Divaksin Bisa Meninggal, Itu Bohong!

Bupati Lampung Barat, Hi. Parosil Mabsus (Topi Merah)

BlogGua, Lampung Barat - Jika ada yang bilang kalau divaksin itu membuat klepek-klepek dan menjadi orang sakit atau kalau kita di vaksin itu bisa meninggal, itu bohong!

Hal tersebut dilontarkan oleh Bupati Lampung Barat, Hi. Parosil Mabsus saat menghadiri Kegiatan Vaksinasi Lanjutan di Kediaman Ketua DPRD Lampung Barat Pekon Purajaya Kecamatan Kebun Tebu Kabupaten Lampung Barat, Kamis (19/08/2021).

"Justru vaksin itu tujuannya untuk menyelamatkan diri, melindungi diri karena vaksin ini halal dan aman,"imbuhnya.

Selanjutnya Bupati Parosil meminta kepada para peserta yang divaksin, jika nanti ada program lanjutan tolong sampaikan kepada keluarganya, tetangganya dan temannya yang belum divaksin agar segera mengikuti vaksin.

"Tolong sampaikan pesan pak Bupati kepada masyarakat kalau program vaksinasi itu untuk melindungi jiwanya, melindungi tetangganya, saudaranya maupun tetangganya,"tegasnya.

Bayangkan saja, lanjut Bupati Parosil, kalau ada tetangga kita yang sakit, kita juga merasakan sakit semua, jadi kalau kita sehat tetangga pun akan merasa sehat.

"Jadi sekali lagi Pak Bupati minta yang belum mempunyai kesadaran untuk divaksin, tolong segera di vaksin, nanti kalau dipanggil dengan Peratin, Pemangku, Kepala TNI/Polri tolong ikut untuk divaksin," kata Pak Cik, sapaan akrab Bupati Parosil.

Sebelumnya Pak Cik mengatakan, vaksinasi yang dilakukan di kediaman Ketua DPRD Lambar ini merupakan vaksinasi lanjutan yang diikuti sebanyak 250 orang, kemarin Rabu, (18/8) dilakukan di kediaman Bupati Lambar, Pekon Purawiwitan Kecamatan Kebun Tebu yang juga diikuti dengan jumlah sama, yakni 250 orang.

"Sehingga jumlah total masyarakat yang divaksin dalam waktu dua hari ini mencapai 500 orang yang pelaksanaannya sendiri diselenggarakan oleh Dinas Kesehatan Lambar melalui UPT Puskesmas Kebun Tebu," terang Pak Cik.

Disamping itu, Pak Cik mengingatkan, kegiatan vaksin ini tidak mesti harus dilaksanakan di puskesmas, akan tetapi di sekolah, di lapangan, di pasar, di rumah dan di tempat wisata pun boleh, karena menurut Pak Cik, hal ini menghibur.

"Jangan sampai kita punya penyakit stres jadi ketakutan hingga akhirnya tidak mau datang. Tapi jika dilaksanakan seperti ini jadi rileks dan santai,"cetusnya.

Diawal sambutan Pak Cik juga sebelumnya mengingatkan masyarakat, kalau ada unsur dari pemerintah yang menakut-nakuti terkait vaksin ini jangan percaya, kalau ada kabar atau berita miring jangan percaya.

"Tidak ada pemimpin itu yang mau menyakiti rakyatnya, tidak ada yang namanya pemimpin itu membunuh rakyatnya,"pungkasnya. 

Tampak hadir, Anggota DPRD Dapil 4, Camat Kebun Tebu, Kepala Puskesmas Kebun Tebu, Bhabinsa dan Bhabinkamtibmas, Relawan PMI dan Satgas Covid-19 Pekon Purajaya. (Diskominfo)