Pemkab Lambar Berhasil Jadikan Kabupaten Berbasis Literasi

Bupati Lampung Barat, H. Parosil Mabsus

BlogGua, Lampung Barat - Sejak dilaunchingnya Kabupaten Lampung Barat (Lambar) sebagai Kabupaten Literasi, tepatnya pada Bulan September Tahun 2018 lalu yang dilaksanakan di Gedung Olah Raga (GOR) Ajisaka Komplek Kawasan Sekuting Terpadu, Pekon Watas Kecamatan Balik Bukit, mengalami perkembangan pesat dan telah membuahkan hasil.

Dalam kurun waktu tiga tahun setelah Kabupaten Lambar dilaunching menjadi Kabupaten Literasi, kini Kabupaten Lambar dapat mewakili Provinsi Lampung dalam lomba Perpustakaan Pekon/Desa di tingkat Nasional.

Sebelumnya pada (25/6/2021) Kabupaten Lambar melalui perpustakaan Puska Mandiri (PM) Pekon Puramekar, Kecamatan Gedung Surian, lolos melakukan seleksi lomba perpustakaan Pekon di tingkat Provinsi Lampung.

Tentunya keberhasilan itu tak terlepas dari dukungan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Lampung Barat yang telah berperan aktif dalam mewujudkan Kabupaten Lambar menjadi Kabupaten Literasi yang itu menjadi salah satu dari tiga komitmen Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lambar di masa kepemimpinan Bupati Hi. Parosil Mabsus dan Wakilnya Drs. Mad Hasnurin periode 2017/2022.

Peran aktif Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Lambar dapat dilihat dari buku-buku bacaan yang mendukung literasi untuk tahun 2018 mencapai jumlah 22.224 Eksemplar  dan sebanyak 8.667 Judul.

Sedangkan di tahun 2019 berjumlah 27.981 Eksemplar dan sebanyak 11.264 Judul, kemudian di Tahun 2020 mencapai 29.947 Eksemplar dan sebanyak 12.088 Judul. Selain itu, tahun 2020 telah didukung pula oleh adanya buku digital (e-book) sebanyak 1.878 Eksemplar dan mencapai 350 Judul.

Dalam mewujudkan sebagai Kabupaten Literasi, Kabupaten Lampung Barat telah membentuk tim Gerakan Literasi Daerah (GLD) yang diketuai oleh Partinia Parosil Mabsus dan telah melakukan berbagai kegiatan, diantaranya yaitu dengan membentuk Gerakan Literasi Sekolah (GLS), Gerakan Literasi Masyarakat (GLM) dan Gerakan Literasi Keluarga (GLK).

Pada Gerakan Literasi Sekolah (GLS), diadakan Workshop GLS pada tanggal 09 Oktober 2019 menghasilkan Tim GLS di tiap sekolah yang mencapai 229 untuk SD dan 51 untuk SMP, komitmen 15 menit membaca sebelum pelajaran dimulai dan terdapat Pojok Baca disetiap kelas.

Kemudian 229 SD dan 51 SMP yang terbentuk GLS telah memiliki sertifikat tahapan GLS yang ditanda tangani Ketua GLD Lambar Partinia Parosil Mabsus, selain itu Lambar menjadi tujuan pembelajaran GLS SMAN 10 Bandar Lampung pada tanggal 09 Januari 2020, pembinaan rutin oleh Tim GLD ke beberapa sekolah sebagai monitoring hasil workshop serta pesta literasi sekolah dengan menggelar lomba Story Telling, Puisi dan Surat Cinta untuk Bapak Bupati. 

Sedangkan pada Gerakan Literasi Masyarakat (GLM), didukung adanya perpustakaan keliling menggunakan 3 Mobil pelayanan keliling dan 14 Bentor keliling yang mencakup seluruh kecamatan yang ada di Lambar, pencanangan hari kunjung baca dan bulan baca pada tanggal 27 September 2018, 131 pekon dan 5 Kulurahan di Lampung Barat telah memiliki Pojok Baca, pemilihan duta literasi 2019 dan 2020 yang bertugas untuk mengkampanyekan Gerakan Literasi.

Kemudian adanya pembinaan perpustakaan pekon dan (Perpustakaan Pekon Padang Tambak berhasil meraih juara harapan I tingkat nasional dalam lomba perpustakaan desa 2020), pembangunan gazebo membaca di 3 lokasi pusat keramaian di kota Liwa bersumber dana APBD, GLD bekerja sama dengan Balai Bahasa Provinsi Lampung mengadakan kegiatan pembinaan komunitas baca se-Kabupaten Lampung Barat, terbentuknya 61 Lamban Baca yang tersebar di 15 Kecamatan Lampung Barat, mengadakan pembinaan literasi ke beberapa organisasi kepemudaan.

Selanjutnya adanya pembinaan literasi di sanggar seni di 15 kecamatan, mengundang penulis terkenal asal Lampung Barat untuk berdiskusi mengenai Literasi Lambar Bertajuk “Marok Literasi”, Gerakan PM (Pagi Membaca) disetiap OPD, Gerakan donasi buku oleh Aparatur Pemerintah yang di salurkan ke lamban-lamban baca yang memerlukan, membuat buletin cerdas bertemakan literasi yang dibagikan secara gratis kepada masyarakat.

Tidak hanya itu, setiap pekon menganggarkan dana untuk kegiatan literasi yang bersumber dari Dana Desa (DD), pekan literasi yang dilaksanakan pada saat seminggu menjelang HUT Lambar, Pencanangan "ABABIL NGOTARO” (Ayo BAca SamBIL NGOpi TAnpa ROkok) kepada seluruh Camat dan Peratin, lomba menulis dan penerbitan buku karya pengelola Lamban baca bekerjasama dengan Pustaka LaBRAK menghasilkan buku Antologi “Sepotong Surga di Kaki Pesagi”.

Terakhir untuk Gerakan Literasi Keluarga (GLK) yang bekerjasama dengan Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Lampung Barat dan PKK pada 22 Desember 2019 menggelar lomba mendongeng kolaborasi ibu dan anak diikuti oleh Kader PKK Kecamatan Se-Kabupaten Lambar, Pesta literasi anak pada peringatan hari Anak Nasional Tahun 2019 dan Ikut serta dalam penulisan buku bertajuk “Pandemi Covid19”.

Sepanjang 2 tahun perjalanan Literasi di Lambar ini telah membuahkan hasil cukup baik. Terlihat dari prestasi yang ditorehkan, yaitu di tahun 2019 meraih Juara  I Tingkat Regional Sumatra, Klaster B Perpustakaan Umum Pekon/ Kelurahan. Pada tahun 2019 juga meraih Juara  Harapan I Tingkat Nasional, Klaster B Perpustakaan Umum Pekon/ Kelurahan.

Tak hanya itu, Kabupaten Lambar juga telah menjadi percontohan sebagai kabupaten literasi ditandai dengan kunjungan Kabupaten Way Kanan dan Tanggamus pada tanggal 19 Maret 2019 untuk mempelajari literasi di Lambar. 

Kemudian adanya kunjungan SMAN 10 Bandar Lampung pada 09 Januari 2020 di SMPN 01 Liwa, SMPN Sekuting Terpadu dan 01 Way Mengaku. Selanjutnya Bunda Literasi Lampung Barat (Partinia Parosil Mabsus) dinobatkan menjadi salah satu wanita berpengaruh versi majalah Voice Of America (VOA) pada hari perempuan internasional edisi 08 Maret 2019 dan Penghargaan nominasi kepala daerah peduli literasi pada 03 Desember 2018 (Kupas Tuntas Awards 2018).

Torehan prestasi itu tak terlepas dari usaha dan kerjasama dari berbagai pihak, terutama Tim GLD yang membentuk GLS, GLM dan GLK serta menargetkan adanya lamban baca di berbagai tempat, utamanya di sekolah-sekolah yang berlokasi di 15 Kecamatan yang ada di Lambar.

Pada tahun 2019 ditargetkan adanya lamban baca sebanyak 35 tempat/titik, namun hasil tersebut melebihi target, terlihat realisasi lamban baca ini mencapai sebanyak 43 tempat. Sedangkan tahun 2020 ditargetkan sebanyak 70 lamban baca dan realisasinya mencapai 77.

Tak hanyai itu, Literasi Lamban Baca juga telah mempunyai literasi digital, untuk Per 3 Juli 2020 Lamban Baca mengedepankan konsep digitalisasi dalam hal pelaksanaan program kerja organisasi, Publikasi dan juga peningktan Sumberdaya Manusia para pegurus Forum Literasi Lampung Barat (Posko Utama Lamban Baca), Pengelola Lamban Baca, Anggota serta masyarakat Lampung Barat pada khususnya.

Seiring mengikuti perkembangan zaman yang serba digital, Tim GLD juga melakukan pelatihan digital, tahun 2019 yang lalu, tim GLD telah melakukan pelatihan digital, seperti Pelatihan Email, Blog dan Media Sosial bagi Pengurus Posko Utama Lamban Baca yang diinisiasi oleh Forum Literasi Lampung Barat, dengan Peserta sebanyak 5 orang dari Pengurus Posko Utama Lamban Baca dan Pemateri Donna Sorenty Moza.

Sedangkan tahun 2020, Minggu 5 Juli 2020, dilakukan Pelatihan Blog Pemula bagi pengelola Lamba Baca zona 1 Lambar dan Peserta dari berasal dari Pengelola Lamban Baca yang mencakup wilayah Kecamatan Way Tenong, Sumber Jaya, Air Hitam, Gedung Surian, Hitam, Pagar Dewa dan Sekincau. Dengan Pemateri Donna Sorenty Moza.

Selanjutnya pada Rabu 8 Juli 2020, dilakukan pula pelatihan Menulis Blog Lamban Baca Zona 1 Lambar dengan peserta pengelola Lamban Lamban Baca yang mencakup wilayah yang sama yaitu Kecamatan Way Tenong, Sumber Jaya, Air Hitam, Gedung Surian, Air Hitam, Pagar Dewa dan Sekincau dengan Pemateri Silvie Tanaga.(adv)