Juni 2021

Peserta Uji Kompetensi

BlogGua, BANDAR LAMPUNG
- Gubernur Lampung Arinal Djunaidi meminta Aparatur Sipil Negara (ASN) terus meningkatkan kompetensi diri dan menjaga amanah sebagai aparatur negara.

Pesan Gubernur itu disampaikan Sekretaris Daerah Fahrizal Darminto saat membuka Uji Kompetensi Pejabat Administrasi di Lingkungan Pemerintah Provinsi Lampung, di GSG Universitas Lampung, Jum'at (18/6/2021). 

Fahrizal menyebutkan fungsi ASN tersebut meliputi pelaksana kebijakan publik, pelayan publik dan perekat pemersatu bangsa. 

"Kita sebagai ASN harus mempunyai semangat dan terus meningkatkan kompetensi diri. Kalau tidak bisa, berarti tidak sanggup melaksanakan fungsi ASN," ujar Fahrizal. 

Uji Kompetensi yang diikuti oleh 358 peserta itu, diselenggarakan sejak 18 hingga 20 Juni 2021. 

Fahrizal mengatakan menjadi seseorang yang dipercaya mengemban amanah sebagai ASN, dituntut harus bekerja profesional untuk melayani masyarakat. 

"Memilih profesi sebagai pelayan publik, menjadi bagian dari pemerintah, untuk itu tekuni dengan baik," katanya. 

Fahrizal menuturkan sebagai ASN Pemerintah Provinsi Lampung, harus ikut andil mensukseskan visi Rakyat Lampung Berjaya. 

"Untuk bisa mewujudkan Rakyat Lampung Berjaya para pelayan publik harus memiliki kompetensi," ujarnya. 

Fahrizal menyebutkan melalui Uji Kompetensi ini, selain sebagai peningkatkan kualitas dan pemerataan pelayanan publik, juga untuk mendapatkan data kompetensi dan melengkapi data profil ASN. 

"Salah satunya juga adalah rekam jejak. Tolong sebagai ASN jaga betul rekam jejak, jangan sampai ada sesuatu hal yang dapat menurunkan nilai kita," katanya. 

Fahrizal berharap tidak adanya keraguan para peserta yang mengikuti Uji Kompetensi tersebut. 

"Saya berharap seluruh ASN bisa terus belajar dan terus berusaha meningkatkan kompetensi diri masing-masing," pungkasnya. 

Pelaksanaan Uji Kompetensi tetap mematuhi protokol kesehatan. Usai melaksanakan Uji Kompetensi, para peserta kemudian akan dilakukan tes wawancara di Badan Kepegawaian Daerah Provinsi Lampung.

(Adpim)

Asisten Bidang Administrasi Umum Setda Provinsi Lampung, Minhairin

BlogGua, Bandar Lampung
- Gubernur Lampung yang diwakili oleh Asisten Bidang Administrasi Umum Setda Provinsi Lampung, Minhairin, membuka kegiatan Sosialisasi Dokumen Pembuatan Aplikasi Khusus, bertempat di Gedung Pusiban, Kamis (17/06).

Hadir sebagai narasumber dalam kegiatan sosialisasi ini Kepala Dinas Kominfotik Provinsi Lampung Ganjar Jationo, Kepala Bidang Tata Kelola Pemerintahan Berbasis Elektronik Dinas Kominfotik Arief Nugroho, dan Dekan Fakultas Ilmu Komputer UBL Ahmad Cucus. Adapun jumlah peserta yang mengikuti sosialisasi ini sebanyak 45 peserta lintas OPD di lingkungan Pemprov Lampung.

Kegiatan yang diselenggarakan oleh Dinas Kominfotik Provinsi Lampung ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan kepada Perangkat Daerah tentang pentingnya pendokumentasian pembangunan dan/atau pengembangan aplikasi di perangkat daerah, memberikan pemahaman terkait perangkat daerah dalam proses integrasi aplikasi, serta menjelaskan alur koordinasi pembangunan dan/atau pengembangan aplikasi di perangkat daerah.

Gubernur Lampung dalam sambutannya yang disampaikan oleh Asisten bidang Administrasi Umum Setda Provinsi Lampung menyampaikan bahwa sosialisasi yang dilaksanakan hari ini memiliki peranan penting dan strategis dalam upaya meningkatkan pemahaman dan memperkuat OPD guna terwujudnya tata kelola dan manajemen Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) yang efektif, efisien, dan terkoneksi antar OPD.

Tujuan Pemerintah menerapkan SPBE diantaranya untuk mewujudkan birokrasi pemerintahan yang terpadu dan berkinerja tinggi, meningkatkan kualitas pelayanan publik, mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih, efisien, efektif, transparan dan akuntabel dan pada akhirnya mampu mewujudkan bangsa yang berdaya saing.

"Mewujudkan tata pemerintahan yang baik merupakan sebuah komitmen Pemerintah Provinsi Lampung, guna mewujudkan "Rakyat Lampung Berjaya" yang harus didukung baik sarana dan prasarana maupun SDM sehingga mampu menciptakan, mendorong dan mempercepat tata kelola pemerintahan yang lebih berorientasi pada pelayanan publik dengan teknologi informasi dan komunikasi sebagai unsur utamanya," kata Minhairin.

Kadis Kominfotik Provinsi Lampung mendorong agar setiap OPD di lingkungan Pemprov Lampung mengecek kembali layanan-layanan yang ada di unit/satker OPD masing-masing guna membangun tata kelola pemerintahan berbasis elektronik melalui aplikasi khusus dan terintegrasi lintas OPD.

Ganjar Jationo selanjutnya menjelaskan, tupoksi Dinas Kominfotik dalam hal ini memfasilitasi, menginformasikan aturan dan langkah administrasi dalam hal pembuatan dokumen aplikasi khsusus.

"Mau tidak mau, digitalisasi akan kita lalui karena saat ini Pemerintah akan melakukan integrasi layanan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik. Ini tugas kita semua, jangan sampai institusi pemerintah kalah dengan swasta, karena tugas ini sudah diamanatkan kepada kita," ujar Ganjar Jationo.

(Diskminfotik)


BlogGua, Bandar Lampung
- Gubernur Lampung, Arinal Djunaidi memimpin Rapat Koordinasi Evaluasi Perkembangan Pelaksanaan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro di Provinsi Lampung, bertempat di Rumah Dinas Gubernur - Mahan Agung, Kamis (17/06/2021).

Rapat dilaksanakan secara virtual dan dikuti oleh seluruh Kabupaten/Kota se-provinsi Lampung. Rapat juga dihadiri oleh jajaran Forkopimda Provinsi Lampung dan  kepala OPD terkait.

Dalam Rakor Evaluasi tersebut Gubernur memberikan arahan dan langkah - langkah yang harus dilakukan oleh Pemerintah Daerah agar Provinsi Lampung yang telah mendapat apresiasi dari Pemerintah Pusat yang dinilai berhasil dalam penanganan dan pencegahan Covid-19 dapat dipertahankan dan bahkan dapat lebih ditingkatkan.

Kewaspadaan sangat diperlukan dalam menghadapi situasi Pandemi Covid-19, dimana provinsi Lampung dinilai oleh Pemerintah Pusat memiliki posisi yang sangat strategis dan menjadi salah satu Provinsi yang menentukan  keberhasilan penanganan dan pencegahan covid-19 di Indonesia.

Provinsi Lampung menjadi pintu gerbang menuju pulau Sumatera sehingga arus manusia dari pulau Jawa dan sebaliknya akan melaluinya,  sehingga Lampung memiliki peran yang sangat besar dalam mengamankan pulau Jawa dan Pulau Sumatera.

(Diskominfotik)

Asisten I Setdaprov Bidang Pemerintahan dan Kesra, Qodratul Ikhwan

BlogGua, BANDAR LAMPUNG
- Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung dalam kaitannya dengan momentum Hari Raya Kurban/Idul Adha 1442 H ini, melalui Biro Kesejahteraan Rakyat memfasilitasi seluruh ASN Provinsi Lampung yang ingin melaksanakan ibadah Kurban.

Bagi ASN yang ingin melaksanakan Ibadah Kurban secara bersama-sama diimbau dan dianjurkan dapat melakukan urunan untuk membiayai hewan kurban. Untuk efektifitas pelaksanaannya, masing-masing pribadi ASN dapat berkoordinasi dengan OPD/Satkernya, dengan biaya sebesar Rp 3,5 juta/nama ASN, maksimal 2-7 ASN di masing-masing OPD/Satker. 

Lebih lanjut, Asisten I Setdaprov Bidang Pemerintahan dan Kesra, Qodratul Ikhwan menyatakan bahwa Pemerintah Provinsi Lampung sifatnya hanya memfasilitasi bagi ASN yang ingin melaksanakan ibadah kurban. 

"Bagi ASN yang ingin melaksanakan ibadah kurban, bisa menyetorkan uang Rp3,5 juta ke Biro Kesra atau di dinasnya masing-masing. Jadi uang iuran dimaksud sifatnya sukarela, personal masing-masing ASN atas kesadarannya sendiri. Artinya sama sekali tak ada paksaan apapun bagi ASN yang ingin memanfaatkan fasilitasi oleh pemprov dalam melaksanakan ibadah kurban," lanjut dia, Selasa (16/6).

Qodratul Ikhwan juga menyatakan bahwa tidak benar jika Pemerintah Provinsi Lampung mewajibkan dan meminta setiap ASN untuk menyerahkan iuran Rp3,5 Juta untuk Hewan Kurban. Pemerintah Provinsi Lampung hanya berperan sebagai fasilitator bagi setiap ASN yang ingin melaksanakan Ibadah Kurban.

(Diskominfotik)

kondisi korban

BlogGua, Bandar Lampung
Seorang mayat laki-laki ditemukan tewas dengan kondisi badan, kepala dan lengan kanan putus akibat tergelindas Kereta Api di perlintasan kereta apiJalan Hanoman RT.005 LK 1 Kelurahan Sawah Brebes, Kecamatan Tanjung Karang Timur, Bandar Lampung, Rabu (16/6/2021) sekira pukul 00.30 WIB.

Hal ini dibenarkan langsung oleh Manajer Humas PT Kereta Api Indonesiua (KAI) Divisi Regional (Divre) IV Tanjungkarang, Lampung, Jaka Jarkasih yang menyatakan, penemuan ini bermula ketika security Dipo Tnk bernama M.Diandika sedang melakukan patroli ke arah wasel 16. 

