Juli 2019


BlogGua CN, Jakarta - Presiden Joko Widodo mengingatkan kepada para perwira remaja TNI dan Polri yang telah dilantik untuk mengikuti perkembangan zaman menghadapi tantangan global yang semakin berat. Hal itu diamanatkan oleh Presiden saat bertindak selaku inspektur upacara dalam upacara Prasetya Perwira (Praspa) TNI-Polri Tahun 2019 di halaman Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (16/7/19).





"Saudara-saudara adalah penjaga masa depan bangsa ini. Kejayaan Indonesia sudah ada di depan mata tetapi harus diraih dengan kerja keras dan kerja cerdas. Masa depan yang penuh harapan tetapi juga sekaligus penuh dengan tantangan-tantangan besar," ujarnya.





Tantangan-tantangan tersebut di antaranya ialah perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi serta munculnya revolusi industri baru yang semakin menimbulkan perubahan dalam berbagai bidang dengan cepat dan berdampak besar. Semua hal itu menimbulkan disrupsi-disrupsi dan kompleksitas yang menuntut perhatian TNI dan Polri dalam menjalankan tugasnya.





"Dunia sekarang ini penuh dengan disrupsi, perubahan, risiko-risiko. Dunia juga semakin kompleks, penuh dengan kejutan-kejutan yang sering jauh dari kalkulasi kita, sering jauh dari hitungan-hitungan kita. Sekali lagi, kecepatan, kompleksitas, dan ketidakterdugaan adalah ciri baru dari dunia internasional yang berlangsung berubah saat ini," kata Presiden.





Hal-hal baru yang muncul sebagai akibat dari tantangan tersebut juta menuntut adanya perubahan cara kerja kita dalam menghadapi masalah. Cara-cara dan model-model lama dalam bekerja kini tak lagi bisa digunakan.





”Advanced robotic dan artificial intelligence telah mempermudah kita di banyak hal termasuk di dunia kemiliteran dan kepolisian. Tetapi di saat yang sama juga menimbulkan jenis-jenis kejahatan baru yang menjadi tantangan kita bersama," tuturnya.





Maka, tidak ada pilihan lain bagi TNI, Polri, dan seluruh pihak untuk menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi serta bekerja dengan penuh kecepatan. TNI dan Polri juga harus melengkapi diri dengan sistem, teknologi, dan cara-cara terkini dalam menghadapi setiap ancaman yang muncul ke depannya.





"Di dunia kemiliteran pasti terjadi perkembangan yang luar biasa dalam strategi, taktik, dan sistem persenjataan. Di dunia kepolisian juga harus semakin canggih dalam memberantas kejahatan digital, penegakan hukum, pemeliharaan keamanan dan ketertiban, serta perlindungan dan pelayanan kepada rakyat dan masyarakat," ucapnya.





Di saat yang sama, tugas TNI dan Polri untuk melindungi Pancasila dari gempuran ideologi-ideologi lain juga amat besar. Kepada para perwira remaja yang baru saja dilantik, Kepala Negara berpesan agar tetap menjaga toleransi terhadap perbedaan di dalam keberagaman yang dimiliki bangsa Indonesia.





"Saudara harus terus melindungi Pancasila dari gempuran gelombang ideologi-ideologi luar. Saudara harus menjaga Bhinneka Tunggal Ika, menjaga toleransi terhadap perbedaan antaranak bangsa. Saudara harus terus menjaga persatuan dalam keberagaman Indonesia," kata Presiden.





Presiden Jokowi kemudian mengakhiri amanatnya dengan mendoakan kesuksesan bagi para perwira remaja TNI dan Polri untuk dapat membawa kejayaan bagi Indonesia di masa mendatang.





"Saya ucapkan selamat bertugas kepada para patriot muda Indonesia. Buatlah orang tuamu bangga, buatlah Indonesia berjaya," tandasnya.





editor: pazri



BlogGua CN, Bandar Lampung - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung targetkan Lampung menjadi Provinsi Layak Anak di tahun 2020. Untuk itu, Wakil Gubernur Lampung, Chusnunia Chalim (Nunik) minta pentingnya peran orang tua dalam penanganan pola asuh anak yang baik untuk menyiapkan generasi masa depan bangsa demi mewujudkan Lampung Provinsi Layak Anak.





Hal tersebut disampaikan Wagub Nunik saat acara Seminar Gerakan Peran Ayah Dalam Pengasuhan Anak, Dalam Rangka Hari Keluarga Nasional ke- XXVI Provinsi Lampung Tahun 2019, di Hotel Novotel, Selasa (16/7/2019).





"Peran orang tua menjadi yang paling signifikan agar upaya menjadikan Lampung Provinsi Layak Anak terwujud," ujar Wagub Nunik.





Nunik mengatakan penerapan implementasi pola asuh anak oleh orang tua serta didukung dengan lingkungan yang juga baik, Kabupaten/Kota juga harus berupaya keras untuk membangun hal tersebut.





Nunik menuturkan, begitu pentingnya peran keluarga dalam hal ini ibu dan ayah dalam mengasuh anak.





"Jika kita menyiapkan generasi kita dengan baik, pendidikannya lengkap, pengasuhannya baik, itu sama dengan menyiapkan masa depan kita dengan baik pula," ujarnya.





Menurut Nunik, orang tua harus memberikan contoh yang baik serta pola asuh yang baik. Karena apa yang dilakukan para orang tua akan direkam oleh para anak-anak mereka.





"Ini akan direkam pada ingatan oleh anak-anak kita apa yang orang tua mereka lakukan seperti adab dengan orang lain, bersikap dengan orang lain, bagaimana menyikapi dan menyayangi diri sendiri, bagaimana bersikap kepada orang tua, menyayangi saudaranya dan juga seterusnya pasti terekam kuat," katanya.





Sambung Nunik, begitu juga dengan peran seorang ayah, sangat diperlukan dalam menerapkan kedisiplinan terhadap anak.





Nunik juga menghimbau bahwa seluruh elemen masyarakat juga berkepentingan memberikan pola asuh yang baik untuk anak.





"Nanti kita berkolaborasi antara Pemprov Lampung, BKKBN, Ormas dan organisasi lainnya yang terkait, karena semua berkepentingan untuk memberikan pola pengasuhan terbaik untuk anak," katanya.





Hal ini juga disampaikan Nunik, akan mampu mendukung terwujudnya Lampung menjadi Provinsi Layak Anak tahun 2020.





"Ini juga untuk menuju Provinsi Layak Anak, kita ingin semua elemen dan semua pihak turun tangan untuk mewujudkan hak-hak anak dan menjauhkan anak-anak kita dari kekerasan, dan kita bersama-sama memberikan yang terbaik untuk anak-anak di Provinsi Lampung," ucapnya.





Nunik menekankan bahwa apabila ada warga melihat kejanggalan perlakuan kepada anak, untuk langsung dilaporkan dengan pihak terkait dan juga pemerintah.





Karena menurut Nunik, pelaku kekerasan terhadap anak paling dekat justru pada lingkungan sekitarnya.





"Laporkan kepada kepala desa, camat, termasuk kita juga akan luncurkan hotline sehingga setiap saat bisa melapor," katanya.





Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Provinsi Lampung, Bayana mengatakan untuk mewujudkan Lampung sebagai Provinsi Layak Anak, salah satu indikatornya yakni dengan adanya sekolah ramah anak dan juga puskesmas ramah anak.





"Salah satu indikator bahwa anak-anak yang berada dalam lingkungan sekolah itu tidak boleh yang namanya ada bullying diantara pelajar," ujar Bayana.





Bayana juga menyebutkan terhadap penanganan kasus kekerasan kepada perempuan dan juga anak, pada tahun depan Provinsi Lampung akan menyediakan "Rumah Aman".





"Bapak Gubernur dan juga Ibu Wakil Gubernur yang semangat mewujudkan Kabupaten/Kota Provinsi Lampung ini Layak Anak dan juga ramah perempuan, di tahun mendatang kita akan memiliki satu rumah aman," katanya.





Dijelaskan Bayana, dimana rumah aman ini diperuntukan bagi penanganan korban ketika mengalami tindak kekerasan akan dilakukan pendampingan.





"Disaat itulah proses hukum jalan dan dia akan diadakan pendampingan sampai dengan psikisnya benar-benar dinyatakan sehat, sambil menunggu langkah apa selanjutnya yang terbaik diambil untuk penanganan si korban," ujarnya.





Bayana melanjutkan, bahwa Dinas PPPA juga memiliki psikolog yang merupakan bagian dari tim profesi yang ada pada Dinas PPPA untuk mendampingan psikis pada korban tindak kekerasan.





"Kita mempunyai 7 orang dimana selama ini setiap kasus mereka selalu turun. Setiap ada laporan yang disampaikan oleh Kabupaten/Kota kepada Provinsi, maka tim kita yang tergabung dalam tim profesi yang ada di Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Provinsi langsung turun untuk mengecek psikis korban," katanya.





editor: pazri



BlogGua CN, Bandar Lampung - Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Lampung Utara mengikuti rapat bersama Kepala Diskominfotik (Dinas Komunikasi Informatika dan Statistika) Provinsi Lampung, diruang rapat Kantor Diskominfotik setempat, Senin (15/7/2019).





Selain Diskominfo Lampung Utara, rapat tersebut juga diikuti oleh seluruh Kepala Dinas Kominfo se-Kabupaten/Kota di Lampung.





Rapat dilaksanakan dalam rangka sinkronisasi program pemerintah provinsi dengan kabupaten/kota di Provinsi berjuluk Gerbang Sumatera itu, khususnya terkait sistem pemerintahan berbasis elektronik menuju smart city atau kota pintar.





"Kita mengapresiasi kegiatan ini, karena dengan demikian dapat diketahui sejauh mana usaha-usaha yang dilakukan dalam rangka mewujudkan "Good Goverment". Seperti sering didengungkan oleh Presiden kita, Bapak Joko Widodo, "kata Kadis Kominfo Lampura, Sanny Lumi usai kegiatan kepada Lampost.co melalui ponselnya.





Sesuai dengan arahan Gubernur Arinal Djunaidi dan Chusnunia Chalim, pembangunan menuju good goverment akan dilaksanakan melalui smart city. Oleh karenanya, pemerintah daerah akan berupaya mewujudkannya melalui program-program berbasis elektronik yang telah dilakukan sebelumnya.





Seperti e-budgeting dan e-planning yang mulai diselenggarakan di lingkup Pemkab Lampura, sebagai salah satu dari tujuh kabupaten/kota se-lampung yang mulai menerapkannya pada 2018 lalu.





"Dalam proses pembangunan yang berkaitan dengan pangkalan data atau pusat data berbasis elektronik. Guna mendukung program smart city sebagaimana arahan dari Kepmendagri. Dalam rangka mewujudkan tata kelola pemerintah yang baik serta bermuara pada pelayanan publik prima, seperti e-KTP, Perizinan dan pelayanan dibutuhkan masyarakat lainnya, "terangnya.





Sehingga, lanjut dia, pelayanan diberikan kepada masyarakat dapat dilakukan secara cepat, tepat dan transparan. Dan efeknya akan meningkatkan kepercayaan masyarakat kepada pemerintah, melalui tata kelola pemerintahan berbasis elektronik.





"Kalau ditempat kita tahun lalu telah mulai diterapkan, seperti di Diskominfo Lampura misalnya. Semua sistem pembayaran melalui sistem elektronik, tidak ada lagi tunai. Termasuk cara pembayarannya langsung dengan perusahaan media. Hal ini dilaksanakan untuk mengurangi potensi korupsi," pungkasnya.





editor: pazri



Bloggua CN, Lampung Utara - Bertemakan Reaktualisasi Peran HMI-Wati Dalam Ranah Publik Dan Domestik Ditengah Hegemoni Kebudayaan Asing, Korps HMI-Wati (Kohati) Cabang Kotabumi Gelar Latihan Khusus Kohati (LKK) Tingkat Nasional. Di aula Masjid Syuhada Kota Alam, Kotabumi Selatan, Senin (15/7/19).





Ketua HMI Cabang Kotabumi, Ade Andre Irawan mengatakan, kegiatan LKK ini merupakan salah satu cara untuk menciptakan tokoh wanita yang berkualitas.





