Riana Arinal Resmikan Gerai Tapis Lampung di Bali

Ketua Dekranasda Provinsi Lampung, Riana Sari Arinal (Hijab Abu-abu)

BlogGua, Bali - Ketua Dewan Kerajinan Daerah (Dekranasda) Provinsi Lampung Riana Sari Arinal dan Ketua Dekranasda Provinsi Bali Putri Suastini Coster, meresmikan Nola Marta Studio Desain di Jl Kayu Ayak Seminyak Bali, Jum'at (10/12/2021).

Galeri Nola Marta Desainer nasional di Bali ini menjual Kain Tapis kombinasi dengan tenun Bali Endek. Menurut Nola Marta Tapis Lampung dan kain Madu Aro Tulang Bawang Lampung sangat tepat berkolaborasi dengan Endek.

Peresmian Galeri Nola Marta dilakukan Ketua Dekranasda Lampung Riana Sari Arinal dan Ketua Dekranasda Provinsi Bali Putri Suastini Coster, ditandai dengan pengguntingan pita.

Hadir juga desainer Didiet Maulana, Wakil Ketua Dekranasda Mamiyani Fahrizal, Sekretaris Rusdiana Dewi, Fitrianita Damhuri, Desi Yusus Barusman dan sejumlah pengurus Dekranasda.

Riana Sari menyampaikan, budaya dan kearifan lokal masyarakat Lampung dalam bentuk lembar kain tenun bersulam benang emas merupakan upaya masyarakat dalam menyelaraskan kehidupan termasuk hubungan dengan lingkungan maupun sang pencipta.

Pada awalnya, lanjut Riana, kain tapis hanya digunakan dalam acara adat. Namun saat ini pembuatan tapis sudah berkembang sangat dinamis sehingga sudah dapat menjadi produk fashion yang dapat dipakai dalam berbagai kesempatan.

Selain itu, masih kata Riana, pada zaman dulu kerajinan tapis hanya merupakan kerajinan atau usaha rumah tangga. Namun saat ini sejalan dengan perkembangan zaman kain tapis setelah mengalami transformasi baik untuk motif maupun desainnya hingga menjadi produk yang memiliki nilai lebih.

Riana Sari lebih lanjut menjelaskan, keindahan dan keunikan kain-kain tapis sampai saat ini telah banyak diminati oleh masyarakat Lampung maupun di luar Provinsi Lampung. Bahkan beberapa designer lokal maupun nasional telah membuat motif dan desain grafis Lampung ini menjadi produk yang diminati masyarakat di luar Provinsi Lampung bahkan mancanegara.

"Mbak Nola salah satunya tertarik hal tersebut dan saya yakin sebagai seorang fashion designer yang menggeluti dunia fashion, khususnya pada bidang kreasi fashion tertarik dengan tingginya nilai budaya dan teknik tulang tapis buatan tangan ini dan kemudian mengembangkannya,"tutur Riana.

"Penghargaan yang tinggi saya sampaikan kepada mbak Nola karena terus mendampingi dan membentuk komunitas binaan di Desa Negeri Katon Kabupaten Pesawaran Provinsi Lampung. Hasil-hasil binaan tersebut juga telah dipamerkan dalam fashion show di New York Amerika Serikat pada tahun 2019. Pada hari ini, kita bersama-sama menjadi sebuah kebanggaan dan harapan tersendiri bagi masyarakat Lampung. Karena melalui gerai ini, pemasaran kain tapis akan lebih luas lagi baik di dalam negeri maupun luar negeri," sambung Riana Sari istri Gubernur Lampung Arinal Djunaidi ini.

Dengan terobosan ini tentu saja akan sangat berpengaruh pada para perajin yang ada di Lampung. Harapan lainnya lanjut Riana Sari, terbangun kerjasama antara perajin Bali dan perajin Lampung melalui tangan dingin Nola yang membuat desain kombinasi antara tenun Bali dan Tapis Lampung. 

"Semoga sulam Tapis Lampung yang telah sedemikian cantik oleh Mbak Nola dapat diterima oleh pasar regional maupun internasional di Bali dan semoga dengan adanya gerai disini awal bagi produk kerajinan Lampung lainnya untuk dapat menembus pasar kerajinan Bali,"pungkasnya. 

Sebagi informasi, dalam kesempatan ini Ketua Dekranasda Provinsi Bali Putri Suastini Coster memberi cinderamata kepada Ketua Dekranasda Lampung Riana Sari. Kemudian desainer Nola Marta memberi cindera mata rompi hasil desain Nola yang balut dengan Tapis kepada Ketua Dekranasda Bali Putri Coster dan Ketua Dekranasda Lampung Riana Sari. (Diskominfotik)