Tim Gugas Reforma Agraria Tubaba Akan Fasilitasi-Sengketa Tanah 5 Keturunan Bandar Dewa

Ketua Komisi I DPRD Tulang Bawang Barat, Yantoni

BlogGua, Lampung - Menyikapi keraguan pihak Masyarakat Adat 5 (lima) Keturunan Bandar Dewa atas keseriusan Tim Gugus Tugas (Gugas) Reforma Agraria Tulang Bawang Barat (tubaba) menindaklanjuti rekomendasi DPRD Tulang Bawang Barat, Ketua Komisi I DPRD Tulang Bawang Barat, Yantoni menjelaskan bahwa pihaknya telah melakukan rapat terbatas dengan Tim Gugas setempat, Rabu (23/02/2022). 

Hasil pembahasan ratas tersebut, Tim Gugas akan mengundang Masyarakat Adat 5 (lima) Keturunan Bandar Dewa, dan kali ini benar-benar akan memfasilitasi penyelesaian kasus tanah Ulayat Masyarakat 5 Keturunan Bandar Dewa dengan PT. Huma Indah Mekar (HIM). 

"Pada hari Rabu kemarin, kami (Komisi I) sudah melakukan diskusi dalam rapat terbatas dengan Tim Gugas, kesimpulannya ketua harian Tim Gugas akan mengundang pihak Masyarakat Adat 5 Keturunan Bandar Dewa dan akan memfasilitasi penyelesaian kasus tanah Ulayat Masyarakat  5 Keturunan dengan PT HIM," kata Yantoni melalui sambungan seluler, disela-sela audiensi dengan Kementerian ATR BPN RI dengan tujuan untuk membahas permasalahan PT. HIM, Sabtu (26/2/22).

Kemudian didalam pertemuan itu, lanjut Yantoni, Alhamdulillah Tim Gugas sudah mau menyikapi rekomendasi daripada DPRD. DPRD, tambahnya, sampai saat ini belum pernah meminta kepada Tim Gugas untuk pengukuran ulang, sebab permintaan sederhana mengukur ulang itu murni datang dari masyarakat. Tetapi yang tidak kalah pentingnya adalah melakukan penataan dan penertiban terhadap aktivitas PT. HIM.

"Alhamdulillah saya mengucapkan hanya sekecil itu masyarakat minta kepada Tim Gugas untuk pengukuran ulang, tetapi yang perlu yang teramat penting bagi DPRD itu bukan hanya pengukuran ulang tetapi menata dan menertibkan itu yang harus dilakukan juga oleh Tim Gugas.

Kita minta semua Tim Gugas, rinci Yantoni, karena terdiri dari dinas terkait, Dispenda harus mengevaluasi daripada kerugian-kerugian ataupun Pajak yang sudah dipenuhi oleh perusahaan.

Kemudian, Dinas perkebunan kita minta supaya betul-betul mengevaluasi perusahaan sebatas mana kewajiban perusahaan itu yang tentunya sesuai dengan peraturan pertanian perusahaan harus menyiapkan kebun masyarakat seluas 20 persen.

Lantas, Tim harus mengevaluasi lagi, apakah setiap berkala 6 bulan perusahaan itu menyampaikan program kerjanya mereka selama ini.

Kemudian juga, kita minta kepada dinas PUPR untuk mengevaluasi atau monitoring, melakukan pengawasan tentang bangunan yang ada di PT. HIM termasuk pabrik, PT. HIM mempunyai aktivitas pabrik pengolahan lateks. 

Kemudian lagi, BPLHD supaya melakukan tugas dan fungsinya pengawasan tentang limbah dan yang lain-lainnya. 

Sampai dengan dinas-dinas yang lain itu kita minta nantinya Tim Gugas menyampaikan hasil daripada kerjanya mereka, karena kita melihat bahwasanya perusahaan itu sudah betul-betul diduga selama sekian puluh tahun mengemplang pajak, ataupun selama ini tidak memenuhi sebagian penghasilan daripada kebun yang diluar daerah HGU.

Ketika memang Tim Gugas sudah melakukan tugas itu dan ternyata memang perusahaan betul-betul tidak melakukan kewajibannya, itu tentukan sanksi. Harus diterapkan sanksi karena bukan sedikit, kalau memang dugaan sekarang ini yang sudah jelas diluar daripada HGU itu sudah ribuan hektar. 

Tim Gugas yang terdiri dari dinas-dinas terkait, jadi dinas tersebut harus memonitoring dan hasil monitoring itu DPRD minta untuk disampaikan," paparnya. 

Disamping itu, Yantoni juga menyampaikan dalam kunjungan Komisi I DPRD Tulang Bawang Barat ke Jakarta, pihaknya akan berkunjung audiensi dengan Direktorat Penanganan Sengketa dan Konflik Pertanahan.

Hingga berita ini ditayangkan, Sabtu (26/2/22), belum ada tanggapan dari pimpinan PT. HIM dan keterangan lebih lanjut dari Kepala BPN sekaligus Ketua harian Tim Gugas Reforma Agraria, Aziz Heru Setiawan. (*/Junaidi Ismail)

Diberitakan sebelumnya, Salah satu ahli waris 5 keturunan Bandar Dewa pilar Pangeran Goeroe Alam, Benson Wertha meragukan kesungguhan Tim Gugus Tugas (Gugas) Reforma Agraria Kabupaten Tulang Bawang Barat agar melaksanakan dan menindaklanjuti rekomendasi DPRD Tulang Bawang Barat untuk melakukan pengukuran ulang lahan sekaligus melakukan penataan dan penertiban PT. HIM anak perusahaan PT. Bakrie Sumatera Plantations Bakrie milik pengusaha asal Lampung, Aburizal Bakrie. {...}

Baca selengkapnya : Benson Wertha Ragukan Keseriusan Tim Gugas Reforma Agraria Tulang Bawang Barat

0 Komentar

Silahkan Komentar