Bunda Mardiana: Kalau Perempuan itu Jelek, Maka Runtuhlah Negara

Ketua TP-PKK Lampung Tengah, Mardiana Musa

BlogGua, Lampung Tengah - Konsep Gender adalah kesenjangan antara perempuan dan laki-laki dalam keperluan akses, partisipasi, kontrol dan pemanfaatan hasil pembangunan dengan fenomena tersebut, maka di pandang perlu untuk meberikan pelayanan Keluarga Berbasis Gender (KBG).

Hal itu disampaikan Asisten Bidang Pembangunan dan Perekonomian Setdakab Lampung Tengah, Eko Diansusanto saat menghadiri sekaligus membuka acara Penguatan Jejaring Lembaga Kemasyarakatan Keluarga Berbasis Gender Kabupaten Lampung Tengah di Aula Siger Pemda Lampung Tengah lantai 4, Selasa (06/07/2021).

"Gender menjadi isu penting dan sering diperbincangkan dimasa yang lalu, orang bilang emansipasi wanita  kesamaan antara hak dan kewajibannya antara lelaki dan perempuan," kata Eko Diansusanto mewakili Bupati Lampung Tengah, Musa Ahmad.

Dkesempatan yang sama, Ketua TP-PKK Lampung Tengah, Mardiana Musa mengucapakan selamat datang dan terimakasih kepada narasumber dan peserta atas kehadirannya di dalam acara tersebut.

"Semoga dengan adanya acara ini akan menambah pencerahan dan motivasi untuk dapat mewujudkan keadilan dan kesetaraan Gender di Kabupaten Lampung Tengah,"tutur Bunda Mardiana.

Lanjut Bunda Mardiana, peran Ibu dalam keluarga sangat menentukan masa depan Anak-anak Bangsa dan dari  sebuah keluarga, Indonesia mampu bersaing dengan Negara maju di Dunia. Oleh karna itu, menurut Bunda Mardiana, peran perempuan jangan dinomor duakan. Karna perempuan mampu berdiri dan sejajar dengan laki laki.

Disamping itu, Bunda Mardiana meminta kepada seluruh hadirin untuk mengikuti sosialisasi tersebut secara seksama, diterapkan di organisasi masing-masing dan disebar luaskan kepada masyarakat.

"Kalau perempuan itu baik, maka Jayalah Negara. Kalau perempuan itu jelek, maka Runtuhlah Negara. Jika kamu mendidik satu laki laki, maka kamu mendidik satu orang. Tapi jika kamu mendidik satu perempuan, maka kamu mendidik satu generasi,"pungkasnya.

Acara tersebut diikuti oleh perwakilan dari seluruh organisasi wanita yang ada di Lampung Tengah.