Rekam Jejak Oknum Wartawan Berinisial ZK Sebelum Dilaporkan ke Polisi

ilustrasi Ustadz/istimewa

BlogGua, Lampung Utara – Tidak hanya aksi pencurian yang diduga telah dilakukan Oknum wartawan berinisial ZK di kediaman Owner Gerbangsumatera88, Deferi Zan. Ternyata ada juga salah satu Ustadz mengaku tengah menjadi korban akibat ulah ZK saat menjadi karyawan di tokonya, Sabtu (27/11/2021).

Hal tersebut diketahui setelah Ustadz yang biasa dipanggil Aak Asep ini menceritakan bahwa ZK yang pernah menjadi karyawannya tersebut diduga telah melakukan penyelewengan dana di tokonya hingga puluhan juta rupiah.

“Sampai sekarang memang enggak terungkap sih jumlahnya berapa - berapa yang jelas kecurigaan saya besar disini, banyak kerancuan-kerancuan dia, untuk administrasi disini aja dia tiga tahun belum pernah diurus sama sekali, tunggakan uang makan disini saja belum dibayar,” jelasnya.

Ustadz tersebut awalnya menilai bahwa ZK ini merupakan orang yang baik dan layak untuk dipekerjakan. Karena dapat terlihat dari cara ZK menjalankan pekerjaan yang cukup cepat, dan caranya menarik pelanggan.

“Memang kalau urusan kerja orangnya gesit, ngomongnya juga pinter, tapi dibalik itu tangannya gratil, tangannya gratil mulutnya pinter bikin cerita, saya juga sama korban juga, saya sampai sekarang masih cari orangnya, dia saya suruh datang kesini, enggak pernah mau lagi, dia enggak berani,” ujarnya.

“Ya saya enggak mau panjang lebar yang jelas apa yang dia punya hari ini, mungkin disitu banyak juga uang saya, soalnya kerugian saya di toko itu ya besarlah, kita memang belum punya bukti kongkrit tapi yang jelas indikasinya banyak,” tambahnya.

Awalnya Ustad AAK mempekerjakan ZK sebagai karyawannya untuk mencicil dan melunasi biaya administrasi pendidikan, yang telah menunggak selama tiga tahun tersebut, dengan perjanjian gaji pokok untuk melunasi, namun biaya kebutuhan sehari-hari dibebaskan. 

“Kata saya kamu yang penting ikut saya mau makan, ya makan, rokok saya kasih, makan saya kasih makan, jajan tapi gaji pokok bulanan untuk bayar administrasi kamu belajar, sebab hitung-hitungannya biaya administrasi dia disini dua puluh juta lebih, sementara dia kerja tempat saya kurang lebih empat bulan saya berentikan, kalau urusan ngomong itu memang susah ketebak, dan saya sudah berkali-kali bilang kalau kamu caranya seperti ini terus ada saatnya kamu kebebes, bener-bener kebebes sampai sengsara kamu,” ungkapnya.

Tidak hanya masalah keuangan, namun Ustadz tersebut juga menjadi korban fitnah yang dilakukan oleh ZK, sampai orang sekitar mempercayai apa yang dikatakan oleh ZK tentang Ustadz  tersebut.

“Saya difitnah bahwa gajinya enggak dikasih, saya berani ngedudukin berapa orang sekarang kalau kamu berani datengin mamang kamu, mak kamu, siapapun orang-orang yang bersangkutan kamu beli motor uangnya dari mana? Ayo kita kumpul, enggak berani dia, iya kita bukan curiga uangnya dari mana tapi administrasi disini aja dua puluh lima juta lebih enggak pernah dibayar,” ceritanya.

Selain itu, pembayaran tiap-tiap warung yang menjadi langganan toko tersebut telah membayar kepada ZK namun tidak sesuai yang disetorkan oleh ZK.

“Berapa banyak yang diambil dia mungkin. Karena sudah saya anggap murid dan anak-anak saya, masa iya sih murid dengan gurunya berani seperti itu, jadi waktu giliran saya hitung-hitung bedanya itu jauh sekali, dan ini yang buat saya curiga dan akhirnya memberhentikan dia,’’ katanya.

Terakhir untuk secara pribadi, Ustadz tersebut sampai saat ini masih mencari keberadaan ZK dan diduga akan melanjutkan perkara ini ke jalur hukum, karena tidak adanya itikad baik dari ZK untuk meminta maaf.(*)

Diberitakan sebelumnya, Laporan Deferi Zan terkait aksi pencurian yang terjadi di rumahnya masih dalam proses penyelidikan oleh pihak Kepolisian Resor Lampung Utara (Polres Lampura), dan untuk pemeriksaan terhadap beberapa saksi serta terlapor juga sudah dijadwalkan. {...}

Baca selengkapnya: Laporan Deferi Zan Terkait Pencurian, Masuk Tahap Penyelidikan Polisi