Wagub Lampung Ikuti Rakernas Pramuka dan Peringatan Hari Tunas Gerakan Pramuka Tahun 2021

Wakil Gubernur Chusnunia Chalim

BlogGua, BANDAR LAMPUNG
 - Wakil Gubernur Chusnunia Chalim mengikuti Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Gerakan Pramuka Tahun 2021 yang digelar bertepatan dengan Peringatan Hari Tunas Gerakan Pramuka yang jatuh pada 9 Maret 2021.

Acara ini diikuti Wagub Chusnunia secara virtual, bersama Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Republik Indonesia Zainudin Amali, yang juga Sekretaris Mabinas Gerakan Pramuka dan Ketua Kwarnas Komjen Pol (Purn) Drs. Budi Waseso, di Kantor Kwarda Gerakan Pramuka Lampung, Bandarlampung, Selasa (9/3/2021). 

Rakernas ini disiarkan secara langsung melalui kanal Youtube Kwarnas, yang mengkombinasikan daring dan luring (tatap muka dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat).

Acara ini mengusung slogan Berbakti Tanpa Henti, senada dengan tema besar peringatan Hari Pramuka ke-60 atau 60 Tahun Gerakan Pramuka pada tahun 2021 ini.

Dalam sambutannya, Menpora Zainudin Amali menjelaskan bahwa pada tahun 1960, ada sekitar 60 kepanduan yang terbentuk berdasarkan kecirian masing-masing, bahkan ada yang didasarkan latar belakang partai politik. 

Setelah perjalanan waktu, Presiden RI Soekarno mengumpulkan organisasi kepanduan sekitar 60, disitulah organisasi kepanduan mempunyai kesadaran untuk menyatukan diri dalam satu organisasi yang kita namai sebagai gerakan pramuka. 

“Mengawali sambutan ini perlu saya sampaikan, bahwa Pemerintah mengakui hanya ada satu organisasi kepanduan Indonesia yakni organisasi Pramuka. Jadi, perlu saya sampaikan supaya tidak ada keraguan sedikitpun dari tingkat nasional maupun tingkat daerah. Sejarah membuktikan kepada kita, hanya dengan bersatulah maka cita-cita dan gerakan-gerakan untuk perjuangan memajukan bangsa segera terwujud,” jelasnya.

Zainudin menjelaskan bahwa kegiatan ini dilaksanakan dalam suasana pandemic Covid-19. “Oleh karena itu, Pemerintah mengapresiasi dan menyampaikan terimkasih kepada penyelenggara peringatan hari tunas gerakan pramuka dan pembukaan rakernas dilakukan secara daring dan luring,” ujarnya.

Menurut Zainudin, sudah setahun lebih Indonesia dilanda pandemic Covid-19, bahkan lebih dari 200 negara di Dunia mengalami hal yang sama.

Menghadapi ini, tentu semua pihak berusaha untuk mengatasinya dengan berbagai upaya. Indonesia melalui arahan Presiden Joko Widodo sekarang menetapkan PPKM Skala Mikro.

"Alhamdulillah terlihat hasilnya efektif dan mudah-mudahan dengan mulai dilakukannya program vaksinasi kepada masyarakat, pengendalian atau penurunan Covid ditengah masyarakat dapat menurun. Bahkan menurut data, dari tingkat kesembuhan kita berada di atas rata-rata dunia,” ujar Zainuddin.

Dalam kesempatan itu, Zainudin juga menyampaikan dua pesan dari Presiden Joko Widodo yang sekaligus Ketua Mabinas gerakan Pramuka. Dua pesan tersebut yaitu Gerakan Kedisiplinan Nasional dan Gerakan kepedulian Nasional. 

"Dua hal ini yang tetap menjadi pedoman kita, arahan dari Bapak Presiden untuk kita implementasikan di lapangan,” ujarnya.

Zainuddin berharap dengan kedisiplinan menerapkan protokol kesehatan terjadi penurunan angka terpapar, juga penurunan orang tertular.

Sementara itu, Ketua Kwarnas Komjen Pol (Purn) Drs. Budi Waseso menjelaskan bahwa tanggal 9 Maret merupakan salah satu tonggak penting sejarah pramuka. Pada awal 1960, terdapat lebih dari 60 organisasi kepanduan di Indonesia. Organisasi-organisasi tersebut terpecah-pecah, sebagaimana terbentuk berdasarkan kesamaan ras, suku, dan agama, bahkan berlatarbelakang politik. 

“Maka pada tanggal 9 maret 1961 Presiden RI mengumpulkan organisasi kepanduan di Istana Negara. Disitulah semuanya sepakat melepas setengah leher masing-masing dan menggantikannya setengah leher merah putih, Peristiwa itu dikenang dengan hari tunas. Selanjutnya berbagai organisasi kepanduan itu sepakat meleburkan dalam satu wadah yaitu gerakan pramuka,” ujarnya.

Budi Waseso juga menjelaskan peringatan ini perlu terus dihayati dengan sungguh-sungguh, karena hingga saat ini masih ada keinginan pihak tertentu untuk memutar jarum jam sejarah dengan belum menerima gerakan Pramuka sebagai satu-satunya gerakan kepanduan Indonesia. 

“Memasuki usia ke 60, organisasi yang kita cintai ini terus memantapkan sebagai wadah kesatuan dan persatuan yang mendidik pemuda, terutama mendidik karakter bangsa,” ujarnya.

Adapun peserta Rakernas terdiri dari para pimpinan Kwarnas dari Taman Rekreasi Wiladatikta (TRW) Cibubur, Andalan Nasional, serta Pengurus Kwartir Daerah Gerakan Pramuka.

(Adpim)||editor:pzr