"Terlihatlah seorang mayat laki-laki dengan ciri-ciri menggunakan kaos oblong berwarna biru, celana panjang warna hitam, dengan rambut ikal tergeletak dalam posisi terlentang dan posisi kepala dan tangan kanan terputus," kata Jaka sebagaimana dilansir oleh Kupas Tuntas.

Didalam saku korban ditemukan selembar kertas yang bertuliskan nama Suyatno warga Jalan Kartini Gang Duane no 6. .

"Diduga korban meninggal karena bunuh diri, dengan memasangkan kepalanya di atas rel. Saat KA BBR 3094 diberangkatkan dari jalur 2 Emplasemen Sta.Tnk, pukul 00.04 WIB," imbuh Jaka. 

Atas peristiwa tersebut, pihak PT KAI menghubungi Polres Tanjung Karang Timur. Kemudian tim INAFIS Polresta Bandar Lampung langsung datang ke lokasi dan segera melakukan oleh Tempat Kejadian Perkara (TKP).

"Korban berhasil dievakuasi dari tempat kejadian perkara sekitar pukul 03.25 WIB dan dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah Abdul Moeloek oleh tim Inavis Polresta Bandar Lampung," pungkasnya.

Ketua Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Provinsi Lampung Ir. Fahrizal Darminto (tengah)

BlogGua, PESAWARAN
- Gubernur Lampung Arinal Djunaidi berharap diresmikannya Galeri Investasi di pedesaan Provinsi Lampung dapat mewujudkan Desa Inklusi Keuangan untuk kesejahteraan masyarakat desa. 

Harapan Gubernur Arinal itu disampaikan Ketua Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Provinsi Lampung Ir. Fahrizal Darminto saat mewakili Gubernur Lampung meresmikan Galeri Investasi di Desa Hanura, Kabupaten Pesawaran, Rabu (16/06/2021). 

Pada kesempatan itu, Fahrizal Darminto memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada TPKAD Provinsi Lampung, TPKAD Pesawaran & OJK Provinsi Lampung yang telah bekerja sama dengan PT. Bursa Efek Indonesia Kantor Perwakilan Lampung dan Phintraco Sekuritas Lampung sehingga Galeri Investasi di Desa Hanura Kabupaten Pesawaran ini dapat terwujud. 

“Desa Inklusi Keuangan memiliki tujuan yang baik yaitu  untuk meningkatkan literasi dan inklusi masyarakat di desa maupun di wilayah sekitar desa, sehingga pada akhirnya akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa serta menurunkan tingkat kemiskinan.” jelas Fahrizal.

Menurut Fahrizal, desa menjadi salah satu fokus peningkatan inklusi keuangan di Provinsi Lampung, dikarenakan masyarakat desa masih terbiasa menyimpan asset atau kekayaannya dalam bentuk barang simpanan yang kurang produktif.

"Galeri Investasi di Desa Hanura merupakan Galeri ke-12 yang ada di Provinsi Lampung, saya berharap jumlah ini akan terus bertambah agar masyarakat lebih teredukasi dan memudahkan mendapatkan informasi mengenasi Investasi" ujar Fahrizal.

Fahrizal Darminto berharap, Kehadiran Galeri Investasi di Desa Hanura ini dapat memberikan pemahaman bagi masyarakat desa dalam hal menentukan strategi investasi yang tepat terutama di masa pandemi dengan mengoptimalkan segala peluang investasi dengan baik dan cermat.

“Galeri Investasi Desa diharapkan bisa menjadi salah satu media dalam mendorong peningkatan pemahaman, akses informasi dan penggunaan produk dan jasa Pasar Modal bagi masyarakat desa di Provinsi Lampung. “ ujarnya. 

Fahrizal berpesan agar kegiatan galeri investasi tidak berhenti sebatas pada peresmian saja, tetapi dapat dilaksanakan secara berkesinambungan. Bahkan, perlu pengembangan berkelanjutan dan inovasi yang visioner dengan memanfaatkan teknologi yang selama ini telah sangat terdorong dengan adanya pandemi. 

“Semoga program-program kerja TPAKD dapat dirasakan manfaatnya secara langsung  oleh masyarakat.” ujarnya.

Seperti diketahui, gerai investasi desa difungsikan sebagai sarana bagi masyarakat untuk bisa mengakses transaksi keuangan, seperti saham maupun reksadana.

Hadirnya galeri investasi di desa, guna mendekatkan fasilitas agar masyarakat dapat teredukasi untuk melakukan Investasi di pasar modal.

"Kita tidak mau masyarakat terjebak dengan ivestasi bodong yang merugikan masyarakat, ini menjadi fasilitas belajar dan penyalur informasi kepada masyarakat luas agar tidak tertipu lagi dengan investasi bodong," ujar Kepala OJK Lampung Bambang Hermanto.

(Adpim)

Suasana Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Dekranasda Provinsi Lampung

BlogGua, BANDAR LAMPUNG
- Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Lampung Riana Sari Arinal membuka secara resmi Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Dekranasda Provinsi Lampung Tahun 2021, di Kantor Dekranasda Provinsi Lampung, Jl H. Juanda 68, Bandarlampung, Rabu (16/06/2021).

Rakerda yang digelar baik secara luring maupun daring ini diikuti oleh Dekranasda 15 Kabupaten/Kota Se-Provinsi Lampung. Kegiatan juga dihadiri oleh Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah, Kepala Dinas Kominfotik Provinsi Lampung serta Ketua Harian Dekranas Pusat Ny. Tri Tito Karnavian yang memberikan sambutan secara virtual.

Dalam sambutannya Ketua Harian Dekranas Pusat Ny. Tri Tito Karnavian menyampaikan bahwa dirinya menyambut baik diadakannya Rakerda Dekranasda Provinsi Lampung. Dengan terselenggaranya Rakerda diharapkan dapat menjadi sarana komunikasi, koordinasi, serta sinkronisasi seluruh pemangku kepentingan di Dekranasda Provinsi Lampung untuk menyelaraskan persepsi dalam pembinaan dan pengembangan industri kerajinan berdasarkan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Dekranas yang telah ditetapkan pada bulan Agustus Tahun 2020 lalu.

Ny. Tri Tito Karnavian juga mengingatkan kembali bahwa Dekranasda merupakan lembaga independen dan nirlaba sebagai wadah berhimpunnya segenap pemangku kepentingan di bidang seni kerajinan di Indonesia, dalam melaksanakan tugas dan fungsinya sebagai mitra pemerintah untuk menggali, melindungi, melestarikan, membina dan mengembangkan seni kerajinan berbasis warisan nilai budaya bangsa untuk kesejahteraan perajin. 

Dekranasda Provinsi Lampung dalam menyusun dan melaksanakan program – program kegiatannya diharapkan dapat bertumpu pada beberapa hal, yaitu menyiapkan regenerasi Sumber Daya Manusia atau perajin yang unggul dalam melestarikan dan mengembangkan warisan dan tradisi budaya bangsa.

Lebih lanjut, Ny. Tri Tito Karnavian berharap Dekranasda dapat meningkatkan daya saing produk kerajinan berbasis kearifan lokal dengan selera global melalui pengembangan inovasi, desain, kreativitas dan efesiensi.

Selain itu, Dekranasda juga diharapkan dapat meningkatkan hubungan kemitraan dan kerjasama dengan berbagai lembaga bidang industri kerajinan, guna mendorong perluasan akses pasar bagi produk-produk kerajinan Indonesia dan membangun ekosistem industri kerajinan melalui penguatan potensi kerajinan Indonesia.

Sementara itu Ketua Dekranasda Provinsi Lampung Ny. Riana Sari Arinal menyatakan bahwa sesuai dengan tema Rakerda Dekranasda Lampung, dirinya beserta jajaran Dekranasda Provinsi Lampung optimis dan percaya, bahwa dengan Sinergitas, Inovasi dan Teknologi, UMKM mampu bangkit di masa pandemi Covid-19.

"Pemilihan tema Rakerda ini selaras dengan tema pusat, yang disesuaikan dengan situasi dan kondisi saat ini. Tema ini akan menjadi penyemangat bagi kita semua dalam menyatukan langkah, menyusun program dan kegiatan untuk membangkitkan UMKM, meningkatkan produk berkualitas, berdaya saing, serta berkelanjutan melalui inovasi dan pemanfaatan teknologi," paparnya.

Adapun tujuan dari Rakerda Dekranasda tahun 2021 ini adalah untuk mensinergikan program kegiatan Dekranasda Provinsi Lampung dengan program kegiatan Dekranasda Kabupaten/Kota Se-Provinsi Lampung. Selain itu Rakerda kali ini juga bertujuan untuk mengevaluasi program kerja tahun kegiatan 2020 sekaligus penajaman program Dekranasda tahun 2021 yang telah disesuaikan dengan Perubahan AD/ART sesuai hasil Rakernas Dekranas.

Sebagai mitra Pemerintah dalam membina pelaku UMKM di Provinsi Lampung, Riana Sari Arinal menyatakan Dekranasda berkomitmen untuk membantu dan membina UMKM agar dapat menghasilkan produk berkualitas dengan menonjolkan nilai-nilai daerah sehingga dapat dijadikan produk yang mempunyai nilai ekonomi tinggi sesuai dengan potensi keunggulan dan keunikan di masing-masing daerah.

Pada kegiatan tersebut Riana Sari Arinal juga menyampaikan bahwa ada 5 perwakilan UMKM Provinsi Lampung yang berhasil lolos kurasi Dekranas Pusat pada kegiatan Perajin Pasar Digital UMKM 2021. 5 UMKM tersebut dinilai telah memenuhi standar nasional dan layak masuk dalam platform pemasaran nasional dengan nama Pasar Digital (Padi).

"Saya berharap kedepan, dimasa yang akan datang akan ada banyak perajin yang dapat meningkatkan kualitas kerajinannya dari semua Kabupaten/Kota yang dapat menembus pasar global, untuk itu mari kita kawal kebangkitan UMKM Provinsi Lampung." Pungkasnya.

(Diskominfotik)

Bupati Lampung Barat, H. Parosil Mabsus (tengah)

BlogGua, Lampung Barat
- Mewujudkan Kabupaten Layak Anak sangatlah penting, karena dengan mewujudkan Kabupaten Layak Anak Mampu melahirkan generasi cerdas, sehat dan hebat.