Dalam sambutannya, Bupati Lampura melalui Pj Sekda Lampura, H.Sofyan mengatakan, bila menilik sejarah perjuangan Bangsa Indonesia. Gerakan mahasiswa seringkali menjadi cikal bakal dari perjuangan nasional. Begitu juga dengan gerakan Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), termasuk juga Korps HMI-Wati (Kohati) di zaman sekarang ini.





Kita tahu, lanjut Sofyan, Kohati adalah badan khusus HMI sebagai wadah yang bertugas untuk mengakomodir potensi dan bakat yang tersembunyi di kaum perempuan, serta sebagai wahana penampung aspirasi HMI bergender perempuan.





Dikatakan juga oleh Sofyan, dalam momentum Latihan Khusus Kohati Tingkat Nasional kali ini, diharapkan HMI-Wati dapat bersinergi bersama Pemkab Lampura dalam membangun Kabupaten Lampura yang lebih baik lagi.





"Mari kita sama-sama meningkatkan kualitas SDM kita dengan tetap menjaga kerukunan dan kedamaian, turut aktif menjaga iklim kondusif dan toleransi,"imbuh sofyan.





Selain itu Sofyan mengajak peserta Kohati untuk selalu berpikir positif terhadap isu-isu yang berkembang saat ini dan terus berjuang bersama membangun kabupaten Lampung Utara agar semakin aman, agamis, maju dan sejahtera.





Untuk diketahui, kegiatan Latihan Khusus Kohati (LKK) Tingkat Nasional ini dibuka sejak tanggal 15 Juli 2019 dan akan di tutup pada tanggal 21 Juli 2019.





Turut hadir Wakapolres Lampura, Kompol Zulkarnain, Komisioner KPU, Tedi Yunada, Komisioner Bawaslu, Putri Intan Sari, Ketua Cabang HMI Kotabumi, Ade Andre Irawan, Ketua Kohati HMI Cabang Kotabumi, Diana Ali, Alumni HMI, serta 39 peserta dari berbagai cabang HMI yang tersebar di Indonesia.





editor: pazri



BlogGua CN, Lampung Selatan - Usai melakukan pelantikan ketua beserta jajaran pengurus Serikat Media Siber Kabupaten Lampung Selatan, Ketua SMSI Lampung Donny Irawan ajak pengurus bangun sinergitas yang baik dengan Pemerintah Daerah, Baik itu OPD, Forkopinda dibawah kepemimpinan PLT Bupati Lampung selatan, Nanang Ermanto.





"Selamat pada pengurus terlantik, pesan saya jaga selalu marwah organisasi, jaga profesionalitas dan terus bersemangat agar kedepan SMSI dapat maju dan berkembang diseluruh daerah,"Ujar Donny Irawan Saat Memberikan sambutan usai pelantikan Ketua SMSI Lamsel di aula Sebuku, Rumah Dinas Bupati Lampung Selatan, Senin (15/07/2019).





Ketua SMSI Lampung Donny Irawan juga mengatakan, pelantikan ketua dan pengurus SMSI daerah Lampung Selatan merupakan pelantikan perdana dari 15 kabupaten/kota yang ada di Lampung, sehingga diharapkan para pengurus dapat segera menjalankan roda organisasi dengan baik.





"Mari jadikan moment ini sebagai awal yang baik, mari pacu semangat, jangan hanya semangat diawal saja tapi nantinya 'Melempem'. Saya yakin dibawah kepemimpinan saudara Vivo (Ketua SMSI Lamsel) SMSI dapat berkibar di Lampung Selatan,"Katanya.





Dalam menjalankan agenda kerja, SMSI Lampung Selatan diamanahkan untuk segera menjalankan tiga hal penting sebagaimana amanah AD/ART SMSI yakni, membantu Dewan Pers Melakukan pendataan Verifikasi media, menerima anggota dengan syarat kelengkapan perusahaan yang jelas, kemudian terakhir membangun kerjasama seluas-luasnya dengan pihak pemerintahan, swasta serta lainya.





"Bangun kerjasama yang baik dengan pemerintahan daerah, tunjukan profesionalitas, bila memberi kritik sertakan masukan sehingga ada sinergitas yang sifatnya membangun, karena itu juga tugas kita, tanggung jawab kita agar bermanfaaat untuk masyarakat luas,"Pesanya.





Pemilik media Siber Saibumi.com ini juga meminta agar ketua dan pengurus SMSI Lampung Selatan segera menyatukan irama kerja bersama para pengurus, menyusun agenda kerja termasuk menyelaraskan program kerja untuk  mendukung kemajuan Pemerintahan Daerah Lampung Selatan melalui PLT Bupati Nanag Ermanto.





Bangun kerjasama yang baik dengan Pemerintah daerah, sehinga kita dirasa ada manfaat, begitu juga Pemerintahan daerah kirnya dapat mensuport SMSi dengan sinergitas yang saling mendukung satu sama lainya,"Urainya.





Tak lupa diakhir sambutanya, Donny Irawan mengucapkan terimakasih kepada PLT Bupati Lampung Selatan, Nanang Ermanto beserta jajaran Forkopinda atas suport dan kerjasamanya, diharapkan kerjasama itu dapat selalu terjaga dan terjalin dengan baik.





"Terimakasih pak Plt Bupati, Nanang Ermanto, ini jamuanya luar biasa kita diberi ruang bahan disediakan tempat dirumah dinas lagi, terimakasih pak, kami siap memebantu, mendukung suksesinya roda Pemerintahan Lampung Selatan tentunya melalui kerjasama yang baik dan saling menguntungkan,"Demikian Donny Irawan.





editor: pazri



BlogGua CN, Gorontalo Utara – Sabet juara pertama pada Kejuaraan Anggar Piala Walikota Cup Open Samarinda kategori Usia 26, prajurit Yonif 711/RKS, Prada Muhammad Aminullah, katongi tiket ikuti Pra PON 2020.





Hal tersebut disampaikan Komandan Batalyon Infanteri (Danyonif) 711/RKS, Letkol Inf Fanny Pantouw, M.Tr.Han., M.I.Pol., dalam rilis tertulisnya, Gorontalo Utara, Senin (15/7/2019).





Diungkapkan Fanny, Prada Muhammad Aminullah merupakan anggota Yonif 711/RKS, sekaligus menjadi salah satu atlet anggar Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng). Ia meraih juara satu pada Kejuaraan Anggar Piala Walikota Samarinda yang digelar selama empat hari (12-15 Juli) di Gedung Anggar Polder Air Hitam, Samarinda.





“Mewakili, tim anggar Sulteng, dia jadi juara pertama kategori usia 26 setelah mengalahkan lawannya di final pada Minggu (14/7/2019) kemarin,” katanya.





Kejuaraan ini sendiri, tutur Fanny, merupakan kejuaraan yang digelar dalam rangka Pra PON (Pekan Olahraga Nasional) tahun 2020 di Papua.





"Atas prestasinya itu, Prada Muhammad Aminullah, berhak mengikuti persiapan menuju Pra PON," paparnya.





Ia, lanjut Fanny, sudah beberapa kali mengikuti dan menjuarai event atau kejuaraan anggar baik tingkat provinsi maupun nasional.





“Prada Muhammad Aminullah adalah salah satu anggota kita yang berprestasi, memiliki disiplin yang tinggi dan berkepribadian yang baik," ujarnya.





Fanny berharap, prestasi yang ditorehkan Prada Muhammad Aminullah, dapat memberikan motivasi kepada rekan-rekannya di Batalyon, untuk terus berbuat yang terbaik khususnya bagi Satuan dan bangsa Indonesia.





“Saya berharap, dia terus mendulang prestasi untuk mengharumkan nama TNI AD, dan memajukan olahraga anggar," tandas Letkol Inf Fanny Pantouw.





Sementara itu, dalam keterangannya, Prada Muhammad Aminullah menyampaikan bahwa prestasi yang diraihnya merupakan hasil dari kerja keras latihan yang dijalaninya. Ditambah dukungan dan motivasi dari satuan terutama rekan-rekan di Batalyon tempat dia berdinas.





"Ini adalah hasil dari latihan keras, serta dukungan dari satuan dan rekan-rekan semua," katanya.





Ia berjanji akan berlatih lebih keras lagi agar bisa memberikan prestasi yang membanggakan bagi satuan. "Saya akan berlatih lebih keras lagi, untuk mencapai prestasi yang lebih baik di ajang-ajang selanjutnya,” pungkasnya.





editor: pazri



BlogGua CN, Jakarta - Presiden Joko Widodo segera menindaklanjuti sejumlah kunjungan kerjanya ke beberapa provinsi dengan kawasan wisata beberapa waktu belakangan ini. Senin (15/7/19).





Presiden bersama dengan jajaran terkait menggelar rapat terbatas yang membahas pengembangan destinasi wisata prioritas. Rapat terbatas tersebut berlangsung di Kantor Presiden, Jakarta.





Melalui kunjungannya ke beberapa destinasi wisata seperti Mandalika, Danau Toba, sejumlah lokasi di Manado, dan Labuan Bajo, Kepala Negara mendapati adanya permasalahan yang harus dibenahi. Secara umum, dirinya melihat permasalahan dalam hal tata ruang di daerah atau wilayah tujuan wisata. Ia berharap agar permasalahan pertama itu dapat segera diatasi oleh jajarannya.





"Memang masih ada problem pengaturan dan pengendalian tata ruang yang masih harus kita benahi. Terakhir, kemarin masih ada masalah misalnya di Sulawesi Utara, masih ada itu. Di Labuan Bajo juga ada," ujarnya.





Kemudian, persoalan infrastruktur pendukung pariwisata yang bakal memudahkan wisatawan untuk berkunjung ke titik-titik destinasi wisata di satu provinsi menjadi persoalan kedua yang harus diperbaiki. Terkait hal tersebut, pemerintah pusat dalam sejumlah kesempatan menyatakan kesiapannya untuk mendukung pengembangan pariwisata daerah dengan membantu menyiapkan infrastruktur terkait.





"Saya melihat infrastruktur masih banyak yang perlu dibenahi baik berupa terminal airport, runway yang masih kurang panjang, kemudian juga konektivitas jalan menuju ke lokasi wisata yang akan dituju, dan juga yang berkaitan dengan dermaga pelabuhan," tuturnya.





Sementara yang ketiga, saat berkunjung ke Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur, beberapa waktu lalu, Kepala Negara berpandangan bahwa urusan pembenahan pelabuhan di lokasi tersebut sudah sangat mendesak. Bercampurnya aktivitas muat barang dan wisatawan di Pelabuhan Labuan Bajo harus segera dibenahi agar tidak terjadi keruwetan yang akan membingungkan wisatawan itu sendiri.





Hal lainnya yang ditekankan Presiden ialah mengenai kesiapan sumber daya manusia (SDM) setempat yang diharapkan dapat membuka diri dan betul-betul mampu menghadirkan suasana yang nyaman bagi para wisatawan yang datang. Maka itu, Kepala Negara meminta jajarannya untuk menyediakan beragam pelatihan bagi para SDM lokal.





"Semuanya diberikan pelatihan-pelatihan sehingga mereka bisa betul-betul mampu melayani wisatawan dengan baik dengan keramahtamahan, dengan senyuman yang baik, dan juga pembenahan sarana dan prasarana yang ada," ucapnya.





"Ini akan memberikan dampak yang baik. Baik perubahan di budaya kerja, budaya melayani, budaya kebersihan," ujar Presiden menambahkan.





Selanjutnya, Kepala Negara mengatakan bahwa pengembangan destinasi wisata prioritas tak hanya dilakukan pada pembangunan infrastruktur fisik semata. Presiden meminta pemerintah daerah setempat dengan dibantu lembaga terkait untuk mulai menyiapkan atraksi-atraksi wisata baru yang nantinya dapat menjadi nilai tambah dan menjadi suatu hal yang menarik wisatawan asing.





"Saya kira banyak sekali yang perlu dikerjakan misalnya tarian-tarian budaya yang dari sisi materialnya bagus, tetapi mohon ini mungkin di Bekraf bisa memberikan suntikan mengenai desain pakaian, kostum, dan lain-lain yang bisa diperbaiki dengan sebuah injeksi dari desainer yang baik," ujarnya.





