Oktober 2019

BlogGua,Tanggamus - Polsek Talang Padang Polres Tanggamus menangkap M.Hasyim (32) warga Pekon Way Halom Kecamatan Talang Padang Kabupaten Tangggamus.

Pria yang berprofesi wiraswasta itu terdeteksi sebagai pelaku pencurian dengan pemberatan (Curat) sepeda motor dan handphone di rumah tetangganya juga di Pekon Way Halom.

Di ungkapkan Kapolsek Talang Padang Polres Tanggamus Iptu Khairul Yassin Ariga, S.Kom, tersangka ditangkap berdasarkan laporan tanggal 17 September 2019 atas nama Marti, IRT 32 tahun warga Pekon Way Halom.

"Berdasarkan penyelidikan laporan tersebut, tersangka berhasil ditangkap di Pekon Talang Padang kemarin, Minggu (29/9/19) pukul 09.30 WIB," ungkap Iptu Khairul Yassin mewakili Kapolres Tanggamus AKBP Hesmu Baroto, SIK. MM, Senin 30 Spetember 2019.

Lanjutnya, dari penangkapan tersebut, petugas juga mengamankan barang bukti hasil kejahatan berupa 1 unit sepeda motor Yamaha Vega ZR B 6328 ENJ dan 1 unit HP Oppo A3S milik korban.

"Untuk kedua barang bukti, diamankan di rumah keluarga tersangka di Pekon Gunung Kasih Kecamatan Pugung Kabupaten Tanggamus, sebab dititipkan disana," ujarnya.

Iptu Khairul Yassin menjelaskan, kronologis kejadian terjadi pada Selasa tanggal 17 September 2019 sekitar pukul 04.30 Wib di Pekon Way Halom Kecamatan Talang Padang.

Pencurian diketahui berawal, JF (17) menginap dirumah korban bersama anaknya AS (17), ketika terbangun sekitar pukul 06.00 Wib, JF tidak lagi mendapati HP Oppo A3S yang diletakan di atas meja kamar telah hilang.

Lalu, JF membangunkan AS, kemudian melaporkan hal tersebut kepada orang tuanya. Namun setelah korban memeriksa rumah, ternyata 1 unit sepeda motor Yamaha Vega ZR yang diletakan di ruang tengah juga telah raib.

"Menyadari itu pencurian,korban melapor ke Polsek Talang Padang. Kemudian berdasarkan olah TKP ditemukan bekas congkelan di jendela rumah korban," jelasnya.

Saat ini tersangka dan barang bukti diamankan di Polsek Talang Padang guna proses penyidikan lebih lanjut. "Atas kejahatannya, tersangka dijerat pasal 363 KUHPidana, ancaman maksimal 7 tahun penjara," pungkasnya.

Sementara itu, tersangka dalam penuturannya mengakui melakukan kejahatan itu seorang diri, masuk kedalam rumah dengan cara mendongkel jendela samping. Lalu tersangka masuk kedalam rumah melalui jendela yang telah didongkel, yang juga tidak ada tralisnya.

"Saya ambil handphone itu di kamar, kemudian mengambil sepeda motor dan keluar melalui pintu depan. Barang itu saya titipkan di rumah sepupu di Pekon Gunung Kasih," ucap pria berbadan gempal tersebut. (Nn)

BlogGua, Bandar Lampung - Tidak hanya fasilitas umum, Gubernur Lampung Arinal Djunadi meminta setiap pengambang properti yang ingin berinvestasi di Lampung dapat menyediakan sarana olah raga yang berintegrasi dengan pengembangan sendi dan budaya.

”Silahkan investasi properti. Tapi prioritaskan sarana olah raga. Baik lapangan bulu tangkis, tenis meja, lapangan volley dan yang lainnya,” terang Gubernur saat menerima Direktur Utama PT Way Halim Tomy Soekiato Sanjoto beserta jajarannya di Ruang Kerja Gubernur Senin (30/9/2019).

Manfaat positif dari terbangunnya fasilitas olah raga, pertama dapat menciptakan situasi harmonis di setiap lingkungan, terlebih sarana yang dibangun sesuai standar. ”Kedua memupuk silahturahmi, dan ketika, kita ikut andil membangun pembinaan olah raga, meski skalanya di tingkat lingkungan,” terangnya.

Ditambahkan Gubernur, jika setiap pengembang properti di Lampung membangun wahana olah raga dan memiliki komitmen itu, hampir pasti di setiap daerah, memiliki bibit-bibit unggul. ”Anda bayangkan, setiap wilayah memiliki basis sarana dan pengembangan olah raga. Lalu dilengkapi pula dengan fasilitas pengembangan budaya dan seni, dampaknya jelas akan terasa di masyarakat,” imbuhnya.

Di sisi lain, Gubernur juga miminta pengembangan properti wajib memperhatikan lokasi dan kajian lingkungan. ”Pendekatan kultural juga sangan penting. Termasuk Detail Engginering Desain (DED), tata ruangnya maupun dokumen administratifnya legal. Agar ke depan tidak muncul masalah”, tegasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Asisten Direktur PT. Way Halim Sean Edbert Sanjoto juga mempresentasikan rencana pengembangan kawasan way halim sebagai kawasan dengan konsep Integrated development.

”Tentu kami senang hati mendukung program Gubernur untuk mewujudkan di sektor olah raga. Terlebih dengan tag line Lampung Berjaya,” imbuhnya.
Melalui pembangunan dan konsep yang ada, Edbert yakin akan berdampak pada pertumbuhan ekonomi masyarakat, ”Apalagi, barometernya pada sisi kebudayaan yang terintegrasi dengan kawasan hunian,” ujarnya.

Dalam desain yang dipaparkan, PT. Way Halim berencana membangun kawasan mall yang terintegrasi, hotel, sky business park, office tower, apartement, hingga sky road parking.
Kawasan ini dibangun degan metode mixed-use development yang akan menyediakan segala fasilitas di dalam area pengembangannya. Mulai dari hunian, perkantoran, sekolah, tempat hiburan, perbelanjaan, rekreasi, bahkan sistem transportasinya pun dipikirkan dengan matang.

”Dan yang lebih penting dari semua hal tersebut kami mmemastikan legalitas dan kajian lingkungan telah dilakukan sebelum pelaksanaan pembangunan kami laksanakan,” pungkas Edbert. (Red)

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget