Momen kegiatan

BlogGua, Lampung - Mahasiswa diminta untuk terus mempertahankan independensi, idealisme, serta daya kritis sebagai kekuatan moral dalam mengawal jalannya demokrasi dan kebijakan publik di Indonesia.

Pesan tegas tersebut disampaikan oleh Anggota Komisi V DPR RI Fraksi PDI Perjuangan Dapil Lampung I, H. Mukhlis Basri, saat menjadi narasumber dalam kegiatan Sekolah Legislatif 2026 di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Lampung, Selasa (27/10/2026).

"Mahasiswa harus menjaga independensi dan idealismenya. Jangan sampai ruang demokrasi kehilangan suara kritis dari kampus. Kritik merupakan bagian penting dalam menjaga keseimbangan demokrasi, sepanjang disampaikan secara objektif," tegas Mukhlis.

Kepemimpinan Diuji di Lapangan, Bukan Panggung

Dalam forum bertajuk “Dari Kampus ke Parlemen: Belajar Representasi, Legislasi, dan Pengawasan Publik” tersebut, mantan Bupati Lampung Barat dua periode ini turut membagikan perjalanan politiknya dari aktivis organisasi hingga menembus Senayan.

Ia mengingatkan generasi muda bahwa kepemimpinan sejati tidak lahir secara instan, melainkan ditempa melalui proses panjang dan kepekaan terhadap persoalan rakyat.

"Kepemimpinan itu diuji di daerah, bukan di panggung. Manfaatkan ruang organisasi dan akademik untuk membangun kapasitas serta integritas," ujarya.

Dorong Partisipasi Publik Pengawasan Pembangunan

Sebagai anggota komisi yang membidangi infrastruktur dan perhubungan, Mukhlis menekankan pentingnya sinergi antara mahasiswa dan parlemen dalam mengawasi proyek pembangunan serta pelayanan publik agar tepat sasaran.

Ia menegaskan bahwa parlemen dan pemerintah harus selalu terbuka terhadap masukan dari masyarakat.

"Demokrasi yang baik bukan demokrasi yang sepi kritik, melainkan demokrasi yang mampu menjadikan kritik sebagai bahan perbaikan. Politik dan kekuasaan pada akhirnya harus menjadi sarana pengabdian," pungkasnya. (pl/pl)