Gerah Dengan Predikat Pratama, Wali Kota Metro Evaluasi Kinerja Tim KLA

Walikota Metro, Wahdi Siradjuddin (tengah) 

BlogGua, Metro - Pemerintah Kota (Pemkot) Metro mengadakan Rapat Evaluasi Kota Layak Anak (KLA) di tahun 2021 dan Persiapan Penilaian Kota Layak Anak di tahun 2022. Acara berlangsung di Aula Pemerintah Kota (Pemkot) Metro, Kamis (06/01/22). 

Walikota Metro, Wahdi Siradjuddin menyampaikan, hari ini kegiatan Pemkot adalah evaluasi kota layak anak di tahun 2021, karena hal seperti ini sangat penting sekali dan disini sama saja pemkot sudah mempersiapkan generasi untuk masa depan. 

"Hal ini sesuai dengan yang sudah saya sampaikan, yaitu sesuai dengan misi satu GEMERLANG (Generasi Emas Metro Cemerlang) yang capaiannya nanti pada Indonesia Emas 2045. Selama ini kota layak anak hampir bertahun-tahun hanya di Pratama saja, artinya terburuk," ujarnya. 

Wahdi juga menyampaikan, mangkannya pada saat ini kita tersadar, saat ini kita harus menaikan lagi upaya-upaya kita untuk meningkatkan status kita. Kemarin waktu Menteri PPA datang ke Kota Metro merasa heran, mengapa Kota Metro masih di Pratama, harusnya Kota Metro ini sudah nindya. 

"Jadi, dengan inilah kita akan meningkatkan capaian tersebut, dan disini kami mohon doa dari masyarakat semuanya. Bahwa capaian kota layak anak di Kota Metro harus diurusi semuanya, mulai dari eksekutif, legislatif, yudikatif," katanya. 

Wahdi juga mengatakan, dengan adanya kota layak seperti ini, kita sudah membuat forum untuk anak, yang mana, setelah ada forum anak ditingkat kelurahan nantinya mereka-mereka dapat mengikuti musrenbang. 

"Jadi, di musrenbang itulah meraka bisa menyampaikan apa yang ada di pemikiran mereka. Selain itu juga, dibentuknya forum anak ini adalah untuk mendidik dan mengajarkan anak-anak kita untuk bisa berorganisasi dengan baik," ucapnya. 

Lanjut Wahdi, selain itu, kami Pemerintah Kota (Pemkot) Metro mempunyai target, untuk kota layak anak di Kota Metro kedepannya dapat berubah status dari Pratama menjadi nindya. 

Ditempat yang sama, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (P3A-P2KB), Prayetno menyampaikan, syarat untuk menuju status nindya yang perlu kita siapkan adalah, disitu ada 5 klaster dengan 24 indikatornya dengan borang-borang yang diisi, disitu ada dokumen, administrasi, bukti-bukti fisik yang kita sampaikan di borang-borang itu. Dan setelah itu yang menilai adalah Kementerian dari PPA Indonesia. 

"Untuk penilaiannya, InsyaAllah akan dilakukan di Bulan Juli. Akan tetapi di bulan Maret sudah dimulai secara internal atau mandiri. Disini untuk mencapai status nindya Pemerintah tidak dapat sendiri, akan tetapi perlu ada dukungan dan kolaborasi dari seluruh stakeholder, para pengusaha, eksekutif, legislatif, dan teman-teman media," pungkasnya.(Nia)