Komitmen Tangani Stunting, Dinsos Pringsewu Beri Akses Bantuan KPM

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Pringsewu, Dra.Titik Puji Lestari

BlogGua, Lampung - Permasalahan stunting merupakan masalah serius dalam pembangunan SDM Indonesia. Tantangan ini tentunya harus diatasi dengan baik agar generasi masa depan Indonesia bisa menjadi generasi yang unggul, berdaya saing dan berkualitas.

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Pringsewu Dra.Titik Puji Lestari mengatakan dinas yang dipimpinnya terus berkomitmen dalam upaya penyelenggaraan kesejahteraan sosial, termasuk penanganan kemiskinan dan penanganan serta pencegahan stunting di Kabupaten Pringsewu.

"Upaya yang kami lakukan diantaranya dengan memberikan akses bantuan pangan kepada Keluarga Penerima Manfaat (KPM) program sembako dan bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) dimana di dalamnya terdapat komponen ibu hamil dan balita," katanya, Rabu (10/08/2022).

Selain pemenuhan gizi melalui program PKH, lanjut Titik, SDM pendamping PKH diberikan peningkatan kapasitas dengan menambahkan modul stunting dalam pendidikan dan pelatihan, sehingga diharapkan para pendamping PKH mampu menjadi duta perubahan berkaitan dengan penanganan stunting.

"Stunting merupakan kondisi gagal tumbuh pada anak berusia di bawah lima tahun akibat kekurangan gizi kronis dan infeksi berulang, terutama pada periode seribu hari pertama kehidupan, yaitu dari janin hingga anak berusia 23 bulan," jelasnya.

Lebih lanjut dikatakan Kadis Sosial Kabupaten Pringsewu bahwa kunci untuk menurunkan stunting adalah penanganan kemiskinan, yang merupakan salah satu penyebab ibu dan anak tidak mendapatkan gizi yang cukup, meskipun tidak semua orang miskin anaknya menderita stunting.

"Akan tetapi sebagian besar stunting itu disebabkan karena kemiskinan, sehingganya kemiskinan ini harus ditangani," ujarnya.

Diungkapkan Titik Puji Lestari, Dinas Sosial yang ia pimpin memiliki peranan penting dan strategis dalam penanggulangan kemiskina, khususnya di Kabupaten Pringsewu. Terselenggaranya akses program afirmatif yang langsung menargetkan penduduk miskin dan rentan sebagai sasaran utama program PKH, program sembako dan program rehabilitasi sosial bagi kelompok rentan seperti penyandang disabilitas, lanjut usia dan anak, telah mampu mengurangi resiko stunting di Kabupaten Pringsewu.

"Di Kabupaten Pringsewu sendiri, dari jumlah total stunting yang mencapai angka 482, mereka yang telah mendapatkan bantuan PKH berjumlah 307 orang atau 64% serta PKH-BPNT berjumlah 425 orang atau 88%," ungkapnya.

Selain itu, imbuh Titik, Dinas Sosial Kabupaten Pringsewu juga memiliki inovasi berupa strategi Peningkatan Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS) berbasis Elektronik Maksimum Komplain (EMAK).

"Hal ini dalam rangka mewujudkan Dinas Sosial yang Humanis, Adaptif, Dedikatif, Inklusif dan Responsif (HADIR) di Kabupaten Pringsewu,"tandasnya. (kmf/ Anton Hapsara)