Adapun hal yang keenam, apabila semua hal tersebut di atas sudah dilaksanakan dengan baik, selanjutnya pemerintah akan menggelar promosi pariwisata secara besar-besaran dan terintegrasi. Dengan itu diharapkan pertumbuhan ekonomi daerah dapat terangkat dan sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi secara nasional.





"Terakhir baru promosi akan dilakukan secara besar-besaran secara terintegrasi sehingga betul-betul kita mendapatkan manfaat, mendapatkan multiplier effect yang besar, dan memberikan pertumbuhan pada ekonomi daerah maupun ekonomi nasional," tandasnya.





edditor: pazri



BlogGua CN, Tulang Bawang - Sejumlah kontraktor yang tergabung didalam Gabungan Pengusaha Kontraktor Indonesia (Gapeknas) mendatangi kantor Bagian Pengadaan Barang dan Jasa Kabupaten Tulang Bawang (Tuba), Senin (15/7/2019).





Kedatangan belasan rekanan tersebut menuntut lelang cepat yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Tulang Bawang, agar dapat dihentikan untuk sementara. Karena menurut mereka ada indikasi permainan, yang dilakukan oleh LPSE Tulang Bawang.





Hal tersebut, diungkapkan oleh salah satu kontraktor Mardyansyah Lutfi, ada beberapa temuan, pihaknya juga menduga sistem lelang cepat telah diatur untuk memenangkan pihak tertentu





”Karena itu, ada indikasi LPSE Tulang Bawang ada perminan, berkemungkinan masuk angin, untuk meloloskan rekanan yang lain,” tuding Mardyansyah.





Sementara, direktur CV. Banjar Negeri, Hamka mengatakan, bahwa hasil tender tahapan pertama sampai sekarang belum tahu kejelasannya. Seharusnya, lanjut Hamka, dari tahapan pertama hingga tender cepat dilakukan harus ada pemberituan hasilnya.





”Untuk tender cepat seharusnya perusahaan kami diundang, karena perusahaan kami terverifikasi. Tapi apa yang terjadi kami tidak diundang. Sedangkan, kami tahu bahwa perusahaan lain diundang dan perusahaan yang kita miliki tidak diundang. Kami tahu Pemda Tulang Bawang juga punya kepentingan dan kami berharap agar tender itu di tunda terlebih dahulu biar semuanya klir dahulu,”pinta Hamka.





Kepala Bagian Pengadaan Barang dan Jasa (BPBJ) Kabupaten Tulang Bawang, Nanan Wisnaga mengatakan, terkait laporan ada dugaan tidak transparannya lelang terhadap 5 paket serta adanya lelang cepat yang dilakukan oleh LPSE Tulang Bawang semuanya sesuai dengan aturan.





”Memang ada hal-hal yang tidak biasa kita lakukan, dipaksa harus dilakukan dengan aturan yang ada tender lelang pertama ini merupakan kelemahan yang ada di kami tentang informasi dan silver kita memang sudah tidak steril lagi dan kami sudah laporkan ke LKPP dan memang ada paket-paket yang berindikasi bermasalah dan dihentikan oleh LKPP serta ada yang terus berjalan. Untuk audit server masih di pantau tender cepat beda dengan penunjukan langsung. Atas usulan Gapeknas dan sejumlah kontraktor untuk menghentikan lelang capat, tentunya saya akan melakukan koordinasi terlebih dahulu dengan tim yang ada serta konsultasi dengan Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang / Jasa Pemerintah (LKPP),”terang Nanan Wisnaga. (sr)



BlogGua CN, Tanggamus - Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Tanggamus, mewakili Bupati Tanggamus Hj. Dewi Handajani melantik 27 orang pejabat struktural pada jabatan Administrator, Camat dan Pengawas Pemkab Tanggamus di Ruang Rapat Utama, Kantor Bupati Tanggamus, Senin (15/7/19).





Pelantikan dilaksanakan berdasarkan Keputusan Bupati Tanggamus Nomor 821.2/624/37/2019 tanggal 11 Juli 2019, dan Penilaian Kinerja Pegawai Negeri Sipil Nomor 800/1129/37/2019 tanggal 10 Juli 2019.





Pejabat yang dilantik terdiri dari 15 orang Eselon 3A, 10 orang Eselon 3B dan 2 orang Eselon 4A, yang diantaranya, Derius Putrawan sebagai Sekretaris Dinas Komunikasi dan Informatika, Suprawoto sebagai Sekretaris Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah, Helpin Rianda SE, sebagai Kepala Bidang Ketenagaan Dinas Pendidikan, serta Johan Wahyudi sebagai Kepala Bidang Teknik Sarana dan Prasarana Dinas Perhubungan. Sedangkan pada jabatan Camat, dilantik Sutoto sebagai Camat Gunung Alip, Wiwin Triyani sebagai Camat Semaka dan Mujiono sebagai Camat Sumberejo.





Dalam sambutannya Sekda menyampaikan ucapan selamat kepada pejabat yang dilantik.





"Semoga dalam menjalankan amanah ini, apa yang menjadi pekerjaan seharusnya sesuai dengan jabatan yang diberikan dan dipercayakan," kata Sekda





Selain itu Sekda meminta agar pejabat yang dilantik dapat meningkatkan kinerjanya.





"Dalam dua bulan kedepan, kepemimpinan Bupati  akan genap satu tahun. Maka dari itu ritme kinerja harus ditingkatkan, untuk mencapai kinerja yang lebih baik lagi. Diharapkan individu pejabat dapat meningkatkan kinerja, karena akan terus dilakukan evaluasi oleh Bupati, kepercayaan ini telah diberikan, pelihara dan jaga kepercayaan dengan bentuk kinerja yang baik, masing-masing punya tugas dan tanggung jawabnya dilingkungan Pemkab Tanggamus," tegasnya.





Dirinya juga meminta pejabat yang memimpin organisasi atau bidang, pada waktu-waktu tertentu untuk dapat turun ke masyarakat dan pelayanan - pelayanan tingkat bawah, untuk mendengarkan aspirasi jajaran dibawah dan masyarakat.





"Dari keluhan mereka akan muncul program, jawaban dari permasalahan masyarakat, sehingga manfaatnya dapat diukur. Program adalah jawaban setiap permasalahan masyarakat, jangan program itu lahir dari mimpi siang bolong seperti duplikasi, copypaste. Jangan dari tahun ke tahun dengan program yang sama, tapi tidak dibutuhkan masyarakat," imbuhnya.





Menutup sambutannya, Sekda kembali menegaskan agar pejabat yang dilantik dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan bekerjasama dengan baik.





"Mudah-mudahan apa yang menjadi niat baik dan dapat meningkatkan kinerja kita, dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan bekerjasama dengan jajaran secara harmonis, horizontal maupun vertikal," pungkasnya.





editor: pazri



BlogGua CN, Tulang Bawang - Asisten Teritorial Kasdam II/Sriwijaya, Kolonel Inf Rionardo melakukan peninjauan ke lokasi TMMD ke-105 Kodim 0426/TB yang dipusatkan di Kampung Bedarou Indah Kecamatan Menggala Timur, Tulang Bawang.





Dalam peninjauan tersebut diawali dengan pemaparan perkembangan hasil pekerjaan sasaran fisik maupun non fisik oleh Dandim 0426/TB selaku Komandan Satgas di Posko TMMD yang berada di halaman Balai Kampung Bedarou Indah Senin (15/7/2019)





Beberpa pejabat TNI lainnya yang turut mendampingi kegiatan peninjauan Waaster Kasdam II/Sriwijaya Letkol Inf Depok dan Kasiter Korem 043/Gatam Letkol Inf Sahnun. Sementara di lokasi TMMD juga tampak hadir Camat Menggala Timur, Akhmad Rozi, Kapolsek Menggala Iptu Julkifli dan Pj. Kepala Kampung Bedarou Indah Junaidi.





Setelah menerima paparan singkat Aster Kasdam II/SWJ menuju lokasi TMMD yaitu gorong-gorong dan penimbunan jalan. Hasil peninjauan, Kolonel Rionardo menyampaikan beberapa arahan diantaranya perlu adanya pembuatan turap untuk menghindari terjadinya longsor akibat air hujan.





"Setelah saya lihat hasil pekerjaannya lumayan bagus, tapi perlu diantisipasi longsor karena hujan, bisa dilanjutkan dengan pembuatan turap" ujar Rionardo





"Dandim dapat berkoordinasi dengan Bupati untuk menyarankan adanya alokasi anggaran untuk pembuatan turap" sambung Perwira dengan melati 3 di pundaknya.





Rionardo berharap pekerjaan yang dikerjakan bisa selesai tepat waktu dan kualitasnya tetap dijaga.(SR)



Bloggua CN, Bandar Lampung - Gubernur Lampung Arinal Djunaidi merangkul Pelindo II, Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP), Bea Cukai, dan Balai Karantina Pertanian Kantor Kesehatan Pelabuhan untuk mengembalikan kejayaan ekspor udang serta produk pertanian/perkebunan Lampung.





Hal itu diungkapkan Gubernur saat menerima audiensi Pelindo II, KSOP, Bea Cukai, dan Balai Karantina Pertanian, di Ruang Kerja Gubernur, Senin (15/7/2019).





“Bersama kita akan bawa Lampung Berjaya. Kita akan perkuat ekspor. Dalam beberapa tahun ke depan saya akan persiapkan bukan hanya pisang, tapi juga alpukat, manggis, durian juga akan disiapkan untuk diekspor," ujar Gubernur Arinal dalam audiensi itu.





Selain produk unggulan Lampung itu, Gubernur juga menargetkan ekspor udang Lampung akan kembali berjaya.





Arinal mengatakan guna mewujudkan hal tersebut, pihaknya akan membangun kekuatan ekonomi masyarakat melalui pertanian dan mempersiapkan infrastruktur pendukung lainnya.





Pelabuhan Panjang, lanjut Gubernur, akan didorong supaya optimal dalam seluruh kegiatannya, baik angkutan laut internasional dan domestik. Hal ini akan mendorong ekspor komoditas jadi lebih efektif dan efisien.





Gubernur juga mendukung rencana pengembangan Pelabuhan Panjang menjadi tujuh area terminal, yakni terminal peti kemas, terminal curah kering, terminal curah cair, terminal multipurpose, terminal ro-ro, terminal ISAB dan terminal TBL, serta mendukung digitalisasi pelabuhan.





"Yang penting tidak bertabrakan dengan aturan, berkepentingan untuk pelabuhan dan yang terutama tidak mengganggu aktivitas masyarakat sekitar,” jelas Gubernur.





Pada kesempatan yang sama, Plt. Kadis Perhubungan Provinsi Lampung Bambang Sumbogo mengatakan pembagian 7 area terminal itu akan membuat berbagai kegiatan lebih efektif.





"Ketika sudah terminalisasi maka semua akan lebih efektif dan pelayanan akan lebih tertib dan efektif. Apalagi nantinya Pelabuhan Panjang menjadi pelabuhan regional Sumatera bagian selatan dan hubport penunjang ekspor," jelas Bambang Sumbogo.





Sementara itu, GM PT Pelindo II Cabang Panjang Drajat Sulistyo mengatakan dari segi geografis, Lampung tidak ada bandingannya dengan pelabuhan lain.





"Kini Pelabuhan Panjang menjadi tempat bersandar kapal barang bermuatan 1.200 sampai 4.000 kontainer dan jadwalnya pasti yakni seminggu dua kali. Itu tidak bisa di pelabuhan lain kecuali di Pelabuhan Panjang di Lampung ini, Pelabuhan Tanjung Priok dan Pelabuhan Tanjung Emas, Semarang, selebihnya di seluruh Indonesia ini belum bisa," ujar Drajat.