Hal tersebut disampaikan Bupati Lampung Barat, H. Parosil Mabsus dalam tahap Verifikasi Lapangan Hybrid (VLH) Evaluasi Kabupaten Layak Anak (KLA) Tahun Penilaian 2019-2020 yang diselenggarakan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) melalui Video Conferense (Vicon), di Aula Kagungan, Selasa (15/06/2021).

"Guna terwujudnya generasi yang berkualitas dan berdaya saing sesuai dengan misi Bupati yang tertuang dalam RPJMD Kabupaten Lambar tahun 2017-2022,"imbuhnya.

Mudahan-mudahan, sambung Parosil, tim verifikasi dapat memberikan penilaian yang baik terhadap program, inovasi, dan usaha yang sudah dilakukan dalam mewujudkan Kabupaten Layak Anak di Bumi Beguai Jejama Lampung Barat.

"Saya berharap tim verifikasi dapat memberikan penilaian yang baik terhadap program, inovasi, dan usaha yang kami lakukan dalam mewujudkan Kabupaten layak anak di bumi beguai jejama Lambar. Sehingga dapat lebih memajukan dan mensejahterakan masyarakat di Kabupaten Lambar ini," kata Parosil

Sebelumnya Parosil menjelaskan, dengan adanya evaluasi KLA tahun 2021 ini akan memotivasi dan memberikan pemahaman yang lebih baik bagi masyarakat serta seluruh pengelola, pelaksana, dan pembina program dalam suatu upaya peningkatan perlindungan anak serta pemenuhan hak-hak anak dalam pembangunan.

Pada saat ini, masih kata Parosil, Kabupaten Lambar terus berupaya melaksanakan apa yang menjadi amanat undang-undang nomor 35 tahun 2014 atas perubahan undang-undang nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak pasal 21 bahwa pemerintah daerah wajib dan bertanggung jawab mewujudkan KLA sebagai upaya pemenuhan hak dan perlindungan anak yang harus dilaksanakan sebaik-baiknya.

"Upaya yang telah dilaksanakan Pemkab Lambar adalah dengan ditetapkannya peraturan daerah nomor 3 tahun 2018 tentang Kabupaten Layak Anak dengan pemenuhan 24 indikator KLA yang didasarkan pada subtansi hak-hak anak yang dikelompokkan kedalam lima klaster." terang Parosil.

Adapun upaya Pemenuhan hak anak, dalam konvensi hak anak yang telah dilakukan Pemkab Lambar  antara lain pemberian akta kelahiran dan kartu identitas anak secara gratis, terbentuknya forum anak, adanya Pusat Pembelajaran Keluarga (Puspaga), Pusat Pelayanan Terpadu Perlindungan Perermpuan dan Anak (PPTPPA), pelayanan kesehatan ramah anak serta ambulan hebat, pembagian seragam gratis bagi siswa/siswi tingkat SD dan SMP sederajat sebanyak 402 sekolah ramah anak di Kabupaten Lambar.

Upaya yang sudah dilakukan Pemkab Lambar itu juga merupakan suatu Komitmen Pemkab dalam rangka menjadikan Kabupaten Lambar sebagai kabupaten tangguh bencana, kabupaten konservasi dan kabupaten literasi yang mewujudkan Kabupaten Lambar Sebagai Kabupaten Hebat dan Sejahtera serta Kabupaten Layak Anak.

"Terima kasih kepada Unsur Forkompinda, Lembaga Masyarakat, Dunia Usaha, rekan-rekan media serta anak-anak dari forum anak yang sudah bersama-sama untuk mewujudkan kabupaten lambar sebagai kabupaten layak anak, untuk masa kini, dan masa-masa yang akan datang," kata Parosil mengakhiri sambutannya.

Sementara Perwakilan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PP dan PA) Atwilrany Ritonga mengatakan, untuk mewujudkan KLA di seluruh Indonesia, telah ditetapkan berbagai macam peraturan perundang-undangan dan kebijakan untuk melindungi anak.

"Yaitu Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dan Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak," ujarnya.

Pada era otonomi yang diimplementasikan di Indonesia sejak tahun 2002, pembangunan Kabupaten Layak Anak juga telah terintegrasi ke dalam Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah.

"Dalam Undang-Undang ini dipertegas, bahwa urusan pemerintah dibidang perlindungan anak merupakan urusan wajib yang harus dilakukan oleh pemerintah didukung oleh masyarakat, media, dan dunia usaha sebagai empat pilar pembangunan anak," kata Atwilrany Ritonga.

Tahun 2021 merupakan tahun yang baik bagi anak-anak Indonesia. Sebab, masih kata Atwilrany Ritonga, di tahun 2021 telah terbit Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 25 Tahun 2021 tentang Kebijakan Kabupaten/Kota Layak Anak.

"Maka kedepan seluruh kabupaten/kota di Indoensia dapat segera menyempurnakan Gugus Tugas KLA dalam melaksanakan program perlindungan anak,"pungkasnya.

Peserta Vicon antara lain sebagai berikut: Perwakilan Kementerian PP dan PA, Perwakilan Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK)  dan Tim Independen, Seluruh Asissten, Staf Ahli, Kasdim 0422/LB, Kepala Kejaksaan Negeri Lambar, TP-PKK Kabupaten Lambar, Ketua Gugus Tugas KLA Lambar, Puskesmas, Camat, Peratin dan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di wilayah Kabupaten Lambar. 

(Diskominfo)

Bupati Lampung Barat, H. Parosil

BlogGua, Lampung Barat
- Pariwisata adalah suatu kegiatan yang secara langsung menyentuh dan melibatkan masyarakat, sehingga membawa berbagai manfaat terhadap masyarakat setempat dan sekitarnya.

"Bahkan pariwisata mempunyai kekuatan yang luar biasa yang mampu membuat masyarakat setempat mengalami perubahan dalam. berbagai aspeknya. Pariwisata mempunyai banyak manfaat bagi masyarakat," imbuh Bupati Lampung Barat, H. Parosil Mabsus saat menerima Kunjungan Indonesian Fighter Tourism Association (IFTA) di Lamban Ugokhan Batin, Pekon Canggu, Batu Brak, Lampung Barat, Senin (14/06/2021) malam.

Parosil pun menjelaskan, sektor pariwisata bukan sekedar memberikan keuntungan bagi pelaku-pelaku bidang pariwisata melainkan juga memberikan keuntungan sektor-sektor lain di luar pariwisata.

Pengembangan pariwisata, sambung Parosil Mabsus, dapat memberikan manfaat ekonomi yang maksimal bagi masyarakat, sektor swasta, dan pemerintah daerah, serta juga mampu memberi pengalaman yang bernilai bagi wisatawan. Menjamin kelestarian lingkungan alam, kelestarian sosial budaya dan adat istiadat masyarakat, maka dalam pelaksanaannya dibutuhkan strategi yang terencana dan sistematis dalam pengelolaan di sebuah destinasi. 

Untuk itu Parosil menegaskan, kegiatan IFTA Explore Bumi Sekala Bekhak merupakan tindak lanjut kerjasama Pemda Lampung Barat dengan IFTA dalam menciptakan paket - paket wisata, trip awal ini merupakan trip awalan untuk trip-trip lanjutan yang akan dibuat oleh para agent-agent travel yang tergabung dalam IFTA.

"Ini adalah upaya pemerintah dalam membangkitkan wisata Lampung Barat, sektor wisata merupakan sektor yang paling terdampak pandemi covid 19,"kata Parosil

Disamping itu Parosil mengaharapakan, dengan adanya field trip ini akan ditindak lanjuti dengan kunjungan berikutnya dengan membawa wisatawan-wisatawan dari seluruh indonesia.

"Hal ini juga dalam rangka mendukung gerakan kementerian pariwisata dan ekonomi kreatif, serta mewujudkan Lampung Barat Hebat dan Sejahtera,"tandasnya. 

Disisi lain Ketua IFTA, Hendra Perdana mengatakan, Indonesian Fighter Tourism Association (IFTA) kembali menggelar kegiatan eksplorasi destinasi wisata Indonesia. Kali ini Kabupaten Lampung Barat, Provinsi Lampung  menjadi tujuan Team Eksplore 2021 Jelajah Nusantara.

"Kegiatan ini merupakan program lanjutan explorasi Famtrip IFTA dari kegiatan sebelumnya yakni IFTA Jelajah Nusantara yang kali ini Kabupaten Lampung Barat Provinsi Lampung menjadi tujuannya," kata Hendra.

Famtrip ini, lanjut Hendra, diadakan pada tanggal 14 s.d 16 Juni (tiga hari) yang dihadiri 40 travel agen dari jakarta, Bandung, Banten, Bogor, Palembang, disambut dalam gala dinner oleh Bupati Lampung Barat di Lamban Ugokhan Batin.

Dalam perjalanan ke Lampung Barat, masih kata Hendra, tim eksplor di Kebun Raya Liwa (KRL), Pengolahan Kopi Ratu Luwak, Kerajaan Paksipak Pernong, Negeri di Atas Awan Bawang Bakung Kecamatan Batu Brak dan Wisata Alam yang ada di Kecamatan Suoh serta Agro Wisata di Kecamatan Sekincau.

"Famtrip ini bukan trip biasa, kami mengadakan paket pariwisata yang mengedepankan budaya, dan mengangkat budaya di Bumi Sekala Brak agar dikenal secara nasional yang mempunyai banyak tempat-tempat wisata luar biasa dan tidak dimiliki daerah lain," ujar Hendra seraya meyakinkan,"Salah satunya merupakan pariwisata Geothermal yang hanya ada dua di dunia yakni Danau Keramik Kawah Nirwana yang berada di kecamatan Suoh dan Yellowstone yang berada di Amerika Serikat,"pungkasnya.

Kehadiran Bupati Lampung Barat (Lambar) Hi. Parosil Mabsus dalam pertemuan tersebut didampingi Kepala Dinas Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata Tri Umaryani dan Camat Batu Brak Mat Suhyar dan dari sisi IFTA dihadiri langsung oleh Ketua IFTA Hendra Perdana, Praktisi ECO Tourism Priyadi Wibisono, CEO Info Libur Novi Miniarti, Perwakilan National Geografi Indonesia Faesal Lubis, Perwakilan Grid Network Gema.

