Pemkab Way Kanan Terus Upaya Lakukan Penurunan Angka Stunting

BlogGua, Lampung - Pemerintah Kabupaten Way Kanan terus melakukan upaya pencegahan dan penurunan stunting terus dilakukan, hari ini, Selasa (17/05/2022).

Bupati H. Raden Adipati Surya, S.H.,M.M. melakukan Pnandatanganan dan mendeklarasikan komitmen bersama dalam percepatan dan penurunan stunting terintegrasi bersama Wakil Bupati Drs. H. Ali Rahman, M.T, Sekretaris Daerah Kabupaten, Saipul, S.Sos.,M.IP, Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra, Selan, S.Sos.,M.M, Kepala Dinas Kesehatan, Dinas P3AP2KB, Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Dinas Pekerjaan Umum, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Dinas Perikanan, Dinas Ketahanan Pangan, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung, Dinas Sosial, Dinas Komunikasi dan Informatika, Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, Camat se-Kabupaten Way Kanan, Ketua TP PKK Kabupaten, Ny. Dessy Afriyanti Adipati dan Ketua II TP PKK Kabupaten, Ny. Vorian Melita Saipul.

Pada acara tersebut, sambutan Bupati, peraih Penghargaan Manggala Karya Kencana dari Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan RI, berharap kegiatan tersebut tidak hanya sebagai acara seremonial saja, melainkan menunjukkan keseriusan Pemab Way Kanan dalam penanganan dan pencegahan kejadian stunting. Selain itu, sesuai dengan Mandat Perpres Nomor 72 Tahun 2021, BKKBN ditunjuk sebagai Ketua Pelaksana Program Percepatan Penurunan Stunting dan juga berdasarkan Keputusan Menteri Perencanaan dan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional Nomor : KEP 42/M.PPN/HK/04/2020 tentang Penetapan Perluasan Kabupaten/Kota Lokasi Fokus Intervensi Penurunan Stunting Terintegrasi Tahun 2021 bahwa Kabupaten Way Kanan merupakan salah satu dari 100 Kabupaten perluasan lokus stunting. Penurunan stunting penting dilakukan sedini mungkin untuk menghindari dampak jangka Panjang yang merugikan seperti terhambatnya tumbuh kembang anak.

“Stunting juga memengaruhi perkembangan otak, sehingga tingkat kecerdasan anak tidak maksimal, hal ini berisiko menurunan produktivitas saat dewasa. Stunting jga menjadikan anak rentan penyakit dan berisiko lebih tinggi menderita penyait kronis dimasa dewasanya. Bahkan stunting dan berbagai bentuk masalah gizi diperkirakan berkontribusi pada hilangnya 2-3% PDB setiap Tahunnya,” lanjut Bupati.

Diketahui, Penurunan prevalensi wasting dan stunting pada balita merupakan sasaran pokok RPJMN 2020-2024. Dimana prevalensi stunting di Kabupaten Way Kanan telah terjadi penurunan dari 27,7% pada Tahun 2019 (SSGBI 2019), dan pada tahun 2021 menjadi 20,7% (SSGI 2021) serta ditargetkan secara Nasional menjadi 14% pada Tahun 2024.

Untuk itu, upaya pencegahan dan penurunan stunting tidak dapat dilakukan hanya oleh sektor Kesehatan karena penyebabnya yang multidimensi. Percepatan penurunan stunting harus dilakukan secara holistik, integrative dan berkualitas melalui koordinasi, sinergi dan sinkronisasi di antara Pemkab yaitu OPD, Camat, Kepala Kampung/lurah, Organisasi-Organisasi serta para Pelaku Usaha, Pemangku Kepentingan dan elemen masyarakat lainnya. Dukungan lain yang tak kalah pentingnya dalah dengan menganggarkan kegiatan terkait program ini pada organisasi-organisasi dan APBDes setiap Tahunnya. (kmf)