BLT-DD Tersendat! Pemkab Tanggamus dan BRI Saling Tuding

BlogGua, Tanggamus - Salah dan dosa siapa Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT DD) di Kabupaten Tanggamus, Provinsi Lampung, hingga kini belum tersalurkan 100%.

Padahal, Presiden RI Joko Widodo dan Menteri Desa Pembangunan Desa Tertinggal dan Transmigrasi (PDTT), mengintruksikan agar BLT DD selesai disalurkan sebelum 24 Mei 2020 atau sebelum hari raya Idul Fitri.

Nampaknya, pihak Unit Bank BRI Kota Agung, Kabupaten Tanggamus, terkesan meradang dan tak terima, lantaran disebut sebagai biang lambatnya proses penyaluran Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT DD) kepada Keluarga Penerima Manfaat (KPM).

Sementara, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Tanggamus, juga terkesan merasa tak bersalah, atas kebijakan dalam metode penyaluran BLT DD. Intruksi Presiden RI dan Kemendes PDTT sangat jelas, BLT DD harus tersalurkan semua sebelum 24 Mei 2020.

Kepala Unit Bank BRI Kota Agung, Wawan, mengatakan, pihaknya tidak mau disalahkan. Proses penginputan data membutuhkan waktu. Masalahnya ada dipenginputan data dari Pekonnya. Sekarang pekerjaan rumahnya ada di pihak Bank BRI.

"Tolong jangan salahkan kami. Jangan kami yang disalahkan. Saya sudah bicarakan dengan Kabid, Sekertaris dan Kepala Dinasnya waktu kesini, saya sudah jelaskan bahwa masalahnya ada di penginputan data dari Pekonnya,"ujar Wawan saat diwawancarai tim Media di Kantor Unit BRI Kotaagung,Jum'at (12/062020).

Ia mengaku pernah dimarahi oleh Kadis PMD soal keterlambatan penyaluran BLT DD. Dirinya menyampaikan permohonan karena tidak paham dengan peraturan Menteri Desa. Ia hanya paham dengan Peraturan Bank BRI saja.

"Saya jawab dalam Peraturan Menteri BLT DD boleh Tunai dan boleh Non Tunai. Saya bingung, karena Pak PMD telepon saya di Kabupaten Tanggamus harus Non Tunai semua. Dan saya bilang kalau ada yang mau rekom harus lewat Dinas PMD dulu,"terangnya.

Diberitakan sebelumnya, masyarakat diberbagai Pekon yang ada di Kabupaten Tanggamus kecewa dan mengeluh, atas lambatnya proses pencairan BLT DD tahap I dan II.

Warga menilai, penyaluran BLT DD di Kabupaten Tanggamus berbeda dengan daerah atau kabupaten lainnya, semisal Kabupaten Tulangbawang, disana penyaluran BLT DD tahap I dan II untuk 147 kampung selesai 100 Persen.

"Proses penyaluran BLT DD di Kabupaten Tulangbawang tahap I dan II sudah beres 100%. Caranya dengan Tunai dan diantar ke masing masing rumah warga. Tidak menggunakan buku rekening. Pakai cara cepat dan sigap,"ungkap salah satu warga yang enggan namanya disiarkan.

Terkait dengan adanya pemberitaan keterlambatan proses penyaluran BLT DD tersebut, Sekretaris Daerah (Sekdakab) Kabupaten Tanggamus, Hamid Heriansyah Lubis langsung melayangkan surat kepada Kepala Cabang Bank BRI Pringsewu.

Surat itu bernomor 412.2/2164/34/2020, bersifat segera. Tentang percepatan pembuatan buku rekening dan ATM Bank BRI untuk calon penerima BLT DD.

Ternyata, dalam proses penyaluran BLT DD telah ada MoU antara Pihak Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Tanggamus dengan Bank BRI Cabang Pringsewu. Hal itu tertuang dalam Perjanjian Kerja Sama (PKS).

PKS bernomor 850/167/34/2020 dan 2615/KC-XIX/MKR/05/2020 tentang pemanfaatan produk simpanan, dalam penyaluran Bantuan Langsung Tunai Dana Desa yang bersumber dri Dana Desa Kabupaten Tanggamus.

Perjanjian Kerja Sama itu berisikan yakni, pertama, seluruh Pekon di Kabupaten Tanggamus telah menyetorkan Dana BLT DD di rekening Giro yang ada di BRI unit masing masing.

Kedua, dari jumlah Keluarga Penerima Manfaat BLT DD Tanggamus sebanyak 34.962 KPM. Baru 1.693 KPM yang telah tersalurkan BLT DD atau yang telah menerima buku tabungan dan ATM BRI .

Ketiga, dalam rangka memenuhi aspirasi masyarakat calon penerima BLT DD diminta kepada kepala Bank BRI Cabang Pringsewu untuk memberikan teguran kepada Bank BRI unit masing - masing agar mempercepat proses rekening maupun pembuatan buku tabungan dan ATM yang dibagikan kepada KPM.

(Amroni/Tim AJO Indonesia)