(Diskominfo)

Bupati Lampung Tengah, Musa Ahmad

BlogGua, Lampung Tengah
- Bupati Lampung Tengah, Musa Ahmad  dan Wakil Bupati Lampung Tengah, Ardito Wijaya menghadiri Rapat Paripurna istimewa peringatan Hari Ulang Tahun ( HUT) ke - 75 Kabupaten Lampung Tengah tahun 2021 di Ruang sidang DPRD Kabupaten Lampung Tengah, Selasa (15/06/2021)

Dalam pidato sambutannya, Bupati Lampung Tengah Musa Ahmad mengucapkan terima kasih kepada seluruh elemen masyarakat yang mencurahkan bakti daya dan upaya dalam usaha memajukan Kabupaten Lampung Tengah .

Peringatan HUT ke 75 Kabupaten Lampung Tengah ini, sambung Musa Ahmad, adalah bukti nyata kerjasama dan hasil kemitraan antara eksekutif dan legislatif dalam menyatukan aspek politik, ekonomi, sosial dan budaya yang tertuang dalam kebijakan daerah yang bermuara kepada komitmen membangun dan memajukan Kabupaten  Lampung Tengah.

Sebagai penyelenggara pemerintahan, masih kata Musa Ahmad, tentu akan berupaya bekerja dengan kerja keras dan kerja cerdas serta mencari terobosan dan inovasi untuk memajukan Lampung Tengah tercinta ini.  Berbagai tantangan tentu akan dihadapi namun hal tersebut akan menjadi bagian dari proses dalam pelaksanaan pembangunan dari tahuh ke tahun. 

"Mari kita bersama sama memaknai peringatan HUT Lampung Tengah dengan bersama sama dan bersatu dalam memajukan Kabupaten Lampung Tengah agar semakin berjaya," Pungkasnya.

(Diskominfo)

Sekretaris Daerah Provinsi Lampung Fahrizal Darminto (tengah)

BlogGua, BANDAR LAMPUNG
- Gubernur Lampung Arinal Djunaidi menggelorakan semangat membaca di Provinsi Lampung demi meningkatkan indeks literasi masyarakat. 

Pesan Gubernur Arinal itu disampaikan Sekretaris Daerah Provinsi Lampung Fahrizal Darminto saat Pengukuhan 8 Bunda Literasi Kabupaten/Kota Provinsi Lampung di Ballroom Swiss Belhotel, Selasa (15/6/2021). 

Pengukuhan dilakukan langsung oleh Kepala Perpustakaan Nasional Muhammad Syarif Bando. 

"Diharapkan para bunda literasi terus menjadi daya dorong dalam menciptakan inovasi kegiatan literasi di wilayah masing-masing," ujar Sekdaprov Fahrizal. 

Selain pengukuhan Bunda Literasi, juga dilakukan talkshow Peningkatan Indeks Literasi Masyarakat.  Dengan narasumber Kepala Perpustakaan Nasional Muhammad Syarif Bando, Bunda Literasi Provinsi Lampung Ibu Riana Sari Arinal, Ketua DPRD Provinsi Lampung Mingrum Gumay dan Rektor Universitas Teknokrat Indonesia Nasrullah Yusuf. 

Fahrizal mengatakan talkshow tersebut menjadi upaya untuk memotivasi masyarakat dalam meningkatkan minat baca. 

Selain itu, sebagai ajang promosi dalam pengenalan dan pemanfaatan perpustakaan yang sudah bertransformasi sebagai perpustakaan berbasis inklusi sosial. 

"Untuk itu minat baca harus dikenalkan sejak usia dini, sehingga kebiasaan baik ini akan terbawa bermanfaatnya hingga mereka dewasa dan menjadi generasi sadar literasi," katanya. 

Fahrizal meminta dukungan pihak swasta, lembaga pendidikan dan masyarakat untuk terus memberikan dukungan guna mewujudkan masyarakat Lampung yang cerdas dan kompeten melalui kebiasaan gemar membaca. 

"Sehingga dapat tercapai masyarakat Lampung yang cerdas, kreatif dan inovatif," katanya. 

Sementara itu, Kepala Perpustakaan Nasional Muhammad Syarif Bando menyampaikan apresiasi atas komitmen Gubernur Lampung Arinal Djunaidi yang terus menggelorakan semangat literasi. 

"Kebanggaan bagi kami atas komitmen Bapak Gubernur dan jajaran Kabupaten/Kota bersama para istri Bupati/Walikota menjadi bagian bersama Ibu Riana bagaimana bergerak menghadirkan buku ditengah masyarakat," ujar Syarif. 

Dalam kesempatan itu, Bunda Literasi Provinsi Lampung Ibu Riana Sari Arinal mengajak Bunda Literasi Kabupaten/Kota untuk lebih giat lagi memerankan perannya menjadi contoh bagi masyarakat dan anak-anak untuk terus gemar membaca dan menulis. 

"Bahkan disaat masa pandemi pun, jangan menjadi penghalang untuk terus memberikan semangat bagi anak-anak agar mencintai literasi," ujar Ibu Riana. 

Sebagai upaya peningkatan budaya gemar membaca dan menulis anak, menurutnya Bunda Literasi Kabupaten/Kota bisa menggandeng para penggiat literasi dan komunitas baca di wilayah masing-masing. 

Selain itu, program Bunda Literasi juga bisa diselaraskan dengan program yang ada dalam Tim Penggerak PKK. 

"Kita bisa berdayakan kader-kader kita di PKK dengan mengajak peran serta lingkungan keluaga terutama para ibu seperti mengadakan program membaca dan mendongeng bersama," katanya. 

Kemudian, menurut Ibu Riana juga bisa disinergikan dengan program Gerakan Siger atau Gerakan (S)aatnya (I)kut ber(GE)rak untuk (R)akyat. 

"Seperti memberikan buku bacaan dan mainan tradisional," katanya. 

Adapun 8 Bunda Literasi yang dikukuhkan yakni Silvia Maharani Wahdi (Bunda Literasi Kota Metro), Mardiana Musa Ahmad (Bunda Literasi Kabupaten Lampung Tengah), Yus Bariah Dawam Rahardjo (Bunda Literasi Kabupaten Lampung Timur) dan Winarni Nanang Ermanto (Bunda Literasi Kabupaten Lampung Selatan). 

Selanjutnya, Kornelia Umar (Bunda Literasi Kabupaten Tulang Bawang Barat), Nelly Wati (Bunda Literasi Kabupaten Mesuji), Septi Heri Agusnaeni (Bunda Literasi Kabupaten Pesisir Barat) dan Nanda Indira Dendi (Bunda Literasi Kabupaten Pesawaran). 

Pada kesempatan itu, turut dilakukan penandatanganan Nota Kesepakatan antara Perpustakaan Nasional RI dengan Pemerintah Provinsi Lampung dan Perguruan Tinggi di Provinsi Lampung.

(Adpim)

Bupati Lampung Utara, H. Budi Utomo (kiri)

BlogGua, Lampung Utara
- Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kabupaten Lampung Utara Ke-75 Tahun 2021 bertemakan "Bersama Rakyat Kita Wujudkan Pembangunan Daerah Dengan Kebiasaan Baru di Masa Pandemi” tema ini kutip dari peristiwa pandemi Covid-19 yang telah memberikan banyak pelajaran berharga. 

"Ibarat bercocok tanam, benih yang ditanam tidak akan langsung tumbuh, membesar, berdaun dan berbuah begitu saja,"ujar Bupati Lampung Utara, H. Budi Utomo dalam sidang Paripurna Istimewa HUT Kabupaten Lampung Utara ke-75 di Gedung DPRD Lampung Utara, Selasa (15/06/2021).. 

Sebab, lanjut Budi, perlu proses yang lama, dan terkadang dihadapkan pada tantangan gangguan hama, cuaca yang tidak menentu, dan kondisi sulit lainnya. Untuk menghadapi itu semua, tentunya harus memiliki kesabaran dan kegigihan, sehingga bisa memetik hasilnya esok hari. 

“Pada hari ini, Kabupaten Lampung Utara telah genap berusia 75 tahun. Sebagaimana kita tahu bahwa terbentuknya Kabupaten Lampung Utara ini tentu merupakan hasil kerja keras dan perjuangan dari para pahlawan kita, yaitu dari para tokoh nasional dan tokoh daerah yang telah memberikan kontribusi yang luar biasa bagi terbentuknya Kabupaten Lampung Utara,” kata Budi Utomo.

Menurut Budi, sebagai kabupaten yang memiliki beragam kultur ini, sepatutnya bersyukur dan berbangga. Karena dalam kurun waktu 75 tahun ini mampu membangun dan mengembangkan rasa persatuan dan kesatuan yang sangat kuat. Hal ini menandakan masyarakat Lampung Utara, mampu mewujudkan makna filosofis semboyan daerah “Ragem Tunas Lampung”. 

“Membangun sebuah daerah tentu tidaklah semudah kita membalikkan telapak tangan, dibutuhkan proses panjang dan berkelanjutan bahkan harus diuji dengan berbagai dinamika kehidupan, seperti halnya pandemi Covid-19 yang melanda dunia, termasuk melanda daerah kita,” ujarnya.

Sebagaimana yang dirasakan bersama, sambung Budi, pendemi Covid-19 memberikan pengaruh yang besar pada berbagai bidang kehidupan masyarakat, diantaranya telah menjadikan roda perekonomian di masyarakat menjadi melambat sebagai akibat dari mobilitas pergerakan barang dan orang yang terbatas.

Bahkan, masih kata Budi, beberapa program pembangunan banyak mengalami pergeseran. Karena kosentrasi menitikberatkan pada pencegahan dan penanganan covid-19. Pembangunan berbagai infrastruktur dasar, terutama pembangunan dan pemeliharaan infrastruktur jalan dan jembatan juga mengalami stagnasi, akibat menurunnya berbagai sumber pendapatan daerah.

Untuk itu, Pemkab Lampung Utara bersama-sama dengan berbagai pihak terkait terus berupaya melakukan langkah-langkah agar masyarakat tetap dapat melaksanakan aktivitasnya, meskipun dengan ketentuan harus menerapkan disiplin protokol kesehatan yang ketat. Hal ini tentu dimaksudkan agar masyarakat dapat tetap produktif, sehingga perekonomian dapat membaik.

“Mengubah perilaku sosial masyarakat tentu bukanlah pekerjaan yang mudah, diperlukan kesungguhan, dukungan dan kerja keras dari semua pihak dan Alhamdulillah, atas dukungan dan kerjasama dari berbagai lintas sektor terkait, pengendalian Covid-19 dapat kita lakukan, meskipun masih perlu untuk lebih kita optimalkan lagi,” tandasnya.