Hadir dalam audiensi ini, Kepala KSOP Panjang Andi Hartono, Kakanwil Bea Cukai Sumbasel Yuswariza, Kepala Bea Cukai Panjang Muhammad Hilal Nur Solihin, Kepala Karantina Pertanian Jumadhi, Kepala KKP R. Marjunet dan Kepala Kantor Imigrasi A. Amrizal.





editor: pazri



BlogGua CN, Jakarta - Presiden Joko Widodo meminta jajaran terkait untuk mempersiapkan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2020 yang dapat mengantisipasi dinamika ekonomi global. Meski gejolak ekonomi global ke depan masih harus diwaspadai, ia berharap agar RAPBN tersebut dapat tetap memperkuat daya saing nasional sekaligus meningkatkan pertumbuhan ekonomi negara.





Hal itu disampaikan Presiden saat memimpin rapat terbatas membahas soal pagu indikatif anggaran tahun 2020 di Kantor Presiden, Jakarta, pada Senin, (15/7/19).





"RAPBN 2020 harus dirancang agar mampu beradaptasi dengan suasana global yang dinamis tersebut dan kita jaga agar tetap sehat tetapi juga responsif dan memperkuat daya saing serta meningkatkan pertumbuhan ekonomi kita," ujarnya dalam sesi pengantar rapat terbatas tersebut.





Setidaknya terdapat sejumlah hal yang diingatkan sekaligus menjadi arahan Presiden dalam kesempatan itu. Pertama ialah mengenai prioritas pemanfaatan anggaran dalam RAPBN 2020 yang dimintanya untuk lebih menyasar pada peningkatan kualitas sumber daya manusia dan penyerapannya pada dunia usaha yang juga mampu memberikan stimulus bagi peningkatan ekspor dan investasi.





"RAPBN 2020 terutama kita prioritaskan untuk memperbaiki kualitas sumber daya manusia baik melalui pendidikan, kesehatan, dan pelatihan-pelatihan yang disesuaikan dengan kebutuhan pasar dan kebutuhan industri. Juga memberikan stimulus rangsangan meningkatkan ekspor dan investasi. Ini penting sekali," ucapnya.





Kedua, pemerintah mengalokasikan anggaran sebesar lima persen di bidang kesehatan yang diharapkan Presiden dapat benar-benar meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan di seluruh Tanah Air. Apalagi, program peningkatan kualitas dan kapabilitas sumber daya manusia (SDM) sebagaimana yang disinggung dalam hal pertama memerlukan kondisi fisik SDM yang prima.





"Yang paling penting pemberantasan stunting, kurang gizi, keselamatan ibu hamil saat melahirkan, dan program imunisasi ini betul-betul harus menjadi fokus kita dalam pembangunan sumber daya manusia," tuturnya.





Sementara yang berkaitan dengan program pembangunan infrastruktur yang lebih kurang telah berjalan selama lima tahun belakangan akan difokuskan dan dihubungkan pada sentra-sentra yang bakal memiliki produktivitas tinggi. Hal itu sekaligus menjadi arahan Presiden yang ketiga.





"Yang berkaitan dengan infrastruktur saya minta lebih difokuskan kemudian disambungkan dengan kegiatan dan sentra-sentra produksi baik itu kawasan ekonomi khusus, kawasan-kawasan pariwisata, kawasan industri kecil, kawasan-kawasan produksi persawahan, kawasan produksi pertanian, perkebunan, dan juga perikanan serta sentra-sentra usaha mikro, usaha kecil, dan usaha menengah," kata Presiden.





Lebih jauh, Kepala Negara mengingatkan agar RAPBN 2020 juga harus dirancang untuk dapat mengurangi ketimpangan dengan menjadikan program-program jaminan atau bantuan sosial lebih terarah dan menyasar pada kalangan yang benar-benar membutuhkan.





"RAPBN 2020 harus mampu mengurangi kemiskinan dan saya melihat yang namanya PKH, dana desa, dan nantinya kartu sembako ini betul-betul bisa menyasar pada yang membutuhkan, termasuk juga bantuan modal untuk pengusaha-pengusaha mikro," ujarnya.





Terakhir, terkait dengan penggunaan anggaran di pemerintahan, Presiden menegaskan bahwa segala yang berkaitan dengan hal tersebut harus dapat dijalankan seefisien mungkin serta mendukung upaya reformasi birokrasi baik di tingkat pusat maupun daerah.





"Untuk belanja pegawai, sekali lagi, semuanya harus dikaitkan dengan reformasi birokrasi baik di pusat dan di daerah. Gunakan anggaran seefisien mungkin, kurangi belanja-belanja yang kurang produktif, dan pastikan semuanya tepat sasaran," tandasnya.





editor: pazri



BlogGua CN, Bandar Lampung - Nunik membahas data bersama jajaran Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Lampung untuk memastikan data yang tepat guna penanganan persoalan di Provinsi Lampung.





"Kita membahas dari banyak klaster, kita ingin data ini lebih tepat sasaran," ujar Wagub Nunik ketika berkunjung ke Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Lampung, Senin (15/7/2019).





Nunik menyebutkan hal ini juga sebagai keinginan dari kebijakan Pemerintah Provinsi Lampung agar dapat bersinergi dengan berbagai persoalan yang ada bahkan secara mikro.





"Pak Gubernur Arinal selalu sampaikan data untuk membantu beliau dalam membuat kebijakan, program dan peraturan. Agar benar-benar tepat sasaran sesuai dengan persoalan," katanya.





Nunik menyebutkan kedepan direncanakan bersama BPS Provinsi Lampung akan menggelar Forum Data untuk mensinergikan hal tersebut.





"Nanti kita akan adakan forum data yang kemungkinan akan dilaksanakan pada hari rabu mendatang," ucapnya.





editor: pazri



BlogGua CN, Bandar Lampung - Wakil Gubernur Chusnunia Chalim alias Nunik ajak peserta didik untuk giat literasi dan mencari informasi utuh menghadapi revolusi industri 4.0.





“Karena saat ini perubahan arus informasi yang luar biasa. Dalam mencari literasi diharapkan dapat mencari yang utuh dan penuh, bisa di dapat dari buku atau literasi lainnya. Cukup berbahaya jika mendapatkan informasi yang tidak utuh,” ujar Wagub Nunik saat membuka Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) tingkat SMA/SMK Tahun Pelajaran 2019/2020 di GSG Universitas Lampung, Senin (15/07/2019).





Wagub mengatakan, siswa SMA/SMK adalah putra-putri bangsa yang akan memimpin Indonesia nantinya.





"Saya optimis Provinsi Lampung 10 sampai 20 tahun ke depan akan lebih maju di tangan anakku sekalian," ungkap Wagub.





Nunik menuturkan, saat ini salah satu tantangan yaitu pemakaian gadget dan lainnya. Untuk itu siswa harus bisa memanage waktu dengan baik dan orang tua harus bisa mendampingi terutama untuk akhlak. Tidak menyerahkan semuanya ke pendidik, karena dengan pendidik hanya beberapa jam saja sisanya dengan lingkungan terdekat, seperti keluarga,” katanya.





Wagub Nunik juga mengungkapkan, siswa baru sangat beruntung karena dapat dengan mudah mengenyam bangku pendidikan. Sementara, dirinya dahulu nyaris tidak bisa melanjutkan sekolah ke jenjang SMP karena masih sulit menemui sekolah negeri di tempat tinggalnya. Untuk itu dia harus mendaftar ke sekolah yang jauh dengan menempuh waktu 3 hingga 4 jam perjalanan untuk sampai ke sekolah.





Dalam kesempatan tersebut, Wagub juga mengucapkan terima kasih kepada kepala sekolah, para guru dan tenaga pendidik. "Semoga terus diberikan kesehatan sehingga dapat melahirkan kader-kader terbaik Lampung untuk mewujudkan Generasi cerdas dan bermoral adalah modal utama menuju Lampung Berjaya,” tambahnya.





Sementara, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Lampung Sulpakar dalam laporannya menyampaikan, jumlah kelulusan SMP/MTs sebanyak 133.102 siswa, yang diterima di SMA dan SMK Negeri berjumlah 61.143 siswa. Sehingga diperkirakan 71.959 siswa mendaftar dan masuk di SMA/SMK Swasta atau di MA Negeri/Swasta di Lampung dan luar daerah.





editor: pazri



BlogGua CN, Bandar Lampung - Wakil Gubernur Lampung Chusnunia Chalim (Nunik) minta kepada seluruh OPD dilingkungan Pemerintah Provinsi Lampung untuk menampung aspirasi masyarakat melalui media sosial.





Melalui upaya tersebut diharapkan dapat meningkatkan sistem pelayanan publik yang efektif dan efisien dalam mewujudkan good governance and clean government.





Demikian arahan Wagub Nunik dihadapan seluruh perwakilan tiap-tiap OPD di lingkungan Pemprov Lampung yang diselenggarakan di Ruang Rapat Utama Kantor Gubernur Provinsi Lampung, Senin (15/7/19).





"Hal tersebut dapat kita wujudkan apabila kita dapat memberikan pelayanan publik yang prima. Jadi ketika warga ingin menyampaikan masukan ataupun aspirasi itu harus ada salurannya, dan akan dapat secara langsung diterima dan diproses oleh tiap-tiap OPD terkait," ujar Wagub.





Menurut Nunik, media sosial memiliki banyak fungsi antara lain untuk meningkatkan komunikasi dan informasi yang efektif.





"Selain secara fisik kita memberikan layanan. Media sosial bukan hanya sekedar memberikan informasi, melainkan juga dapat menjadi wadah penerima masukan, aspirasi dan sebagainya dari masyarakat," jelas Nunik.





Lebih lanjut, Nunik menginstruksikan kepada seluruh peserta yang hadir untuk kedepannya membuat SOP pada sistem pelayanan publik yang berisikan salah satunya terkait pengelolaan media sosial tiap-tiap OPD serta penindak lanjutan dari aspirasi ataupun masukan yang masuk.





"Sehingga berjalannya sistem ini jelas, jadi misalkan informasi ataupun aspirasi masuk dapat dikelola dengan kisaran beberapa hari kerja. Kemudian nanti kita pilah per kasus menjadi penanganan jangka pendek, menengah dan lama,"papar Nunik.





Pada bagian akhir dari arahannya, Nunik menghimbau apabila sistem tersebut sudah dapat berjalan baik di Pemerintah Provinsi maka akan dilanjutkan dan dapat diikuti oleh Pemkab/Pemkot di seluruh Provinsi Lampung.





"Akan tetapi kalau masih ada yang kurang maka akan kita perbaiki SOP nya," pungkasnya.





editor: pazri



BlogGua CN, Bandar Lampung - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung bersinergi dengan Perum Bulog Divisi Regional Lampung guna menekan harga beras. Sehingga masyarakat dapat mengkonsumsi beras dengan harga relatif murah.





Hal tersebut disampaikan Wakil Gubernur Lampung, Chusnunia Chalim (Nunik) saat menerima audiensi dari Perum Bulog Divisi Regional Lampung, di Ruang Kerja Wakil Gubernur, Senin (15/7/2019).





"Kita lakukan upaya-upaya agar harga beras ini dapat lebih murah dengan kualitas baik, untuk diterima di masyarakat," ujar Wagub Nunik.





Nunik mengatakan bahwa harus ada langkah serta upaya yang harus dilakukan untuk menghasilkan komitmen bagi kesejahteraan masyarakat.





"Bagaimana beras ini bisa kita lakukan subsidi dengan menghadirkan pasar murah. Nanti program ini akan saya sampaikan kepada pak Gubernur," katanya.





Sementara itu, Kepala Perum Bulog Divisi Regional Lampung, Faisal mengatakan bahwa bersama Pemprov Lampung akan melakukan penghitungan untuk menghadirkan beras murah di tengah-tengah masyarakat.





"Akan disusun rencana agar beras bulog itu bisa diterima oleh masyarakat tetapi dengan harga yang relatif lebih murah. Dari pihak Pemprov Lampung sedang melakukan suatu perhitungan-perhitungan agar beras bulog itu lebih banyak lagi diterima oleh masyarakat dengan harga terjangkau," ujar Faisal.





editor: pazri



BlogGua CN, Bandar Lampung - Gubernur Arinal Djunaidi tekankan kepada seluruh pemilik kendaraan dinas (randis) di lingkungan Pemerintah Provinsi Lampung untuk dapat bertanggungjawab dalam memelihara kendaraan dinas guna kelancaran saat melaksanaan tugas dan fungsinya.





"Kendaraan dinas merupakan sarana penunjang dalam menjalankan tugas dan fungsi kita sebagai birokrat," demikian disampaikan Gubernur Arinal saat Apel Kendaraan Dinas di Lingkungan pemprov Lampung, Lapangan Korpri, Senin (15/7/2019).





Gubernur Arinal menjelaskan bahwa Apel Kendaraan ini bertujuan untuk mengetahui kondisi fisik kendaraan dinas, baik roda empat, roda tiga, bus, dan truck.





"Apel ini juga untuk melihat kecocokan data kendaraan dinas yang ada dari Biro Perlengkapan dengan dinas penerima kendaraan, memeriksa kecocokan kendaraan seperti kesamaan nomor plat dengan STNK, serta kerajinan dalam pemeliharaan kendaraan seperti pergantian oli, dan kebersihan kendaraan," jelasnya.





Ia menuturkan bahwa kita sebagai aparatur harus memberikan contoh yang baik kepada masyarakat.





"Kita harus bertanggungjawab terhadap kendaraaan kita, jangan sampai ada perlengkapan maupun surat-surat yang tidak sesuai dengan kendaraan kita. Mulai dari sekarang, kita harus bertanggungjawab dan meningkatkan kedisplinan kita dalam memelihara kendaraan kita. Sehingga pada saat pemeriksaan nanti kendaraan menjadi lebih baik," jelas Gubernur Arinal.





Pengelolaan milik daerah ini, lanjut Arinal, harus berdasarkan asas fungsional, kepastian hukum, tranparansi, dan efisiensi serta akuntabilitas kepastian nilai.





"Kita juga harus disiplin dan patuh dalam membayar pajak kendaraan. Jangan sampai kita tidak membayar pajak," tegasnya.





Untuk itu, Gubernur Arinal berharap kendaraan dinas ini dapat digunakan untuk kepentingan dinas dengan mengedepankan tanggungjawab dan kedisiplinan dalam memelihara kendaraan dinas.





Sementara itu, Plt. Kepala Biro Perlengkapan, Meydiandra menjelaskan bahwa pemeriksaan kendaraan ini akan dilaksanakan selama 5 hari yaitu pada tanggal 15-19 juli 2019, dan ditargetkan mencapai 633 unit kendaraan.





"Pemeriksaan kendaraan dinas ini ditargetkan mencapai 633 unit kendaraan," jelasnya.





Terkait pemeliharaan kendaraan, Meydiandra, menuturkan bahwa pihaknya sudah menyurati masing-masing satker untuk rajin melakukan pemeliharaan kendaraan, pembayaran pajak.





"Kami juga akan membentuk tim untuk melakukan perumusan kendaraan sesuai dengan beban kerja masing-masing satker," tutupnya.





Dalam kesempatan itu, Gubernur Arinal melakukan peninjauan kendaraan beberapa OPD, diantaranya Biro Perekonomian, Biro Humas dan Protokol, Biro Hukum, Biro Perlengkapan, Biro Organisasi, Biro Otda, Biro Keuangan, Biro Umum, Brio Kessos, Biro Perekonomian, Biro Perlengkapan, Dinas Perkebunan dan Peternakan, Dinas Kelautan dan Perikanan, Disdukcapil, Dinas Perdagangan, Dinas ESDM, Diskominfo, Inspektorat, Satpol PP, Sekretariat DPRD, Staf Ahli. Serta memeriksa kendaraan bus pegawai Pemprov Lampung.





editor: pazri



BlogGua CN, Ambon - Ditengah melaksanakan kunjungan kerja di Kodam XVI/Ptm, Wakasad Letjen TNI Tatang Sulaiman menerima Deklarasi Generasi Muda dari 1500 Peserta Kemah Bakti Pemuda.





Hal itu dikatakan Pejabat Sementara (Pjs) Kapendam XVI/Ptm, Letkol Kav Cecep T Sutandi dalam keterangannya di Ambon, Maluku, Minggu (14/7/2019).





Dikatakan Letkol Cecep, Kunjungan kerja Wakasad ke wilayah Maluku ini didampingi oleh Pangdam XVI/Tpr Mayjen TNI Marga Taufiq, Waaster Kasad Brigjen TNI Gathut Setyo Utomo S.I.P, Brigjen TNI Oerip Soekotjo dan pejabat lainnya.





"Pada kunjungan kerja ini, Wakasad memberikan pengarahan dihadapan 1500 peserta Kemah Bakti Pemuda dan menerima deklarasi Generasi Muda Maluku," ujar Cecep.





"Yaitu Deklarasi Maluku Cinta Damai dari Pemuda-Pemudi Maluku," imbuh lulusan Akmil 1997 itu.





Pada pengarahannya, Wakasad mengharapkan, generasi muda Maluku harus menjadi generasi yang cerdas dan dapat membanggakan negeri ini yang menjunjung tinggi budaya warisan leluhur.





"Generasi pemuda di Maluku harus menjadi generasi yang cerdas, harus menjunjung tinggi budaya Pela Gendong, Potong di kuku, rasa di daging, Sagu Selempeng dipatah dua," ungkap Wakasad.





Dikatakan Cecep, selain menghadiri acara Kemah Bakti Pemuda, Wakasad Letjen TNI Tatang Sulaiman juga berkesempatan meninjau keramba SUPM Waiheru.





Untuk diketahui, Wakasad Letjen TNI Tatang Sulaiman, pernah bertugas di wilayah Maluku tepatnya di Batalyon 733/Masariku dari tahun 1986 hingga 1994.





Dijadwalkan, imbuh Cecep, Wakasad akan melaksanakan peninjauan ke Rindam XVI/Ptm untuk memberikan pengarahan kepada 452 personel Satgas BKO Kodim persiapan.





Sementara itu, Pangdam XVI/Ptm Mayjen TNI Marga Taufik mengatakan, kegiatan Kemah Bakti Pemuda ini merupakan pembinaan generasi muda dalam rangka bela negara yang dirangkai dengan karya bakti skala besar.





"Kegiatan Kemah Bakti Pemuda ini kita rangkai dengan kegiatan karya bakti skala besar pada tiga wilayah di Kodim 1504/Ambon, Kodim 1503/Tual dan Kodim 1507/Saumlaki," jelas Pangdam.





Kegiatan Kemah Bakti Pemuda tersebut, rencananya akan ditutup oleh Kasdam XVI/Ptm Brigjen TNI Asep Setia Gunawan.





editor: pazri



BlogGua CN, Pontianak - Babinsa Kelurahan Sungai Jawi Dalam Sertu Rabuansyah, Koramil 1207-03/Pontianak Barat, mengajak warga Sungai Jawi Dalam bergotong-royong menanam pohon di sepanjang sungai, bertempat di Kelurahan Sungai jawi Dalam, Kecamatan Pontianak Barat, Kota Pontianak, Minggu (14/7/19).





Kegiatan tersebut diikuti oleh Lurah Sungai Jawi Dalam beserta staf, 15 orang Mahasiswa dari Untan dan masyarakat sekitar berjumlah 60 orang. Dengan menanam 50 batang bibit pohon diantaranya, pohon mahoni, pohon mangga dan pohon trembesi, dengan jarak tanam 7 m antara pohon satu ke pohon lain sepanjang 350 m.





Rabuansyah menuturkan, penghijauan adalah salah satu kegiatan penting yang harus dilaksanakan secara nyata dan berkelanjutan guna menangani krisis lingkungan. Begitu pentingnya sehingga penghijauan juga merupakan program nasional yang dilaksanakan di seluruh Indonesia. Penghijauan dalam arti luas adalah segala daya untuk memulihkan, memelihara dan meningkatkan kondisi lahan agar dapat berproduksi dan berfungsi kembali.





"Penanaman pohon ini punya banyak tujuan, di samping untuk keindahan lingkungan juga dapat mengurangi polusi udara,” paparnya.





Lurah Sungai Jawi Dalam Ibu Ulandari mengucapkan terima kasih kepada Babinsa dalam kegiatan penanaman pohon tersebut.





Ibu Ulandari juga memberi arahan kepada masyarakat betapa pentingnya penanaman pohon tersebut selain untuk paru-paru udara menyerap polusi dan akar pohon itu sendiri untuk menahan air supaya tidak langsung hilang.





Selain itu, Ahmad salah satu mahasiswa Untan mengatakan, melalui kegiatan ini untuk memberikan rasa nyaman dan sejuk kepada para pengguna jalan di sepanjang bantaran Sungai Jawi Dalam.





"Untuk menciptakan rasa nyaman dan suasana sejuk ada baiknya kita bergotong royong sambil menanam pohon," ungkapnya.





editor: pazri



BlogGua CN, Jakarta - Sebagai organisasi relawan pendukung Jokowi, Relawan Teman Jokowi (TJ) juga tak luput mengamati perkembangan yang terjadi pasca penetapan pemenang Pilpres 2019 oleh KPU.





Relawan TJ dalam pertemuan internalnya juga membahas siapa-siapa sosok yang pantas masuk menjadi pembantu dalam kabinet Jokowi- KH Maruf Amin.





“Walau susunan kabinet adalah hak prerogatif Presiden, tapi Teman Jokowi sebagai organisasi relawan pendukung juga ingin sumbang saran dan masukan. Soal diterima atau tidak itu hak Presiden,” kata Andre OPA Sumual, Ketua Umum Relawan Teman Jokowi saat ditemui di acara Visi Indonesis di Sentul Int’l Convention Center.





Menurut Opa, internal Teman Jokowi membicarakan beberapa nama. Tentu dengan berbagai pertimbangan, teristimewa kemampuan dalam mendampingi dan membantu Jokowi mewujudkan Nawacita Plus menuju Indonesia maju.





“Layak tidaknya seseorang menjadi pembantu Presiden tentu bergantung kepada kemampuan berpikir, bertindak, mengambil keputusan, loyalitas serta riwayat perjuangan tentunya,” kata Opa.





Dua nama yang menonjol dalam diskusi internal Teman Jokowi adalah Adian Napitupulu dan Sakti Wahyu Trenggono. Adian Napitupulu adalah tokoh populer karena sepak terjangnya dalam berbagai debat televisi selama massa kampanye. Perjuangan Adian dalam membela kepentingan rakyat sudah teruji mulai dari parlemen jalanan hingga parlemen sesungguhnya di Senayan. Adian adalah salah satu tokoh sentral Reformasi 98.





Sementara Sakti Wahyu Trenggono adalah pengusaha yang sudah mendukung Jokowi sejak 2014. Trenggono adalah contoh pengusaha sukses yang berhasil membangun kerajaan bisnisnya dari nol. Dalam Tim Kampanye Nasional Joko Widido - KH Maruf Amin, Trenggono dipercaya sebagai Bendahara Umum.





“Kesamaan keduanya adalah loyalitas dan keringat mereka tak luntur mendukung Jokowi sejak 2014,” tambah Opa.





Teman Jokowi berharap buah pikir dan tenaga kedua nama itu bisa menjadi bagian dalam kabinet Joko Widodo - KH Ma’ruf Amin untuk mewujudkan Indonesia menuju negara maju.





editor: pazri



BlogGua CN, Palangka Raya - Program Antang Peduli yang dicetuskan oleh Komandan Batalyon Infanteri Raider 631/Antang, Mayor Inf Bayu Yudha terus berjalan membantu mengatasi kesulitan rakyat di sekitar satuan. Kali ini program Antang Peduli menyasar para manula di Kelurahan Tangkiling, Kecamatan Bukit Batu, Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Minggu (14/7/19).





Kegiatan tersebut dipimpin langsung Danyonif R 631/Atg, Mayor Inf Bayu Yudha beserta Letda Inf Syam dan Letda Inf Tirta Eka didampingi 15 orang Prajurit Antang. Dalam kesempatan tersebut mereka memberikan bantuan berupa sembako, alat ibadah (mukena,sarung dan sajadah) serta santunan kepada nenek Wasilah (60) dan nenek Suriaton (65) yang sehari-harinya hidup sebatang kara.





