Mega Asli: Aspal Dingin Tidak Cocok, Itu Retensi Proyek Tambal Jalan Tahun 2017

BlogGua CN, Lampung Utara – Meski menggunakan aspal dingin untuk pekerjaan proyek tambal jalan di ruas jalan Raya Prokimal, tetap tidak cocok. Solusinya, menggunakan sistem rigid atau jalan harus dicor.


Pernyataan itu diungkapkan oleh Kepala UPTD Pengelolaan Jalan dan Jembatan Dinas PUPR Provinsi Lampung wilayah Utara, Mega Asli, Senin (28/05/2018) saat ditemui BlogGua CN di ruang kerja kantor UPTD setempat.


“Tidak ada solusi lain, masih tetap hancur. Karena di sana itu, disamping jalanya memang tidak bagus, tidak labil. Kapasitas mobil bermuatan berat terlalu banyak, dan dataran tanah di bawah jalan raya terdapat sumber air”, imbuh Mega.


Sebelumnya dijelaskan Mega bahwa pengerjaan tambal jalan di ruas jalan raya Prokimal, Kali Cinta, Kotabumi Utara dari arah POM AKR hingga Puskesmas, Jum’at (25/05) kemarin lusa merupakan pekerjaan retensi proyek tambal jalan ditahun 2017. ”Pekerjaannya sampai hari ini belum selesai,”terang Mega, usai menelpon PPTK proyek retensi tambal jalan tersebut.




[caption id="attachment_7014" align="alignnone" width="678"] Salah satu titik lubang di ruas jalan raya Prokimal, Desa Kali Cinta, Kotabumi Utara, Lampung Utara yang ditambal, Senin (28/05/2018). Foto: fran/BlogGua CN.[/caption]

Sementara, kalau melihat gambar video dan foto yang dihimpun oleh tim OmGua. Dirinya berpendapat bahwa pekerjaan itu masih berupa lapen, dan jika hanya diaspal seperti itu memang rentan rusak kembali.


Lebih lanjut dikatakan Mega, untuk mengatasi kerentanan rusak kembali. Dirinya menilai bahwa kebanyakan perusahaan yang mengerjakan proyek seperti itu di jalan Bumi Ragem Tunas Lampung ini, kerap kali melapisinya menggunakan aspal hotmix jenis ACWC atau HRS di atas permukaan aspal yang cukup halus.


“Nanti itu harus dihotmix lagi. Karena kalau perbaikan tidak diselesaikan maka uangnya 10% tidak bisa diambil,” pungkasnya.


Dikabarkan sebelumnya, Proyek Tambal Jalan: Sehari Dikerjakan, Esok Hari Rusak Kembali


.... Dilansir Radar Malang, Rabu (03/01/2018), tambal sulam yang kerap menjadi sebutan proyek tambal jalan. Pemerintah Kota Malang mengerjakan proyek tambal jalan menggunakan aspal dingin. Menurut Kepala Bidang Bina Marga DPUPR Kota Malang Didik Setyanto menyatakan, fokus penambalan dilakukan di sepanjang Jalan Semeru hingga Jalan Tangkuban Perahu. Disinggung mengenai kerap mengelupasnya aspal setiap musim hujan, Didik sudah memprediksinya. Solusinya, Didik menyiapkan aspal coldmix atau aspal dingin.


Jadi, jika dibandingkan dengan tambal sulam dengan Pemkot Malang. Apakah pengerjaan proyek tambal sulam di jalan Raya Prokimal sudah tepat menggunakan aspal panas dan efisienkah dalam menggunakan anggaran?


Penulis: pazri|editor:Adam Arassy

Posting Komentar

Silahkan Meninggalkan Komentarnya

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget