora Egen Sitompul yang terjatuh sendiri ketika akan menenangkan anggotanya dan massa,"urainya. 

Salmani dan Iwan TB berjuang menenangkan massa karena luar biasa tidak terkendali, kejadian begitu cepat malam ini pun melaporkan ke Polres Tulang Bawang Barat untuk agar mereka juga melakukan tindakan cepat dan agresif terhadap pelaku-pelaku yang melakukan penganiayaan terhadap saudara Sabirin.

Sementara itu, dihubungi terpisah, Kasat Intelkam Polres Tulang Bawang Barat AKP Tora Egen Sitompul mengaku bahwa dirinya belum bisa berkomentar, lantaran kakinya masih sakit akibat terkena lemparan batu saat berusaha melerai bentrokan antara anggotanya dengan massa 5 Keturunan Bandar Dewa dilokasi kejadian, sesaat setelah Sabirin diduga dianiaya oleh Satpam PT. HIM. (*/Junaidi Ismail)

Diberitakan sebelumnya, Gesekan berdarah antara warga dan satpam perkebunan terjadi di pintu masuk perkantoran PT. HIM di Tiyuh (Desa) Penumangan Kecamatan Tulang Bawang Tengah Kabupaten Tulang Bawang Barat Provinsi Lampung, Rabu (02/03/2022) sekitar pukul 15.30 WIB. {...}

Baca selengkapnya : Gesekan Dengan Satpam, Warga 5 Keturunan Bandar Dewa Pecah Kepala