Di Duga Kurangnya pengawasan Guru SD Negeri 1 Abung Jayo Menelan Korban Jiwa

BlogGua-Lampung utara – Kegiatan ekstrakurikuler yang dilaksanakan Sekolah Dasar (SD) Negeri 1 Abung Jayo, Kecamatan Abung Selatan, Kabupaten Lampung Utara menelan korban.


Kejadian naas itu terjadi setelah M. Afda (11), salah satu murid kelas 4 (empat) di SD Negeri 1 Abung Jayo dinyatakan meninggal dunia karena tenggelam, saat mengikuti ekstrakurikuler sekolah di Kolam Renang Lembah Bambu Kuning, Sabtu (18/01/2020) sekira pukul 10.30 WIB.


Bocah malang yang masih duduk dikursi SD tersebut sebelumnya berniat hendak berlatih berenang.tetapi nasib naas bocah tersebut tenggelam.dan menurut keterangan dari salah satu teman korban",almarhum ditemukan sudah tenggelam, Karena kurang nya pengawasan dari pihak sekolah yang mendampingi murit dalam Rangka kegiatan ekstrakurikuler, yang diadakan oleh pihak sekolah, akhirnya korban tenggelam dikolam dengan kedalaman 160 cm.


Berdasarkan informasi yang didapat, putra dari pasangan Isbini dan Siti Fadilah menghembuskan nafas terakhirnya saat dalam perjalanan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ryacudu Kotabumi.

Saat di kompir masi kepada kepala sekolah di rumah duka namun sayank nya ibu kepala sekolah engan berbicara se olah olah bungkam dan tidak mau mengatakan apa apa kepada awak media

Dilain sisi "ning walikelas empat mengatakan sebelum jalan kami sudah berifing kepada murit murit yang mengikuti kegiatan dari sekolah.

"Setelah sampai nya di kolam tempat kejadian neng walikelas 1V segera meyelesaiakan admitrasi pembayaran kegiatan tersebut setrlah beberapa menit sesampai nya di tempat kejadian ning istirahat sejenak, namun terdengar suara agung teman korban teriak mengatakan kalau almarhum tengelam.

Tukiyo (45) salah satu karyawan Kolam Renang Lembah Bambu Kuning saat dikonfirmasi menjelaskan, korban sebelumnya bersama murid lainnya yakni kelas III, IV, V dan VI melaksanakan kegiatan ekstrakurikuler.


“Di lokasi para murid hanya diperbolehkan oleh guru berenang di tempat yang tidak dalam. Akan tetapi karena terlalu banyak murid yang ikut pada kegiatan itu sehingga tidak semua terkontrol. Kami diminta oleh gurunya untuk membatu mengawasi anak muridnya,” jelas Tukiyo.

Namun, karena kelalaian dari pihak guru pendamping untuk kegiatan ekstrakurikuler yang yang diadakan di kolam renang Lembah Bambu Kuning tersebut dengan kedalaman sekitar 160 cm, akhirnya korban Afda tenggelam. Penjaga kolam dan salah satu guru pun sempat melakukan pertolongan terhadap korban, lalu diangkat ke tepian kolam.

Kemudian korban langsung dilarikan ke Rumah Sakit Umum Ryacudu Kotabumi dengan menggunakan Sepeda motor, namun korban meninggal dunia saat di perjalanan ke rumah sakit.

“Pada saat dipinggir kolam, korban masi hidup, lalu korban langsung dibawa ke rumah sakit,“ terangnya.

Sementara Kaur Forensik Polres Lampung Utara, Bripka Untung saat dikonfirmasi usai melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), membenarkan bahwa telah terjadi tenggelamnya salah satu pelajar SD Negeri 1 Abung Jayo di Kolam Renang Lembah Bambu Kuning. Saat dilakukan pemeriksaan terhadap jenazah korban, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan.

“Saat dilakukan visum tidak ada tanda-tanda kekerasan, yang saya temukan pada telinga sebelah kanan korban mengeluarkan air. Untuk sementara penyebab kematian korban disebabkan karena tenggelam,” ungkapnya.(Tem)