Selain memberikan bantuan para prajurit Antang juga membantu membersihkan halaman perumahan mereka dan ke depan direncanakan Program Antang Peduli akan memperbaiki kamar mandi para manula tersebut.





Danyonif R 631/Atg, Mayor Inf Bayu Yudha mengatakan kegiatan ini merupakan bakti sosial sebagai tanggung jawab dan pencerminan prajurit TNI sebagai upaya mewujudkan kemanunggalan TNI dengan rakyat.





Lanjutnya, momentum ini diharapkan bisa dijadikan sebagai sarana silaturahmi dan menumbuhkembangkan rasa kepedulian sosial terhadap sesama.





"Semoga apa yang kita kerjakan bisa ditindaklanjuti secara berkesinambungan dengan kegiatan bakti sosial dalam even yang berbeda, namun tetap menyentuh kepada kepentingan masyarakat yang membutuhkan," pungkasnya





Sementara itu, nenek Wasilah sangat terharu dengan kepedulian prajurit Yonif R 631/Atg, serta ucapan terima kasih atas bantuan yang telah diberikan. " Semoga Allah SWT memberikan pahala dan membalas atas kebaikanya," ucapnya.





editor: pazri



BlogGua CN, Tanggamus - Merasa sudah mandiri, 11 anggota kelompok Program Keluarga Harapan ( PKH ) Pekon Kalibening dan Sinar Betung Kecamatan Talang Padang, mengundurkan diri secara sukarela ( Graduasi ) dari Anggota Kelompok KPM PKH ( Keluarga Penerima Manfaat Program Keluarga Harapan ) Minggu 14 Juli 2019 di Balai Pekon Kalibening Kec. Talang Padang Kab Tanggamus.





Dalam acara tersebut dihadiri oleh Kepala Pekon Kali Bening Mahmud, Korkab PKH Tanggamus Habibbulah, Supervisor PKH Tanggamus Nella Kurnia Anggrahini, Pendamping PKH se Kecamatan Talang Padang serta 100 Anggota Kelompok KPM PKH dua Pekon tersebut.





Rolli Perdo, S,Pd selaku Pendamping PKH dua pekon tersebut, dalam pidatonya menjelaskan, kesebelas anggota KPM PKH tersebut mengundurkan diri secara sukarela/Graduasi setelah melalui tahapan verifikasi kelayakan.





Kesebelas Anggota KPM PKH tersebut diantaranya,delapan orang warga Pekon Kalibening dari 176 orang dan tiga orang warga Pekon Sinar Betung dari 72 orang Anggota KPM PKH.





"Dalam setiap akhir pertemuan disaat verifikasi, saya selalu menawarkan mau Graduasi atau lanjut, saya tidak pernah menawarkan pencoretan," kata Rolli.





Ditempat yang sama, Supervisor PKH Kabupaten Tanggamus Nella Kurnia Anggrahini, mengapresiasi atas ide dari Rolli Perdo, S,Pd Pendamping PKH Pekon Kalibening dan Pekon Sinar Betung yang menurutnya sangat brilian dalam mengonsep acara Graduasi mandiri ini secara masal dan patut untuk diterapkan kepada Pendamping-pendamping lainnya.





" Ini adalah yang pertama dari Tanggamus, terkait Graduasi secara massal, biasanya kami datangi satu persatu ke anggota KPM PKH tersebut untuk menggraduasi," jelas Nella.





Disinggung graduasi, perwakilan KPM PKH dari dua Pekon tersebut, Helensi, warga Pekon Kali Bening saat di wawancarai menuturkan,
Bahwa kami mengundurkan dari Anggota KPM PKH ( Keluarga Penerima Manfaat Program Keluarga Harapan ) Pekon Kalibening. Karena sudah merasa mandiri, dan sepertinya diluar sana ada yang lebih membutuhkan bantuan ini.





"Kami mengundurkan diri dari KPM PKH. Karena kami sudah merasa mandiri dan diluar sana masih ada yang lebih membutuhkan," tutur Helensi.





Sementara itu Habibbulah selaku Korkab PKH Kab Tanggamus , mengajak seluruh peran serta perangkat pekon untuk sama - sama memutakhirkan data yang ada guna kepentingan bersama dan juga diharapkan pemutahiran data tersebut harus real agar setiap program pemerintah itu tidak lagi dikatakan tidak tepat sasaran.





"Kami para pendamping PKH ini adalah hanya pemakai data yang sudah divalidkan oleh pemerintah pusat, jadi kami tidak punya kewenangan untuk memberhentikan Anggota KPM PKH tersebut untuk menggambil haknya walaupun dia sesungguhnya sudah sangat tidak layak untuk menerimanya, kecuali ada surat Keterangan Sudah Mampu yang diterbitkan dari Pekon setempat atau pengunduran diri secara sukarela (Graduasi) mandiri " pungkasnya. (Tim)



BlogGua CN, Lampung - Pemerintah Provinsi Lampung bersinergi dengan Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan menggelar Pre-Event Festival Krakatau 2019 di Pulau Sebesi Lampung Selatan, Minggu (14/7/19).





Acara tersebut bertema pariwisata lingkungan yang aman dan berkelanjutan dan diberi tajuk "Krakatoa-Sebesi Safe and Sustainable Eco Tourism".





Gubernur Lampung Arinal Djunaidi yang diwakili Staf Ahli Gubernur Bidang Ekonomi dan Pembangunan Theresia Sormin menuturkan, acara itu merupakan wujud kepedulian Pemprov dan Pemkab Lamsel pada kelestarian ekosistem bawah laut dan tepi pantai.





"Melalui “Krakatoa-Sebesi Safe and Sustainable Eco Tourism” hari ini, mari kita bersama-sama melaksanakan aksi berupa, Aksi Bersih-Bersih, Penanaman pohon mangrove, Penanaman terumbu karang, Pembuatan monumen bawah laut dan Pembuatan gapura di Pulau Umang," ujar Theresia dalam sambutannya sekaligus membuka secara resmi acara tersebut.





Theresia berharap "Safe and Sustainable Eco Tourism” ini akan menjadi tema dalam seluruh aktivitas kepariwisataan di Krakatau dan sekitarnya.





"Saya berharap apa yang kita Iakukan hal ini akan menjadi langkah awal pemulihan aktivitas kepariwisataan pasca bencana tsunami Krakatau pada bulan Desember 2018 yang lalu, juga sekaligus menjadi contoh dalam kegiatan yang akan dilaksanakan dalam trip-trip ke Krakatau dan sekitarya, dan utamanya dapat membangkitkan kemball geliat kepariwisataan di Pulau Sebesl khususnya dan Kabupaten Lampung Selatan pada umumnya," jelasnya.





Sebelumnya, saat audiensi tentang paparan persiapan Festival Krakatau tahun 2019, di Ruang Kerja Wakil Gubernur, Rabu (3/7/2019), Wakil Gubernur Lampung Chusnunia Chalim menginginkan perhelatan Festival Krakatau tahun 2019, lebih meriah dan berbeda dari tahun sebelumnya. "Kita perlu insert gelaran-gelaran apa saja yang perlu ditampilkan, agar nuansa tahun ini berbeda dan lebih meriah," ujar Wagub Nunik saat itu.





Acara "Safe and Sustainable Eco Tourism” ini diharapkan memberi nilai lebih pada Festival Krakatau 2019 agar lebih berkualitas.





Pada acara ini, turut hadir Bupati Lampung Selatan yang diwakili oleh Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Pemerintah Kabupaten Selatan Supriyanto. Dia menyampaikan ucapan terimakasih kepada seluruh pihak terkait yang telah bersama-sama untuk menghidupkan kembali pariwisata di Provinsi Lampung yang pada enam bulan sebelumnya tengah rusak akibat erupsi Gunung Krakatau.





"Terimakasih dan selamat datang kepada seluruh rombongan yang hadir dan mari kita bersama-sama menggerakkan kembali pariwisata di Provinsi Lampung yang kita cintai ini," jelasnya.





Seperti diketahui, acara "Krakatoa-Sebesi Safe and Sustainable Eco Tourism" ini juga bekerjasama dengan Alumni Grant Scheme Australia dan sejumlah Mahasiswa Unila yang rangkaian acaranya terdiri dari aksi bersih-bersih pantai, penanaman pohon mangrove, dan penanaman terumbu karang.





editor: pazri



BlogGua CN, Nusa Tenggara Timur - Wujud rasa bangga dan bahagia, ratusan orang warga Dusun Lakuran datang dan menghadiri acara peresmian Mata Air hasil pengerjaan Satgas Pamtas Yonmek 741/GN.





Hal tersebut disampaikan Dansatgas Pamtas Yonif 741/GN, Mayor Inf Hendra Saputra, dalam rilis tertulisnya, di Kabupaten Malaka, Nusa Tenggara Timur (NTT), Minggu (14/7/2019).





Diungkapkan Dansatgas, setelah hampir satu Minggu, personel Pos Ailala bersama warga selesai mengerjakan proses pembuatannya.





"Alhamdulillah, pada Sabtu (13/7/2019), kita resmikan penggunaan kembali mata air ini, karena sebelumnya tidak bisa dipergunakan warga karena tertimbun longsor, "ujarnya.





"Kita perbaiki aliran sumber mata air, karena tiga bulan terakhir ini warga mengalami krisis air bersih untuk mendukung kehidupan sehari-hari warga," jelas Hendra Saputra.





Sebelumnya, tambah Hendra, akibat longsoran aliran air tidak bisa tersalurkan ke bak penampungan. Sehingga warga Desa Alas Utara kesusahan dalam mencari air.





"Sumber mata air tersebut merupakan satu-satunya sumber utama kehidupan warga di sini," ucapnya.





Dijelaskan Hendra, sumber mata air menjadi sesuatu yang sangat penting bagi masyarakat Kobalima Timur, terutama di wilayah Malaka yang curah hujannya rendah.





"Pada musim kemarau seperti saat ini, warga sangat butuh air. Karena salah satu sumber airnya tertimbun longsor, maka kita (Satgas) inisiatif memperbaikinya," sambungnya lagi.





Untuk mengatasi krisis tersebut, lanjut Hendra, personel Pos Ailala dipimpin Danpos (Sertu Yudi Pramono) bersama personel dibantu warga bergerak untuk membersihkan longsoran yang menimbun sumber mata air tersebut.





"Sumber mata air yang tersumbat kita bersihkan dengan cara mengalirkan air menggunakan pipa besar ke dalam
bak penampungan yang telah dibersihkan sebelumnya," terangnya.





Hendra menuturkan, perbaikan ini murni inisiatif anggota yang mengajak masyarakat bekerja sama menghidupkan kembali air dikarenakan melihat masyarakat yang harus mengambil air berjalan kaki dengan jarak yang cukup jauh.





"Padahal dalam sehari- hari pasti masyarakat menggunakan air untuk memasak, mandi, berkebun atau beternak, " terangnya.





"Sekarang masyarakat tidak perlu lagi berjalan jauh karena sumber mata air terdekat sudah dapat dimanfaatkan kembali bahkan dipercantik sehingga terlihat lebih rapih dan indah," pungkasnya.





Turut hadir dalam peresmian ini Camat Kobalima, Wens Leki, Dankipur 3, Kapten Sulaiman Siregar, tokoh adat, dan tokoh masyarakat.





editor: pazri



BlogGua CN, Kalimantan Tengah - Sinergitas TNI-Polri terlihat dengan adanya kegiatan ngopi bareng di warung kopi Suka Rasa Jalan Komyos Sudarso, Kecamatan Putussibau Kota, Kabupaten Kapuas Hulu. Antara personel Kodim 1206/Psb, Yonif RK 644/Wls dan Plores Kapuas Hulu. Minggu (14/7/19).





Dalam kesempatan ngopi bareng tersebut di hadiri, Pasi Intel Kodim 1206/Psb Kapten Arm Mursid SH, Kasat Sabhara Polres KH AKP Slamet Riyadi, Pasi Intel Yonif RK 644/Wls Lettu inf Indra Parajan, dan beberapa orang anggota Unit dari Kodim 1206/Psb dan personel Polres KH serta Provost Yonif RK 644/Wls.





