Pengurus TP Sriwijaya Dituntut Peka Terhadap Kondisi Minyak Goreng

Sudirman D. Hury (pakai kopiah)

BlogGua, Jakarta - Pengurus Organisasi Kemasyarakatan Tenaga Pembangunan Sriwijaya (TP Sriwijaya) dituntut untuk selalu peka terhadap situasi dan kondisi di daerahnya masing-masing. Hal ini supaya menunjukkan Hadirnya Organisasi ini di tengah masyarakat. 

"Baik pengurus pusat maupun pengurus daerah harus responsif terhadap keadaan di sekitarnya," ujar Ketua Umum TP Sriwijaya Sudirman D. Hury,  ketika menerima audiensi Pengurus Daerah TP Sriwijaya Sumatera Selatan di kediamannya di Jakarta Selatan, Senin (21/02/2022). 

Dalam kesempatan tersebut juga dilakukan penyerahan Surat Keputusan (SK) Kepengurusan TP Sriwijaya Sumatera Selatan yang pada Januari silam baru saja melaksanakan Musayawarah Daerah (Musda), sekaligus menyusun komposisi pengurus baru periode 2022-2027. Setelah Musda tersebut  dikukuhkan pengurus baru yang diketuai oleh  Febriansyah Tradjumas Rozak. 

Dalam audiensi ini, Sudirman menekankan agar program kerja pengurus daerah harus sejalan dengan kebijakan pemerintah daerah.

"Harus memiliki program-program unggulan untuk membantu pemerintah daerah dan masyarakat," imbuhnya.

Menurutnya, pengurus organisasi ini dituntut untuk peka terhadap situasi dan kondisi di daerahnya masing-masing.

"Repsonsif terhadap keadaan sekitar, sehingga organisasi ini dirasakan kehadirannya oleh masyarakat," tegasnya. 

Ia mencontohkan kondisi kelangkaan minyak goreng yang saat ini sedang melanda dan membuat resah masyarakat. Bahkan hal ini membuat banyak para pelaku usaha kecil bidang kuliner terhambat usahanya. 

Untuk itu, pengurus TP Sriwijaya tidak boleh berpangku tangan, harus turut membantu mengatasi persoalan di masyarakat ini. Apalagi para pengurus organisasi ini terdiri dari berbagai profesi mulai dari akademisi, politisi, pengusaha bahkan birokrat. 

"Bersama para stakeholder hendaknya melakukan pengawasan, sehingga mampu memastikan tidak terjadi penimbunan barang di daerahnya," ujarnya.

Langkah lain yang perlu dilakukan adalah Pemerintah Daerah menggelar operasi pasar minyak goreng sesering mungkin. 

"Saya mengapresiasi sejumlah Pemerintah Daerah, bersama pihak berwenang lainnya yang telah melakukan langkah langkah, paling tidak dengan melakukan sidak di gudang-gudang distributor. Namun saya juga melihat ada Pemerintah Daerah yang masih acuh terhadap persoalan ini," imbuhnya. 

Di sisi lain, pria kelahiran Pesisir Barat, Lampung ini juga mengimbau pengusaha tidak melakukan aksi ambil untung berlebihan, apalagi sampai melakukan penimbunan barang. 

"Kita melihat ratusan ibu-ibu harus mengantri untuk mendapatkan beberapa liter minyak goreng," ujarnya.

Kerumunan yang terjadi ini tentunya bisa memicu penyebaran virus Covid 19 yang masih menjadi pandemi hingga saat ini.

Menurutnya, bila semua stakeholder bekerjasama, ia optimistis kelangkaan kebutuhan pokok masyarakat dapat segera diatasi.

"Semua pihak harus bersinergi untuk menyelesaikan masalah ini secara bersama," pungkasnya. (Wari)