Dalam Paripurna Istimewa tersebut juga dihadiri Sekretaris Daerah Lampung Utara, Pimpinan Forkopimda, Kepala Perangkata Daerah, serta para CamatSe-Kabupaten Lapung Utara.

Diakhir acara juga dilakukan pemotongan tumpeng sebagai wujud syukur bisa merayakan HUT Kabupaten Lampung Utara secara bersana-sama.

(Diskominfo Lampura)

Bupati Lampung Utara, H. Budi Utomo saat memukul Gong

BlogGua, Lampung Utara
- Bupati Lampung Utara, H. Budi Utomo sambut baik diselenggarakannya kegiatan Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD). Karena ini sangat positif dan secara nyata turut mendukung upaya percepatan dan pemerataan pembangunan di Kabupaten Lampung Utara.

Sebagaimana yang dikatakan Budi Utomo saat memberi sambutan dalam acara Pembukaan TMMD ke-111 Tahun 2021 bertajuk TMMD Wujud Sinergi Membangun Negeri di Aula Adiguna Makodim 0412-LU, Selasa (15/06/2021).

“Saya mengucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada TNI dan seluruh komponen masyarakat yang terlibat langsung maupun tidak langsung,” imbuh Budi. 

Selama ini, sambung Budi, TNI dikenal sangat dekat dengan rakyat, menyatu dan melebur dengan masyarakat, membangun semangat nasionalisme, dan menghidupkan budaya gotong royong.

"Ini adalah salah satu wujud pembinaan teritorial dan merupakan bentuk sinergi antara Pemda dan TNI," katanya.

Terlebih, masih kata Budi, sasaran TMMD ini selain mencakup kegiatan fisik juga menyasar pada kegiatan non fisik. Seperti halnya pembagian sembako kepada masyarakat, yang tentunya dapat meringankan beban masyarakat dimasa pandemi Covid-19.

Disamping itu Budi menjaelaskan, mengingat pendemi Covid-19 telah menjadikan roda perekonomian di masyarakat menjadi melambat sebagai akibat dari mobilitas pergerakan barang dan orang yang menjadi terbatas. Karena itu, perlu bersama-sama berupaya melakukan berbagai langkah agar masyarakat tetap dapat melaksanakan aktivitasnya, meskipun dengan kekentuan harus menerapkan disiplin protokol kesehatan yang ketat.

“Hal ini tentu dimaksudkan agar masyarakat dapat tetap produktif, sehingga perekonomian dapat kembali membaik. Kita semua tentu merasakan dampak dari pandemi Covid-19, ini sangat menyulitkan bagi kita semua. Beberapa program pembangunan banyak mengalami pergeseran karena kosentrasi kita untuk sementara waktu terpaksa harus menitik beratkan pada pencegahan dan penanganan covid-19,” terang Budi.

Karena itu, Bupati mengaku sangat bersyukur, melalui kegiatan TMMD, semua elemen dapat bersama-sama bergotong-royong membangun desa, membangun negeri tercinta, membangun kebersamaan sebagai satu bangsa dan satu tanah air Indonesia.

“Mari kita jadikan momentum kegiatan TMMD ke-111 ini, untuk semakin meningkatkan sinergi, menggugah kesadaran kita bersama untuk selalu menghidupkan budaya gotong royong, mempererat tali persaudaraan, merajut kebersamaan dan persatuan, meningkatkan karya, inovasi dan prestasi, membagun daerah kita, Kabupaten Lampung Utara yang kita cintai bersama ini, agar semakin aman, agamis, maju, dan sejahtera,” tandas Budi.

Sementara, Komandan Kodim 0412/LU Letkol Inf. Harry Prabowo memaparkan, kegiatan TMMD Tahun ini menyasar di dua Desa, yakni Desa Abung Jayodan Desa Sumber Arum.

“Tema Tahun ini TMMD Wujud Sinergi Membangun Negeri di desa Abung Jayo Kecamatan Abung Selatan dan Sumber Arum Kecamatan Kotabumi,” pungkasnya.

Diakhir acara dilakukan penandatangan naskah Berita Acara pelaksanaan Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-111 Kodim 0412 Lampung Utara Tahun 2021.

(Diskominfo Lampura)

Bupati Lampung Tengah, Musa Ahmad

BlogGua, Lampung Tengah
- Bupati Lampung Tengah, Musa Ahmad memberikan materi dalam kegiatan Pembekalan Pelatihan Dasar (PPD) untuk Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) golongan III di Bandiklat Kota Gajah, Lampung Tengah, Senin (14/06/2021).

Bupati didampingi Kepala BKPSDM dr Chandra Puasati dan kepala OPD terkait lainnya. Sebanyak 76 orang CPNS yang mengikuti PPD kali ini, yakni terdiri dari  75 orang tenaga pendidikan dan 1 orang CPNS tenaga kesehatan. 

Disela sambutannya, Musa Ahmad mengatakan, menjadi ASN atau Aparatur Sipil Negara  adalah menjadi seorang "Pelayan" maka jangan meminta untuk dilayani ketika memberikan pelayanan kepada penerima layanan.

"Setiap orang yang berstatus sebagai ASN diharapkan bisa menyadari bahwa dirinya adalah seorang pelayan publik. Jika kesadaran tersebut sudah muncul disetiap hati dan pikiran, maka harapan tentang integritas dan moralitas PNS yang semakin baik akan terwujud," Kata Musa seraya menegaskan,"Siapkan hati dan mental untuk menjadi pelayan publik yang berintegritas. Karena tugas pelayanan publik ini sudah menanti," pesannya. 

Kegiatan Pembekalan dan Pelatihan yang berlangsung juga dimaksudkan untuk memberikan pengetahuan dan pembentukan wawasan Kebangsaan, Kepribadian dan Etika PNS serta pengetahuan dasar tentang sistem penyelenggaraan pemerintahan negara.

"Agar mampu melaksanakan tugas dan perannya sebagai pelayan masyarakat,"pungkasnya.

Bupati Lampung Barat, H. Parosil Mabsus (Kiri)

BloGgua, Lampung Barat
- Bupati Lampung Barat, H. Parosil Mabsus menyerahkan Uang Santunan Kecelakaan dan Kematian dari BPJS Ketenagakerjaan Cabang Lampung Tengah kepada Keluarga penerima di Aula Kagungan Setdakab Lampung Barat, Senin (14/06/2021).

Penyerahan santunan jaminan kecelakaan kerja diberikan kepada Bpk. Markani, selaku THLS UPT Pengelolaan Kawasan Sekuting Terpadu Lambar sebesar Rp. 4.742.241 dan Penyerahan santunan kematian diberikan kepada almarhum Bpk. Sahrin, selaku pekerja di CV Sutra Bumi yang diwakili oleh pihak perusahaan CV Sutra Bumi sebesar Rp. 124.000.000.

Selanjutnya dilakukan penyerahan cinderamata dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lambar kepada BPJS Ketenaga Kerjaan Lampung Tengah. Begitupun sebaliknya, dilakukan pula penyerahan cinderamata dari BPJS Ketenagakerjaan Lampung Tengah kepada Pemkab Lambar.

Dalam sambutannya, Parosil Mabsus mengucapkan terimakasih atas santunan yang diberikan oleh pihak BPJAMSOSTEK Lampung Tengah kepada korban yang mengalami kecelakaan dan kematian. 

"Kami ikut prihatin dan berbela sungkawa atas kejadian yang dialami para pekerja,"imbuhnya.

Disamping itu, Parosil juga menekankan agar proses administrasi yang diselenggaraan BPJS Ketenagakerjaan, tidak terlalu rumit dan tidak terlalu lama. Sehingga memudahkan peserta BPJS itu sendiri.

"Seperti yang diharapkan Ibu Darwati, selaku Kepala BPJAMSOSTEK, kita khususnya masyarakat yang ada di Lambar dapat mengikuti program tersebut dan ikut mensosialisasikan kepada masyarakat,"kata Parosil.

Untuk itu Parosil menegaskan kepada pihak-pihak terkait, agar hal tersebut menjadi Pekerjaan Rumah (PR), khususnya kepada para pimpinan perusahaan baik BUMN ataupun BUMD agar benar-benar memberikan pemahaman dan pengertian kepada pekerja untuk keselamatan.

Sementara Kepala Kantor Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (BPJAMSOSTEK) Cabang Lampung Tengah, Darwati mengatakan, BPJS Ketenagakerjaan merupakan transformasi dari PT Jamsostek (Persero). Tugasnya memberikan perlindungan terhadap tenaga kerja Indonesia, baik mereka yang bekerja secara informal maupun yang nonformal.

"Fungsi dan tugas BPJS Ketenagakerjaan melingkupi Jaminan Hari Tua (JHT), Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), Jaminan Kematian (JK), dan Jaminan Pensiun (JP)," ungkap Darwati.

Diakhir, Darwati menegaskan bahwa BPJS sangat berharap agar masyarakat Lampung Barat untuk segera ikut dalam program - program BPJS.

"Harapan kita khususnya masyarakat yang ada di Lambar dapat mengikuti program BPJS Ketenagakerjaan untuk melindungi para pekerja."pungkasnya.

Turut hadir dalam acara tersebut, Wakil Bupati Lampung Barat, Staf Ahli, Assisten, Kepala Perangkat Daerah dan Kepala Kantor BPJAMSOSTEK) Cabang Lampung Tengah.

(Diskominfo)

Gubernur Lampung, Arinal Djunaidi

BlogGua, Bandar Lampung
- Gubernur Lampung, Arinal Djunaidi menerima Audiensi dari PT Telkom Witel Lampung, bertempat di Mahan Agung, Senin pagi (14/6/2021).

Audiensi ini dihadiri oleh Kepala Bappeda, Kadis PMDes dan Transmigrasi, Kadis Kominfotik Lampung, Karo Perekonomian dan Karo Hukum, GM Telkom Witel Lampung, Manager Telkom, perwakilan PT LintaSarta dan PT Artamedia.

Digelarnya audiensi ini sebagai tindak lanjut arahan Presiden Joko Widodo saat Musrenbangnas pada Mei lalu. Dalam kesempatan tersebut, Presiden Jokowi mengatakan bahwa selain akan dimulainya konektivitas 5G, dalam menghadapi kompetisi global yang semakin cepat, kecepatan ketepatan dan efisiensi adalah pondasi penting untuk kita bisa bersaing. Namun demikian, masih ada 749 Desa di Lampung yang belum terjangkau jaringan internet (blank spot).

"Untuk itu, pemerintah mendorong supaya masyarakat di desa bisa menikmati layanan Internet serta meyukseskan program Smart Village dan Kartu Petani Berjaya (KPB)," ujar Arinal.

Gubernur juga memerintahkan kepada dinas terkait untuk menangani hal-hal apa saja yang diperlukan BUMDes dalam pengelolaan bisnis di desa, utamanya dalam hal perizinan.

Sementara itu, GM PT Telkom Witel Lampung, Susila Shane Sihombing dalam kesempatan tersebut menyampaikan terima kasih kepada Gubernur Lampung atas digelarnya audiensi ini. Susila mengatakan, Telkom Witel Lampung akan turut berpartisipasi membangun dan mengelola infrastruktur internet di Provinsi Lampung, khususnya pada jaringan fiber optik dan radio link (wireless).

(Diskominfotik)

Gubernur Lampung, Arinal Djunaidi (topi Kuning)

BlogGua, LAMPUNG TENGAH
- Gubernur Lampung Arinal Djunaidi bersama para guru SMA/SMK di Kabupaten Lampung Tengah berolahraga sepeda santai atau Gowes Ki Hadjar untuk meningkatkan imunitas tubuh dalam melawan Covid-19, pada Sabtu (12/6/2021) pagi. 

Pelaksanaan sepeda santai ini tetap mematuhi protokol kesehatan dan para pesepeda dilakukan per sesi dengan masing-masing sesi 10 pesepeda. 

"Selamat bersepeda, jangan lupa tetap patuhi protokol kesehatan," ujar Gubernur Arinal. 

Gowes Ki Hadjar ini juga diikuti Bupati dan Wakil Bupati Lampung Tengah Musa Ahmad dan Ardito Wijaya beserta jajaran Pemerintah Provinsi Lampung dan Kabupaten Lampung Tengah. 

Untuk rute yang dilalui yakni dimulai dari Sesat Agung Nuwo Balak, Rumah Dinas Bupati Lampung Tengah dan berakhir di Lapangan Prosida. 

Kegiatan sepeda santai atau dinamakan Gowes Ki Hadjar ini merupakan program Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Lampung yang dibentuk pada awal pandemi Covid-19. 

Kegiatan ini sebagai upaya untuk meningkatkan imunitas tubuh sekaligus menjaga kesehatan. 

Pada kesempatan itu, Arinal menyampaikan ucapan terimakasih kepada para guru yang terus berjuang mencerdaskan anak bangsa meski disaat pandemi. 

"Terimakasih kepada guru telah mengajar malalui sistem daring/online, memang sulit tetapi jangan berfikir mengenai kesulitannya tetapi ini untuk mencerdaskan anak bangsa," katanya. 

Arinal menyebutkan telah banyak perjuangan para guru yang kemudian melahirkan anak didiknya menuju kesuksesan. 

Menurutnya, berkat jasa guru pula yang menghantarkan dirinya menjadi seorang Gubernur. "Para guru luar biasa pengorbanannya," katanya. 

Ke depan, Arinal mengatakan apabila sekolah tatap muka dilaksanakan, para guru diminta sudah melakukan vaksinasi dan pelaksanaan protokol kesehatan harus ketat dilakukan di sekolah. 

"Masker harus dipakai, menjaga jarak dan hindari kerumunan," ujarnya. 

Pada bagian lain, Arinal meminta dukungan masyarakat untuk mensukseskan berbagai program Pemerintah Provinsi Lampung untuk disinergikan di Kabupaten Lampung Tengah. 

Seperti program Kartu Petani Berjaya (KPB), Smart Village dan Smart School termasuk mendukung pelaksanaan pembangunan infrastrukur jalan Provinsi di Kabupaten Lampung Tengah. 

"Karena Lampung juga menjadi salah satu Provinsi yang terus menjadi perhatian ditingkat nasional, baik dalam penumbuhan dan kestabilan ekonomi maupun penanganan Covid-19," pungkasnya.

(Adpim)

Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah (Kanan)

BlogGua, LAMPUNG SELATAN
 - Program Lampung sebagai lumbung ternak yang sering diungkapkan Gubernur Arinal Djunaidi terbukti berhasil. Selain memenuhi pasokan DKI Jakarta, kini Provinsi Sumatera Barat juga berminat melakukan kerjasama pemenuhan daging sapi dari Lampung untuk bahan baku rendang.

Hal tersebut disampaikan Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah saat melakukan studi kasus (benchmarking) di lokasi peternakan sapi PT. Juang Jaya Abdi Alam, Lampung Selatan, Jum'at (11/6/2021).

Gubernur Mahyeldi menjelaskan bahwa salah satu alasannya ke Provinsi Lampung, dan ke PT. Juang Jaya Abdi Alam yaitu mengingat kebutuhan daging yang tinggi di Sumatera Barat, terlebih pada saat menjelang lebaran Idul Adha membutuhkan sekitar 50 ribu ekor. Kemudian, ditambah kebutuhan harian di Sumatera Barat, apalagi dengan kebutuhan rendang yang begitu banyak.

"Oleh karena itu, kita di Sumatera Barat, belum mampu untuk memenuhi kebutuhan tersebut," ujar Gubernur Mahyeldi.

Menurut Mahyeldi, kerja sama tersebut akan ditindaklanjuti bersama Gubernur Arinal dan pihak terkait. 

"Sehingga hal ini akan mampu menjawab pemenuhan kebutuhan di Sumatera Barat. Terlebih, dalam kenyataannya, setiap harinya banyak sapi yang dipotong di Sumatera Barat itu  berasal dari Lampung," ujarnya.

Gubernur Mahyeldi berharap untuk dapat terus bersinergi dengan Provinsi Lampung sekaligus menjalin kerjasama. 

Dalam kesempatan yang sama, Plt. Asisten Ekonomi dan Pembangunan Provinsi Lampung Kusnardi menuturkan bahwa Pemerintah Provinsi Lampung sangat menyambut kunjungan dari Gubernur Sumatera Barat. 

"Dan diharapkan melalui kunjungan ini, akan ada tindaklanjut kerjasama antara Pemerintah Sumatera Barat dengan Pemerintah Provinsi Lampung," jelasnya.

(Adpim)

Gubernur Lampung Arinal Djunaidi (kiri)

BlogGua, BANDAR LAMPUNG
- Dinilai sukses dalam pengelolaan perikanan, Pemerintah Provinsi Sumatera Barat menjadikan Lampung sebagai lokasi studi kasus (benchmarking) rencana pengembangan budidaya tambak udang di Sumatera Barat. 

Bahkan rencana studi tersebut diagendakan selama dua hari di dua Kabupaten yakni Lampung Selatan dan Tanggamus sejak tanggal 11 hingga 12 Juni 2021. 

Sebelum melakukan studi itu, rombongan terlebih dahulu dijamu oleh Gubernur Lampung Arinal Djunaidi di Mahan Agung, Rumah Dinas Gubernur, Jumat (11/6/2021). 

Kunjungan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat ke Provinsi Lampung ini dipimpin langsung oleh Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah. 

"Kita mau belajar banyak karena Lampung sukses dalam perikanan," ujar Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah. 

Mahyeldi mengatakan bahwa Lampung juga sudah mensuplay udang untuk kebutuhan internasional. 

"Dan kami di Sumatera Barat baru memulai namun Lampung sudah maju 15 tahun. Untuk itu tentu pengalaman-pengalaman dari Lampung ingin kita dapatkan, sehingga hal positif dari sini akan mengangkat perekonmian kita di Sumatera Barat," katanya. 

Mahyeldi menilai selain udang, banyak komoditas di Lampung yang juga sudah maju dan berkembang seperti singkong, sapi, pisang, jagung dan lainnya. 

"Dengan banyak hal positif di Lampung dan sudah lama berkembang, kami memilih Lampung didalam mendapatkan berbagai pengalaman. Termasuk dengan udang kita baru mulai bahkan belum tertuang dalam RTRW tentang tambak udang," katanya. 

Ke depan, Mahyeldi berharap untuk dapat terus bersinergi dengan Provinsi Lampung sekaligus menjalin kerjasama. 

"Pemerintah Provinsi Sumatera Barat diharapkan untuk segera menuangkan kerjasama dengan Provinsi Lampung sehingga kita bisa terus bersinergi," katanya. 

Sementara itu, Gubernur Lampung Arinal Djunaidi mengatakan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat menjadikan Provinsi Lampung sebagai tujuan benchmarking sangatlah tepat. 

Karena menurutnya, Lampung merupakan penghasil komoditas unggulan ditingkat nasional bahkan dunia termasuk udang. 

Bahkan disaat pandemi Covid-19, Lampung mampu mengendalikan perekonomian terutama pangan. 

"Ketika dalam posisi situasi sulit karena Covid-19 yang berdampak pada ekonomi, namun Lampung tetap dalam posisi aman. Termasuk dalam pemenuhan kebutuhan DKI Jakarta," ujar Gubernur Arinal. 

Terkait budidaya tambak udang, Arinal mengatakan bahwa ekspor produk perikanan Provinsi Lampung pada Tahun 2020 sebesar 17.487,8 ton atau senilai 2,305 triliun. Dimana 85,26% dari komoditas ekspor tersebut adalah udang. 

"Dengan volume ekspor udang sebesar 14.910,9 ton, dengan Negara tujuan Amerika Serikat, Jepang, dan Uni Eropa," katanya. 

Arinal menyebutkan berdasarkan perbandingan volume ekspor perikanan Provinsi Lampung triwulan 1 Tahun 2020 dengan Triwulan I Tahun 2021 mengalami peningkatan volume ekspor sebesar 4,7%. 

"Hal ini menjadi catatan bahwa komoditas perikanan menjadi kegiatan usaha yang menjanjikan dan cenderung stabil dalam situasi pandemi," katanya. 

Selain itu, pengembangan udang di Lampung juga dilirik oleh pemerintah pusat salah satunya Kementerian Koperasi dan UKM. 

Untuk diketahui, didalam kunjungan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat di Provinsi Lampung, diagendakan dihari pertama rombongan akan mengunjungi lokasi peternakan sapi PT. Juang Jaya Abdi Alam dan tambak udang Desa Way Urang di Kabupaten Lampung Selatan. 

Selanjutnya, di hari kedua akan berkunjung ke lokasi tambak udang modern di Kabupaten Tanggamus.