Pasi Intel Kodim 1206/Psb Kapten Arm Mursid SH menuturkan, Kegiatan ini sengaja dilaksanakan selain untuk memberikan pesan kamtibmas di masyarakat, juga untuk menurunkan dan mencegah angka kriminalitas serta untuk menjalin hubungan silaturahmi dan koordinasi yang baik antara TNI-Polri di wilayah Putussibau.





"Kegiatan ini bertujuan untuk menambah keakraban dan meningkatkan komunikasi antara TNI dan Polri khususnya di Putussibau," ujar.





Lanjutnya, sebagaimana diketahui benturan antara anggota TNI dan Polri sering sekali terjadi dan hal tersebut disebabkan oleh hal-hal sepele yang dapat dihindari apabila terjalin komunikasi yang baik.





"Hendaknya kegiatan seperti ini sering dilaksanakan antara sesama anggota TNI dan Polri untuk menjalin komunikasi yang baik. Sehingga kedepannya dapat mengurangi benturan antara TNI dan Polri jika sudah saling mengenal," tandasnya.





editor: pazri



BlogGua CN, Jakarta - Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) Effendi Sianipar mengapresiasi langkah Prabowo Subianto yang akhirnya mau bertemu dengan presiden Joko Widodi (Jokowi)  pasca keputusan KPU yang menetapkan pasangan Joko Widodo (Jokowi)-KH Ma'ruf Amin sebagai pemenang Pilpres tahun 2019.





"Pertemuan antara Jokowi-Prabowo tentu membuat masyarakat di Indonesia senang. Pertemuan keduanya muda-mudahan mendinginkan suasana politik yang selama ini panas selama Pemilu," Effendi Sianipar Minggu (14/7/2019).





Anggota DPR RI dari daerah pemilihan (dapil) Riau I ini berharap, pertemuan Jokowi-Prabowo bisa meredam konflik antar pendukung keduanya terutama arus di bawah. Karena, menurut Effendi, keretakan horisontal dibawah sangat lama mereda.





"Mudah-mudahan pertemuan ini membawa kesejukan bagi kita semua," ucapnya.





Anggota Komisi IV DPR RI ini berharap, pasca pertemuan Jokowi-Prabowo semua lapisan masyrakat bisa bersatu padu untuk membangun bangsa ini. Jadi kata dia, tidak ada lagi kubu-kubuan.





"Semua pihak harus bersatu untuk membangun bangsa Indonesia lebih baik lagi. Gunakan momentum ini sebaik mungkin," pungkas Effendi Sianipar 





Diketahui, Presiden RI terpilih periode 2019-2024 Joko Widodo bertemu dengan Prabowo Subianto Sabtu, 13 Juli 2019 sekitar 10.05 WIB di Stasiun Moda Raya Terpadu (MRT), Lebak Bulus, Jakarta.





Keduanya bertemu dan bersalaman di depan loket Stasiun MRT Lebak Bulus. Senyum terpancar dari wajah keduanya dalam pertemuan hangat tersebut.





Seluruh rakyat Indonesia yang saya cintai, pertemuan saya dengan Bapak Prabowo Subianto pada pagi hari ini adalah pertemuan seorang sahabat, pertemuan seorang kawan, pertemuan seorang saudara," kata Presiden Jokowi dalam keterangannya kepada awak media.





Sementara itu, Prabowo mengatakan pertemuan di atas MRT itu adalah gagasan dari Presiden Jokowi. Menurutnya, ia juga belum pernah naik moda transportasi anyar di Jakarta ini.





"Ini juga gagasan beliau. Beliau tahu bahwa saya belum pernah naik MRT jadi saya terima kasih. Saya naik MRT luar biasa. Kita bangga bahwa Indonesia akhirnya punya MRT yang bisa membantu kepentingan rakyat," ungkapnya.





Dari Stasiun MRT Senayan, keduanya berjalan menuju FX Sudirman yang berjarak sekitar 350 meter. Setibanya di FX Sudirman, keduanya langsung menuju salah satu restoran untuk santap siang bersama.





Duduk semeja, obrolan ringan dan hangat kembali terjadi di antara keduanya. Beberapa hidangan yang disajikan yaitu sate kambing, sate ayam, lontong, pecel madiun, ongol-ongol, hingga es kelapa batok.





Usai santap siang bersama, Prabowo berpamitan untuk pulang terlebih dahulu. Tak lama berselang, Presiden Jokowi pun meninggalkan pusat perbelanjaan tersebut.



BlogGua CN, Kalimantan Barat - Satuan Penugasan Pengamanan Perbatasan Batalyon Infanteri Mekanis 643/Wanara Sakti bersama warga melaksanakan kegiatan Karya Bhakti pembuatan Jembatan dan membuka Jalan Tani di Ds. Semanget, Kec. Entikong, Kab. Sanggau sebanyak 40 orang. Minggu (14/7/19).





Komandan Satgas Pamtas Yonmek 643/Wns, Mayor Inf Agung Prihanto mengatakan, kondisi jalan yang kecil dan tidak ada jembatan sehingga hanya bisa dilalui dengan berjalan kaki. Jalan tersebut digunakan masyarakat Dusun Panga untuk pergi ke ladang dan kebun juga, membawa hasil panen.





Lanjutnya, semangat dan antusias anggota Satgas bersama warga sangat luar biasa, keduanya saling bekerjasama, bahu membahu dan gotong royong menuntaskan pembuatan jembatan dan jalan tani. Kendati hanya terbuat dari kayu, jembatan tersebut sangat membantu warga dalam beraktifitas sehari-hari.





Kegiatan ini merupakan inisiatif Danpos Panga, Sertu Dedek Sumardi untuk membantu meringankan beban masyarakat agar lebih mudah membawa hasil panen. Karena ladang dan kebun merupakan sumber utama hasil ekonomi masyarakat setempat.





Selain itu juga, bertujuan untuk menjaga budaya gotong-royong serta menjadi sarana komunikasi sosial dua arah yang apik antara TNI dengan masyarakat Dusun Panga dan makin cinta terhadap NKRI," pungkasnya





Sementara itu, Kosmas Ajung tokoh masyarakat Dusun Panga mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada Satgas Pamtas Yonmek 643/Wns yang sangat antusias dalam pembuatan jembatan dan membuka jalan tani, sehingga memudahkan warga beraktifitas ke ladang dan kebun.





editor: pazri



BlogGua CN, Kalimantan Barat - Komandan Resimen Induk Daerah Militer (Danrindam XII/Tanjungpura, Kolonel Inf Martin Susilo M. Turnip, secara resmi menutup Pendidikan Kejuruan Tamtama Infanteri (Dikjurtaif) Abituren Dikmata TNI AD Gelombang II TA 2018 (OV) di Lapangan Upacara Mako Rindam XII/Tpr, Sabtu (13/7/19).





Sebanyak 201 Prajurit dinyatakan berhasil menyelesaikan pendidikan kejuruan infanteri yang dilaksanakan di Rindam XII/Tpr.





Komandan Pusat Kesenjataan Infanteri (Pussenif) Kodiklatad, Mayor Jenderal TNI Teguh Pudjo Rumekso melalui amanatnya yang dibacakan Danrindam XII/Tpr, Kolonel Inf Martin Susilo M. Turnip, S.H., mengucapkan selamat kepada para Prajurit atas keberhasilan menyelesaikan pendidikan.





Komandan Pussenif berharap keberhasilan yang telah dicapai ini agar dijadikan motivasi untuk meningkatkan semangat serta tekad pengabdian dalam melaksanakan tugas.





Selanjutnya, para mantan Prajurit Siswa ini akan ditempatkan di satuan-satuan jajaran TNI AD sesuai Surat Perintah dari Komando Atas. Sebagian dari mereka akan melaksanakan pendidikan lagi untuk menjadi Prajurit Komando Pasukan Khusus (Kopassus) dan Prajurit Komando Strategi Angkata Darat (Kostrad). Juga sebagai Prajurit Infanteri di Batalyon Infanteri jajaran Kodam XII/Tpr.





"Berikan yang terbaik untuk bangsa dan negara ini, laksanakan dinas dengan baik di satuan kalian masing-masing. Prajurit Korps Infanteri adalah prajurit yang siap menjaga Kedaulatan NKRI", ujar Danrindam XII/Tpr, Kolonel Inf Martin Susilo M. Turnip, S.H., mengakhiri.





editor: pazri



BlogGua CN, Papua - Perselisihan antara dua keluarga berhasil ditengahi secara damai melalui mediasi persuasif yang dilakukan personel Satgas Pamtas Yonif PR 328/Dgh di Kampung Koya Koso.





Hal tersebut disampaikan Dansatgas Pamtas Yonif PR 328/Dgh, Mayor Inf Erwin Iswari dalam keterangannya di perbatasan Skouw, Papua, Sabtu (13/7/2019).





Dikatakan Dansatgas, adanya perselisihan dua keluarga ini dipicu dari bau tidak sedap yang ditimbulkan MCK milik Keluarga Natalia (45).





"Namun setelah diajak bicara dari hati-kehati secara persuasif dan saran yang menjawab persoaln, akhirnya kedua keluarga itupun berdamai ," ujar Erwin.





Lebih lanjut Erwin menyampaikan kronologi kejadiannya itu, setelah ditelusuri, bau tersebut disebabkan kondisi septic tank yang sudah terlalu penuh.





"Sehingga menyebarkan bau sampai ke tetangga sekitar," ujarnya.





Mendapati bau yang menyengat dan sangat mengganggu, lanjut Erwin, keluarga Petrus (53), tetangga sebelah rumah, langsung menyampaikan protes dan memicu adu mulut antar keduanya.





“Untuk menghindari potensi pertikaian yang semakin meluas, kami sebagai bagian dari pasukan penjaga perbatasan merasa perlu untuk segera turun tangan dengan melakukan mediasi,” ujar Erwin.





Dikatakan lebih lanjut oleh Erwin, mediasi ini dipimpin oleh Sertu Adi Hidayat bersama dua personel lainnya.





Dalam proses tersebut, pihak-pihak terkait dihadirkan untuk saling menyampaikan keluhan dan saling mendengarkan penjelasan dari kedua belah pihak.





"Kedua belah pihak diberikan kesempatan menyampaikan keluhan dan keinginannya," jelasnya





“Komunikasi dan sikap persuasif yang ditunjukkan Sertu Adi, menyadarkan kedua keluarga untuk berhenti bertikai dan mau berdamai,” jelas Erwin.





Abraham selaku tokoh masyarakat Kampung Koya Koso yang turut hadir dalam mediasi tersebut pun mengucapkan terima kasih atas bantuan personel Satgas.





“Memang masyarakat sering sekali terpancing emosi, berawal dari cekcok kecil hingga jadi besar. Jadi kami terima kasih kepada Satgas yang sudah bertindak untuk mendamaikan permasalahan antar warga,” pungkasnya.



BlogGua CN, Papua - Wujud kebersamaan dalam membangun toleransi beragama di wilayah perbatasan, bersama warga Arso Timur Satgas Pamtas Yonif 328/DGH menggelar Gerakan Gereja Bersih diantaranya karya bakti pembersihan Gereja Solagrasia di Kampung Pitewi.





Hal tersebut disampaikan Dansatgas Pamtas Yonif PR 328/DGH, Mayor Inf Erwin Iswari, dalam rilis tertulisnya di Keerom, Papua, Sabtu (13/7/2019).





Diungkapkan Dansatgas, kegiatan karya bakti yang dilakukan Pos Pitewi dipimpin Sertu Edi ini sebagai wujud kepedulian Satgas kepada umat beragama, agar nyaman dalam beribadah.





“Kegiatan pembersihan ini merupakan sikap toleransi dalam kehidupan beragama untuk menghadirkan keharmonisan antara warga dengan personel Satgas di Kampung Pitewi,” ucapnya.





Kegiatan ini tambah Erwin Iswari, merupakan inisiatif dari personel Satgas yang melihat lingkungan sekitar Gereja Solagrasia kotor dan sudah tertutup oleh rumput liar.





“Oleh karena itu, agar warga nyaman dan semangat beribadah, Satgas melakukan pembersihan di sekitar lingkungan Gereja Solagrasia,” terangnya.





Erwin Iswari menjelaskan bahwa di Kampung Pitewi, masyarakat yang tinggal tidak hanya warga asli Papua saja, tetapi juga sudah dihuni oleh para pendatang dari daerah lain.





"Di sini berbaur menjadi satu dengan tidak memandang agama yang dianut, sehingga melalui kegiatan karya bakti yang dilakukan Satgas dapat menjadi contoh bahwa apapun agamanya tetap bersaudara dalam bingkak NKRI,” tutur alumni Akmil 2002 ini.





Pada kesempatan yang sama, Ondoafi, Nico Keera (60), mengucapkan terima kasih kepada Satgas atas kebaikan dan kepedulian kepada warga di Kampung Pitewi.





“Wujud toleransi inilah yang kami dambakan. TNI (Satgas) bertugas di sini, selalu berbaur dengan masyarakat dan menjadikan kita semua bersaudara,” pungkasnya.



BlogGua CN, Jakarta - Ketua umum Forum Komunikasi Doa Bangsa (FKDB) H Ayep Zaki mengapresiasi langkah kedua tokoh sentral pada Pilpres 2019 yakni Joko Widodo (Jokowi) dan Prabowo Subianto yang telah melakukan pertemuan di kawasan strategis Senayan siang tadi.





"Pertemuan ini merupakan momentum yang bersejarah bagi perjalanan bangsa Indonesia kedepan untuk lebih baik lagi. Bagi FKDB, pertemuan itu sangat dinantikan demi persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia," kata Zaki dalam siaran persnya Sabtu (13/7/2019)





Menurut Zaki, keutuhan dan persaudaraan ditingkat elit sangat berpengaruh pada suhu politik bangsa terutama ditingkat bawah yang berimplikasi pada pertumbuhan ekonomi yang sedang dibangun saat ini.





"Dengan momen ini mudah-mudahan tidak ada lagi kubu-kubuan. Baik itu 01 maupun 02 yang ada adalah kita mengisi dan mengamalkan serta mengimplementasikan sila ketiga Pancasila yakni; Persatuan Indonesia", terangnya.





Aa Zaki sapaan akrabnya menegaskan komitmen FKDB sebagai bagian elemen bangsa untuk terus menerus berjuang bersama masyarakat guna mendukung kebijakan dan program pemerintah dalam segala sektor terutama ekonomi.





"Dengan pertemuan pak Jokowi dan pak Prabowo ini mudah-mudahan segala tensi dan suhu politik yang sempat memanas selama Pilpres akan reda. Sehingga, masyarakat kembali fokus pada perjuangan dan pembangunan bangsa ke depan," pungkas Ayep Zaki.





Diketahui, Presiden RI terpilih periode 2019-2024 Joko Widodo bertemu dengan Prabowo Subianto Sabtu, 13 Juli 2019 sekitar 10.05 WIB di Stasiun Moda Raya Terpadu (MRT), Lebak Bulus, Jakarta.





Keduanya bertemu dan bersalaman di depan loket Stasiun MRT Lebak Bulus. Senyum terpancar dari wajah keduanya dalam pertemuan hangat tersebut.





Seluruh rakyat Indonesia yang saya cintai, pertemuan saya dengan Bapak Prabowo Subianto pada pagi hari ini adalah pertemuan seorang sahabat, pertemuan seorang kawan, pertemuan seorang saudara," kata Presiden Jokowi dalam keterangannya kepada awak media.





Sementara itu, Prabowo mengatakan pertemuan di atas MRT itu adalah gagasan dari Presiden Jokowi. Menurutnya, ia juga belum pernah naik moda transportasi anyar di Jakarta ini.





"Ini juga gagasan beliau. Beliau tahu bahwa saya belum pernah naik MRT jadi saya terima kasih. Saya naik MRT luar biasa. Kita bangga bahwa Indonesia akhirnya punya MRT yang bisa membantu kepentingan rakyat," ungkapnya.





Dari Stasiun MRT Senayan, keduanya berjalan menuju FX Sudirman yang berjarak sekitar 350 meter. Setibanya di FX Sudirman, keduanya langsung menuju salah satu restoran untuk santap siang bersama.





Duduk semeja, obrolan ringan dan hangat kembali terjadi di antara keduanya. Beberapa hidangan yang disajikan yaitu sate kambing, sate ayam, lontong, pecel madiun, ongol-ongol, hingga es kelapa batok.





Usai santap siang bersama, Prabowo berpamitan untuk pulang terlebih dahulu. Tak lama berselang, Presiden Jokowi pun meninggalkan pusat perbelanjaan tersebut.



BlogGua CN, Lampung - Dalam Rangka memperingati Hari Bhakti Adhyaksa ke-59 dan HUT Ikatan Adhyaksa Dharmakartini ke XIX, Kepala Jaksa Agung (Kejagung) Republik Indonesia memonitoring kegiatan Bhakti Sosial di Kabupaten Tanggamus, Sabtu (13/7/2019).





Bhakti Sosial tahun 2019 yang mengusung tema "Kegiatan Bhakti Sosial Kejaksaan RI menuju Indonesia Sehat." Itu diisi dengan kegiatan Bhakti Sosial Operasi Katarak dan PAP Smear, di dua lokasi, yakni RS Panti Secanti Gisting dan RSUD Batin Mangunang Tangggamus.





Tidak hanya sendiri, kedatangan Kepala Kejaksaan Agung RI H.M Prasetyo juga didampingi Ketua Ikatan Adhyaksa Dharmakartini (IAD) Ros Ellyana Prasetyo beserta Dr.Arminsyah.MH.M.si (Wakil Jaksa Agung RI),Wilza Yunita(Wakil Ketua Ikatan Dharmakarini Rai),Loeke Larasanti.SH. MH (Jaksa Agung Muda Perdata dan Tata Usaha Negara),Bambang Sugeng Rukmono (Sekretaris Jampitsus), Sartono,SH (Kejati Prov.Lampung), Teti Sartono (Ketua IAD Wilayah Lampung), Warih Sardono (Kejati DKI Jakarta),





Kedatangan rombongan yang tiba sekira pukul 10.00 WIB tersebut disambut langsung oleh David Palapa Duarsa SH. MH. (Kajari kab. Tanggamus), Hj,Dewi Handajani.SE.MM (Bupati Tanggamus), Hi.A.M Syafii.S.ag (Wakil Bupati Kab,Tanggamus) Letkol Arh.Anang Hasto Utomo.S.IP. M.Han (Dandim 0424/Tanggamus), AKBP Oct. Hesmu Baroto (Kapolres Tanggamus), Heriansah Lubis (Sekdakab Tanggamus), Dr.Andrias (Dr Kejagung RI), Dr.Welli Stefanus (Kepala Rumah Sakit Panti Secanti), Kejari dan Rombongan Se-Prov Lampung, serta Kepala OPD se-kabupaten Tanggamus dan Camat Se-Tanggamus.





Dalam laporanya, Kejati Lampung Sartono SH menyampaikan melalui kegiatan Bhakti Sosial yakni operasi katarak gratis tersebut merupakan wujud kehadiran Adhyaksa di tengah-tengah masyarakat di luar dari kesibukan sehari-hari sebagai penegak hukum.





"Pelaksanaan kegiatan bakti sosial ini merupakan ide yang dirintis langsung pada masa kepemimpinan Jaksa Agung beserta ibu ketua umum Adhyaksa dharmakartini. Dan selanjutnya jajaran kejaksaan tinggi seluruh Indonesia telah mengimplementasikannya wilayah hukumnya masing-masing," kata Kajati.





Kajati mengungkapkan, oprasi Katarak dan pemeriksaan PAP Smear akan dilaksanakan selama 2 hari yaitu pada hari Sabtu dan Minggu tanggal 13 dan 14 Juli 2019.





"Adapun tempat pelaksanaanya, operasi Katarak bertempat di Rumah Sakit Panti Secanti Gisting dengan jumlah pasien sebanyak 320 dan kita komitmen tidak membatasi apapun. Sedangkan pemeriksaan PAP Smear dilakukan terhadap 50 orang pasien yang dilaksanakan di Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Tanggamus," ungkapnya.





Pada pelaksanaannya, lanjut Kejarti, operasi Katarak melibatkan dokter-dokter dari Jakarta dan tenaga paramedis sebanyak 11 orang sedangkan untuk pelaksanaan pemeriksaan PAP Smear melibatkan 5 orang dokter dan 5 orang perawat. Dengan seluruh kebutuhan pasien dan keluarga ditanggung oleh panitia.





"Selanjutnya pasien akan terus didampingi langsung oleh pegawai Kejaksaan dan Tenaga Medis dari tempat asal pasien. Selain itu pasien dan keluarga juga diberikan konsumsi dan administrasi serta akomodasi dan pelayanan gratis dalam rangka perawatan dan penyembuhan katarak nya," terangnya.





Sementara itu, Jaksa Agung RI AM Prasetyo dalam sambutannya mengatakan, acara bakti sosial khususnya operasi Katarak mungkin sudah mencapai lebih dari 18.000 orang yang telah ikut kegiatan ini. Mengingat kegiatan tersebut bukan kali pertama diselenggarakan oleh Jaksa Agung dan jajaran di seluruh tanah air.





"Saya sampaikan bahwa pemerintah kita memiliki peran yang sangat besar dalam kesehatan bagi segenap warga negara hendaknya, pemerintah sejak sekian lama telah mencanangkan program kesehatan nasional melalui BPJS kesehatan, kita semua juga mendukung program itu agar lebih berhasil lagi, supaya program-program pemerintah ini bisa berjalan lebih efektif dan hasilnya lebih maksimal. Karenanya melalui kerjasama antara kejaksaan didukung penuh dengan jajaran dan temen-temen para Jaksa dan dokter yang selama ini demikian setia dan dengan penuh ketulusan selalu bersama-sama kami untuk menyelenggarakan acara seperti ini," ungkapnya.





Kejagung mengungkapkan apresiasi dan rasa terimakasihnya kepada semua pihak yang telah mensukseskan acara tersebut.





"Kami juga pernah menyelenggarakan kegiatan yang sama di beberapa daerah seperti di Bengkulu Selatan dan Sumatera Utara bahkan hampir semua Provinsi di seluruh Indonesia, dan ternyata masih banyak sekali yang perlu kita berikan bantuan. Kita menyelenggarakan acara seperti ini merupakan langkah-langkah untuk bagaimana kita ikut membantu memecahkan masalah sosial bagi para penderita gangguan mata atau penglihatan, tes IVA pemeriksaan dini kanker serviks, PAP Smear untuk mencegah kemungkinan terjadinya penyakit yang banyak diderita oleh kaum perempuan yang kalau dibiarkan sangat membahayakan," ujarnya.





Kejagung mangaku, tujuan dilaksanakan kegiatan tersebut adalah untuk mendekatkan diri kepada masyarakat, untuk sedikit merubah stigma dan anggapan bahwa kejaksaan yang selama ini hanya menangkap orang menahan dan menghukum orang saja tetapi juga bisa melakukan sisi-sisi kegiatan lain yang bermanfaat bagi sesama.





"Semoga atas apa yang kami lakukan bisa diterima dengan baik oleh masyarakat dan tentunya akan mendekatkan hubungan masyarakat dengan kejaksaan. Saya ingin sampaikan bahwa di tengah keberagaman kita ini lah kalau kita keluar dan kita kemas dengan baik akan menjadi sebuah kekuatan yang besar untuk membangun bangsa kita ini," akunya.





Lebih lanjut Kejagung mengungkapkan, patut disyukuri dengan memiliki keberagaman kita bisa menyatukan diri kita untuk kepentingan masyarakat Bangsa dan Negara. Harapannya apa yang telah dilakukan akan memberikan manfaat tambahan, setidaknya akan mengurangi dan ikut membantu menyelesaikan masalah sosial di tengah masyarakat.





"Kegiatan ini merupakan kewajiban moral kami untuk berbuat disini meski pun mestinya bisa lakukan lebih awal dan nanti kalau masih ada pasien lain yang memerlukan penanganan yang sama kami tentunya akan bersedia untuk datang lagi," tutupnya. (Rls).


Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget