Jajaran Polres Tanggamus Menggelar Tabliq Akbar

Bloggua CN, Tanggamus – Polres Tanggamus menggelar Tablig Akbar yang dihadiri sekitar 1200 orang jamaah. Tablig akbar diselenggarakan di Lapangan Mapolres setempat. Jumat 27 Juli 2018.


Tabliq akbar mengusung tema “Dalam Rangka Menciptakan Kamtibmas Yang Kondusif tanpa isu SARA dan Anti Hoax Demi Keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia” denga penceramah Ust. Aidi Afrian, dari Bandar Lampung. Hadir dalam kesempatan itu, dua Ustad kondang asal Kabupaten Tanggamus, Ust. Ali Fahmi selaku Ketua MUI Pulau Panggung dan KH. Wahid Zamas selaku Tokoh Agama Kecamatan Talang Padang.


Hadir pula dalam acara tersebut Forkopimda Tanggamus dan Pringsewu
Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Tanggamus dan Pringsewu, FKPPI Tanggamus dan Pringsewu, Tokoh Masyarakat, Tokoh Agama, Tokoh Pemuda, Santriwan dan Santriwati Ponpes di Kabupaten Tanggamus dan Pringsewu, serta tim Asistensi Satgas Nusantara Polda Lampung, Bhabinkamtibmas, Anggota Polres dan Jajaran serta pengurus dan ranting Bhayangkari Tanggamus.


Kapolres Tanggamus AKBP I Made Rasma, manyampaikan, pada kesempatan ini, mengajak semua pihak dan masyarakat untuk lebih mendekatkan diri dan meningkatkan keimanan serta ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa.


Dalam moment ini juga diharapkan, dapat menjadi media Silaturahmi antar berbagai komponen, instansi pemerintah, masyarakat dan pengurus partai politik. Sehingga mampu memperkokoh kesatuan dan persatuan bangsa, pasca hiruk pikuk gelaran Pilkada Serentak Tahun 2018. Dan Kedepan menghadapi gelaran Pileg dan Pilpres Tahun 2019, Kapolres berharap tidak ada Kampanye hitam yang dapat merugikan para konstentan.


“Peserta Pileg dan Pilpres dapat bersikap santun serta menghindari Kampanye Hitam, Politik Adu Domba dan sebagainya. Kami harap juga Netralitas dari ASN dalam menunjang Pemilu yang aman dan kondusif,” harapnya.


Kapolres mengajak seluruh masyarakat untuk memaknai nilai-nilai luhur Pancasila sebagai satu-satunya Ideologi dan Dasar Negara Republik Indonesia.


“Mari kita bersama-sama memproteksi diri sendiri maupun generasi muda dari ancaman-ancaman penyebaran paham atau ideologi lain selain Pancasila. Dan kita junjung tinggi semboyan negara kita Bhineka Tunggal Ikka dengan bersikap toleran kepada berbeda suku, agama, ras dan golongan sehingga tercipta suatu semboyan persatuan dan kesatuan bangsa sesuai cita-cita pendiri negara RI, sehingga kita menjadi kesatuan yang utuh dalam bingkai negara kesatuan RI,”Pungkasnya. (ls/red)