(Adpim)

Gubernur Lampung, Arinal Djunaidi

BlogGua, BANDAR LAMPUNG
- Gubernur Lampung, Arinal Djunaidi mengajak seluruh pimpinan daerah, pemegang saham, stakeholder, dan seluruh pemangku kepentingan untuk meningkatkan modal inti Bank Lampung menjadi Rp3 triliun di tahun 2024, agar sesuai dengan ketentuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Hal tersebut disampaikan Gubernur Lampung Arinal Djunaidi dalam Roadshow Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Terkait Pemenuhan Modal Inti BPD Sesuai POJK Nomor 12/POJK.03/2020 tentang Konsolidasi Bank Umum, yang dilaksanakan di Ballrom Hotel Novotel, Bandarlampung, Kamis (10/6/2021).

Atas nama Pemerintah Provinsi Lampung, Gubernur Arinal menyambut baik dan mengapresiasi pelaksanaan kegiatan tersebut yang dinilainya merupakan upaya untuk meningkatkan daya saing dan peran dari Bank Lampung.

Menurut Gubernur, Bank Lampung adalah perusahaan milik masyarakat Lampung yang didirikan untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat dari sektor jasa perbankan.  Di sisi lain Bank Lampung juga diharapkan dapat memberikan kontribusi pada Pendapatan Asli Daerah (PAD).

"Tentunya kita semua sebagai pemilik dari Bank Lampung menginginkan Bank ini dapat memaksimalkan fungsinya sebagai lembaga intermediasi dan menjadi salah satu sumber pembiayaan bagi dunia usaha, baik berupa investasi dan produksi, dalam rangka mendorong pertumbuhan ekonomi khususnya di daerah tercinta kita Lampung," jelas Gubernur Arinal.

Untuk itu, apa yang menjadi amanah dari OJK tentang kewajiban Bank dalam memenuhi modal inti sebesar   Rp3 Triliun paling lambat tanggal 31 Desember 2024 memang perlu menjadi agenda serius untuk didalami bersama.

"Untuk itu, saya selaku PSP mengimbau kepada Seluruh Pimpinan Daerah beserta seluruh OPD untuk bersungguh-sungguh mendukung pemenuhan setoran modal tersebut baik melalui penganggaran setiap tahun dalam APBD/ APBDP masing-masing pemerintah daerah atau melalui penyetoran kembali seluruh dividen yang diterima sebagai setoran modal pada Bank Lampung," ujar Arinal.

Gubernur Arinal juga mengharapkan dukungan dan peran dari DPRD Provinsi/ Kabupaten/ Kota  se-Provinsi  Lampung dan Komisi yang membidangi Keuangan dan Anggaran untuk dapat berkenan membantu Bank Lampung dalam hal penambahan penyertaan modal daerah kedalam Modal Saham. 

Dalam kesempatan yang sama, Direktur BUMD, BLUD dan BMD Kemendagri Budi Santosa mengatakan bahwa Kemendagri terus mendorong Pemerintah Daerah untuk meningkatkan modal inti Bank Pembangunan Daerah (BPD) nya menjadi di atas Rp 3 triliun agar memenuhi ketentuan OJK.

Dirinya mengungkapkan bahwa modal inti Bank Lampung masih bisa ditingkatkan dengan dukungan seluruh pemegang saham, stakeholder, dan pemangku kepentingan.

"Untuk itu, seluruh pihak harus bersama-sama berkomitmen dalam meningkatkan modal inti Bank Lampung," jelasnya.

Sementara itu, Wakil Ketua II Asosiasi Bank Daerah (Asbanda) Busrul Imam, mengharapkan adanya dukungan penuh dari stakeholder Bank Lampung baik Pemerintah Provinsi, maupun Kabupaten/Kota, serta pemangku kepentingan sehingga pemenuhan modal inti Rp. 3 Triliun ditahun 2024 dapat tercapai.

Sedangkan Advisor Koordinator Pengawasan Perbankan OJK Panca Hardi Suyatno menjelaskan Bank Pembangunan Daerah sebagai bank umum di daerah memiliki peran yang sangat penting dalam mendukung pemerintah daerah dalam mendorong perekonomian daerah dan menggerakkan pembangunan daerah.

Terkait perannya dalam mendorng perekonomian daerah, BPD diharapkan dapat mendukung ekonomi daerah yang berkelanjutan, mendukung program pemerintah daerah salam pembanguna  daerah san mensejahterakan masyarakat. 

Kemudian, pengelolaan APBD yang efektif, efisien, dan memenuhi prinsip tata kelola yang baik, serta memberikan pelayanan publik yang andal.

Adapun strategi pembangunan BPD dalam menjawab tantangan yang ada, BPD harus melakukan resolusi dan recovery pasca pandemi Covid-19, peningkatan peran BPD dalam perekonkomian daerah, penguatan struktur dan daya saing, serta perlu transformasi digital.

Berdasarkan data, hingga Desember 2020 dari total 27 BPD di seluruh Indonesia, tercatat baru 11 BPD yang memiliki modal inti di atas Rp 3 triliun, atau telah memenuhi ketentuan modal inti minimum sesuai Ketentuan OJK. Di sisi lain terdapat, 16 BPD yang memiliki modal intinya di bawah Rp3 triliun.

(Adpim)

Ketua LSM-JARAK, Supriyansyah (pegang surat)

BlogGua, Tanggamus
– Pengadaan Unit Mobil Ambulance TA 2020 dan beberapa item kegiatan pengadaan jasa lingkup RSUD Batin Mangunang, Kabupaten Tanggamus di duga fiktif. Lembaga Jaringan Rakyat (JARAK) Kabupaten Tanggamus layangkan surat kepada Pimpinan DPRD Kabupaten setempat, Rabu (09/06/2021).

Dalam surat laporan, Lembaga JARAK meminta agar pihak DPRD Tanggamus melakukan monitoring serta pemeriksaan atas dugaan Tindak Pidana Korupsi pada RSUD Batin Mangunang sesuai hasil temuan Lembaga JARAK.

Untuk diketahui, Lembaga JARAK telah beberapa kali mempertanyakan dan klarifikasi terkait item kegiatan di RSUD Batin Mangunang, diantaranya terkait anggaran penyedia jasa kebersihan, pemeliharaan dan perawatan investasi/aset kantor termasuk penyediaan jasa tenaga pendukung administrasi/ teknis perkantoran, peningkatan pelayanan rujukan (DAK Regular bidang kesehatan dan Lab) sub bidang pelayanan rujukan serta anggaran pembelian kendaraan mobil ambulan, pelayanan dan pendukung pelayanan BLUD RSUD Batin Mangunang dan Kendaraan dinas roda dua (motor).

Ketua LSM-JARAK, Supriyansyah menegaskan, atas dasar yang dimaksudkan, pihaknya melayangkan surat ke DPRD meminta agar dapat menindak lanjuti apa yang disampaikan resmi.

“Surat permohonan yang dilayangkan diharap agar ditindaklanjuti, sesuai langkah-langkah yang sudah kami lakukan dalam hal penjelasan beberapa item kegiatan RSUD Batin Mangunang. Artinya, Pihak DPRD menindaklanjutinya dengan membentuk Pansus,”tegasnya.

(Tim)

Bupati Lampung Tengah, Musa Ahmad

BlogGua, Lampung Tengah
- Bupati Lampung Tengah, Musa Ahmad menghadiri acara Pengukuhan Pengajian Al-Hidayah Kabupaten dan Kecamatan Se-Kabupaten Lampung Tengah untuk perempuan Lampung Tengah yang religi, berkualitas, sehat, mandiri, berdaya dan berjaya di Sesat Agung Nuwo Balak, Rabu (09/06/2021).

Dalam sambutannya Bupati Lampung Tengah Musa Ahmad mengucapkan selamat kepada Jajaran Pengurus Pengajian Al-Hidayah Kabupaten dan Kecamatan Se-Kabupaten Lampung Tengah yang telah dikukuhkan.

Bupati Lampung Tengah Juga kedepan mensuport pengajian Al-Hidayah yang ada di Lampung Tengah agar dapat menjadi majelis taqlim terbaik di Provinsi Lampung. Bupati juga berpesan kepada seluruh jajaran pengurus pengajian Al-Hidayah untuk melakukan kegiatan dengan hati yang baik, bersih dan ikhlas.

Bupati Lampung Tengah juga berharap selain melakukan pengajian untuk kiranya membantu kegiatan Pemerintah Kabupaten Lampung Tengah untuk membina keluarga yang ada di Lampung Tengah dan anak karna tingginya kasus perceraian dan kasus anak di Lampung Tengah.

Selain itu, Bupati juga meminta kepada seluruh jajaran pengurus pengajian Al-hidayah untuk mensosialisasikan pentingnya protokol kesehatan kepada masyarakat pada masa pandemi covid-19 saat ini.

Bupati Lampung Tengah Musa Ahmad hadir didampingi Ketua Dewan Penasehat Pengajian Al-Hidayah Lampung Tengah Mardiana Musa Ahmad, Indria Sudrajat Ardito Wijaya dan Yulita Nirlan.

Selain itu hadir juga Ketua Dewan Pimpinan Daerah Pengajian Al-Hidayah Provinsi Lampung Staf Ahli Bupati Syahreza, Kepala Kemenag Lampung Tengah Farid Wajedi, Kepala Dinas Kominfo Yudairi Hasan, Kabag Kesra Nardi dan Ketua MUI Lampung Tengah Mutawali.

(Diskominfo)

Sekretaris Daerah Provinsi Lampung, Fahrizal Darminto

BlogGua, Bandar Lampung
- Untuk Provinsi Lampung, capaian kepesertaan program JKN-KIS mencapai 75% atau 6.799.914 orang dari total 9.062.766 jumlah penduduk. Capaian kepesertaan Kabupaten Lampung Utara menjadi yang tertinggi di Provinsi Lampung yaitu 98,9% disusul Kabupaten Pesisir Barat sebesar 96,1%.

 Hal tersebut ditegaskan oleh Sekretaris Daerah Provinsi Lampung, Fahrizal Darminto saat memimpin Rapat Forum Kemitraan Dengan Pemangku Kepentingan Provinsi Lampung, di Ruang Rapat Sakai Sambayan, Rabu (09/06).

Turut hadir dalam rapat Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Lampung, Ketua Komisi V DPRD Provinsi Lampung, Kepala BPJS cabang Bandar Lampung, Kepala BPJS cabang Metro, Kepala BPJS cabang Kotabumi, serta perwakilan dari unsur TNI/Polri dan Dinas terkait di lingkungan Pemerintah Provinsi Lampung.

Rapat ini digelar guna meningkatkan koordinasi dan pelayanan oleh pemangku kepentingan kepada masyarakat, dan meningkatkan kepesertaan.

Saat ini, program JKN-KIS telah memasuki tahun ke-7 sejak pertama kali diluncurkan pada tahun 2014 dan memberikan kontribusi positif bagi masyarakat, diantaranya mencegah kemiskinan, menggerakkan ekonomi, menciptakan lapangan kerja, meningkatkan akses terhadap pelayanan kesehatan dan meningkatkan angka harapan hidup.

Capaian kepesertaan program JKN-KIS di tingkat nasional per desember 2020 telah mencapai 82% atau 222.460.428 orang. Diharapkan pada tahun 2024 capaian kepesertaan telah mencakup 98% dari jumlah penduduk Indonesia.

Sementara itu, kepesertaan di Kabupaten Lampung Tengah menjadi yang terendah di Provinsi Lampung, yaitu 59,1% disusul Kabupaten Tulang Bawang Barat sebesar 60,8%.

Untuk itu, Sekdaprov Lampung menginstruksikan kepada Bappeda dan Biro Kesra Provinsi Lampung untuk mengkaji dan menganalisa guna meningkatkan kepesertaan JKN-KIS di Provinsi Lampung, khususnya pada daerah yang masih rendah capaian kepesertaannya.

Di sisi lain, Indeks Kepuasan Peserta (IKP) JKN-KIS Depwil XIII yang meliputi Provinsi Banten, Kalimantan Barat, dan Lampung mencapai angka 81,5. Angka tersebut setara dengan IKP Nasional sebesar 81,5.

(Diskominfotik)

Saat Petugas di Rumah warga lansia

BlogGua, Tubaba
- Realisasi suntik vaksinasi untuk warga Lansia (lanjut usia) di Kabupaten Tubaba masih rendah. Oleh karena itu Polres Tubaba bentuk tim Mobil Vaksinasi, terdiri dari jajaran Polres Tubaba dan Pemkab Tubaba melalui Dinas Kesehatan maupun Puskesmas setempat.

Dibentuknya tim tersebut, untuk langsung mendatangi pemukiman warga guna memastikan para warga Lansia mendapatkan suntikan vaksin Covid-19.

Hari ini, Mobil Vaksinasi diisi oleh Jajaran Polres Tubaba bekerjasama dengan Puskesmas Tumijajar dan Tulang Bawang Udik di  Kantor Kelurahan Dayamurni dan Balai Tiyuh Kagungan Ratu, Tulang Bawang Barat, Rabu (09/06/2021).

Kapolres Tubaba AKBP Hadi Saepul Rahman melalui Wakapolres Kompol Zulkarnain mengatakan, dibentuknya tim Mobil Vaksinasi untuk melaksanakan program vaksinasi Covid 19 di Tubaba.

"Ada 20 rumah warga lansia yang kita sambagi untuk bersedia mengikuti program percepatan vaksinasi Covid 19," imbuhnya.

Kegiatan dilanjutkan ke Lapak Vaksinasi, masih kata Zulkarnain, Sebanyak 200 dosis yang dibagikan kepada 2 Puskesmas, yakni bertempatan di Kelurahan Dayamurni dan Tiyuh Kagungan Ratu. 

"Berdasarkan hasil koordinasi kita dengan Kapolres serta jajaran, dari data yang diberikan dari Pemkab Tubaba bahwa pelaksanaan vaksinasi untuk warga Lansia, presentasenya sangat rendah. Dari data yang ada, sebanyak 200 dosis kita bagikan untuk memvaksinasi Lansia", ujar Zulkarnain.

Untuk itu, Zulkarnain berharap dengan terbentuknya tim Mobil Vaksinasi dapat membantu untuk akselerasi vaksinasi Lansia demi memutus mata rantai Covid 19 di Tubaba

"Kami mencoba membantu Pemda Tubaba untuk akselerasi pelaksanaan vaksinasi Lansia, makanya kita datangi para warga Lansia, jadi mereka tidak perlu datang ke tempat yang sudah disiapkan tapi petugas yang mendatangi lokasi mereka,"pungkasnya.

(Humas)

Gubernur Lampung, Arinal Djunaidi (tengah)

BlogGua, Bandar Lampung
- Gubernur Lampung, Arinal Djunaidi menerima kunjungan Pengusaha  Rudijanto Tanoesoedibjo atau biasa disapa Rudy Tanoe, bertempat di Mahan Agung, Rumah Dinas Gubernur Lampung, Bandarlampung, Selasa (08/06/2021)

Dalam pertemuan tersebut, Gubernur Arinal Djunaidi menyampaikan potensi - potensi dan peluang kerjasama yang dapat dilakukan dengan  Pemerintah Provinsi Lampung dengan memanfaatkan kekayaan sumber daya alam Lampung yang dimiliki dan letak strategis sebagai gerbang Sumatera yang menjadi jalur perlintasan perekonomian di Pulau Sumatera dan Pulau Jawa.

Kedatangan Rudy Tanoe ke Lampung  adalah untuk membicarakan peluang kerjasama dengan Pemerintah Provinsi Lampung, khususnya  dalam memajukan sektor pertanian di Provinsi Lampung.

Rudy Tanoe Sudibyo yang juga merupakan  Owner Chairman DnR Corp, berkomitmen untuk  mendukung penuh  Program Pemerintah Provinsi Lampung, terutama Program Kartu Petani Berjaya (KPB) melalui investasi di bidang infrastrukturnya.

Dalam pertemuan tersebut Plt. Asisten  Perekonomian dan Pembangunan, Kusnardi  mengungkapkan bahwa progres implementasi Program Kartu Petani Berjaya  (KPB) hingga bulan Juni 2021 sudah mencapai 181.452 petani yang sudah registrasi, tentunya hal tersebut sangat terkait erat dengan ketersediaan pupuk dan benih padi untuk memenuhi kebutuhan petani.

DnR Corp berkomitmen mendukung Gubernur Lampung memajukan dunia pertanian di bumi Lampung melalui pengadaan pupuk organik probiotik dan benih padi kualitas tinggi dengan waktu panen yang singkat.

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Arinal memberikan apresiasi atas minat dan kesediaan Rudy Tanoe membantu pembangunan di Provinsi Lampung melalui investasi dibidang pertanian untuk mendukung  program Kartu Petani Berjaya (KPB).

Gubernur berharap dengan terjalinnya kerjasama ini dapat meningkatkan produksi pertanian di Provinsi Lampung sehingga taraf hidup petani semakin baik. 

Turut mendampingi Gubernur dalam pertemuan tersebut Kepala Dinas Perkebunan, Kepala Dinas Peternakan dan Keswan, Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan, Kepala Biro Perekonomian, Kabid pada Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan dan Hortikultura, serta  Dirut  Lampung Jasa Utama,  Ir. Bambang Mursalin.

(Diskominfotik).

Susana Workshop dan Bimbingan Tekhnis

BlogGua, Bandar Lampung
- Staf Ahli Gubernur bidang Ekonomi, Keuangan dan Pembangunan, Syaiful Dermawan membuka Workshop dan Bimbingan Teknis (worksbimtek) Validasi dan Rasionalisasi (valirasi) Data Barang Milik Pemerintah Provinsi Lampung Tahun 2021, bertempat di Hotel Emersia, Selasa (08/06).

Hadir sebagai pembicara dalam kegiatan tersebut Kepala BPKAD Provinsi Lampung, Marindo Kurniawan. Hadir pula Kepala OPD, Sekretaris Dinas/Badan serta Kepala UPTD/UPT di lingkungan Pemerintah Provinsi Lampung.

Pemerintah Provinsi Lampung mendapatkan opini WTP sebanyak 9 kali dengan 7 kali berturut-turut. Keberhasilan tersebut tidak terlepas dari komitmen Gubernur Lampung untuk mewujudkan tatakelola aset yang baik sehingga laporan keuangan Pemerintah Provinsi Lampung dapat terwujud sesuai standar akuntansi pemerintah.

Sejak diberlakukannya otonomi daerah, pemerintah dituntut untuk harus menciptakan daya tarik di daerahnya agar dapat menarik dana investasi masuk ke daerah sebagai pemacu pertumbuhan ekonomi, mampu menyediakan lapangan kerja, mempercepat proses pemerataan pembangunan guna mengentaskan kemiskinan. 

Selain menciptakan daya tarik investasi, pemerintah harus melakukan inventarisasi aset daerah untuk mengetahui potensi yang perlu dikembangkan dan dioptimalkan oleh daerah dengan tujuan untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Dalam sambutan Sekdaprov Lampung yang dibacakan oleh Staf Ahli Gubernur bidang Ekubang mengatakan bahwa, peran Kepala Daerah sangat penting untuk mengembangkan potensi kekayaan daerah berdasarkan aset yang dimiliki oleh daerah tersebut. Perlu adanya proyeksi atau perkiraan yang cermat ke depan dari Kepala Daerah untuk mengembangkan kekayaan daerah guna perbaikan kualitas hidup masyarakat di daerah.

"Penataan dan penertiban aset melalui kegiatan inventarisasi aset yang dikemas melalui Workshop dan Bimbingan Teknis Validasi dan Rasionalisasi Data Barang Milik Pemerintah Provinsi Lampung ini, merupakan hal yang sangat penting dalam peningkatan kinerja manajemen aset, penatausahaan aset, penertiban aset dan kewajaran Pelaporan Keuangan," ungkap Sekda yang diwakili oleh Staf Ahli Gubernur bidang Ekubang.

Saat ini, masih banyak pencatatan aset pada setiap Perangkat Daerah yang belum lengkap dan menjadi catatan pada LHP BPK RI atas audit Laporan Keuangan setiap tahunnya. 

"Untuk itu, diperlukan daya dukung penuh dari seluruh Perangkat Daerah untuk segera menyempurnakan data aset pada buku inventaris barang, sehingga temuan atas Laporan Hasil Pemeriksaan BPK RI dapat diminimalisir," ucap Syaiful Dermawan.

Komitmen dan kesadaran penuh dalam pengelolaan aset daerah perlu mendapat perhatian serius dari jajaran perangkat daerah, mengingat aset daerah menjadi komponen penting dalam laporan keuangan daerah dan dalam rangka mempertahankan opini WTP, karena WTP merupakan wajah pemerintah daerah.

(Diskminfotik)

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget