Pertarungan Tim Gase vs Prameswara di Hutan Bonjok Winong

0
102
Saat Prameswara (merasuki raga Yoan) menyiksa Mbah Dangix (terkapar) dan setelah Diki dievakuasi dari sungai. Foto: ss/BlogGua.

BlogGua, Misteri –Tim Gase kembali menelusuri pedalaman hutan guna menyelesaikan Misi merebut kembali Pedang Singkir Petaka dan kali ini penelusuran dilakukan ke dalam hutan Bonjok Winong, Rabu (18/11/2020) malam.

Ditengah perjalanan, tim Gase dihadang oleh anak buah Prameswara yang merasuki tubuh Diki. Pertarungan menggunakan tenaga dalam pun terjadi. Namun naas, raga Diki yang dirasuki makhluk itu dibawa kearah sungai dan menjeburkan raga Diki kedalam sungai tersebut.

Melihat hal tersebut, membuat anggota tim Gase panik. Kemudian Ganang dan Marcel mencari raga Diki dengan menyisiri aliran sungai. Sedangkan Mbah Dangix dan Yoan menyisiri tepi pinggiran sungai. Ketika tim terpisah untuk mencari Diki, tiba-tiba Jin perempuan berparas cantik, Prameswara mengganggu Yoan dan Mbah Dangix.

“Teman mu sudah mati, mereka juga (Ganang dan Marcel),” kata Prameswara kepada Mbah Dangix saat merasuki raga Yoan.

Mendengar hal itu, Mbah Dangix tidak percaya dan yakin mereka baik-baik saja. Kemudian Prameswara menyiksa Mbah Dangix menggunakan kekuatan suara melalui sebuah lantunan lagu berbahasa Jawa, hingga telinga Mbah Dangix merasa kesakitan mendengarnya.

“Saya sangat menghargai usaha kalian, hanya saja, mohon maaf sekali, Prameswara tidak seperti yang kemarin,” kata Prameswara.

Dimana sebelumnya, Prameswara sudah mengingatkan tim Gase. Jikalau tiba di hutan Bonjok Winong, mereka akan berhadapan dengannya. Karena Prameswara lebih menghormati orang tuanya (Kutawa).

“Sudah lama saya tidak menggunakan kekuatan saya, bagaimana menurutmu, baguskah suara saya. Sayang sekali temanmu sudah mati, sayang sekali tidak ada yang membantumu,” ancaman Prameswara kepada Mbah Dangix.

Kemudian Prameswara melanjutkan lantunan lagunya yang membuat Mbah Dangix terus merintih kesakitan, disaat – saat genting itu Eyang Macan Putih (Jin sahabat Gase) datang merasuki tubuh Mbah Dangix untuk membantu dan akhirnya pertarungan antara Prameswara dan Eyang Macan pun berlangsung sengit.

“Mereka cucu-cucu ku,” kata Eyang Macan.

Selanjutnya Eyang Macan menggigit Prameswara hingga keduanya melepaskan diri dari raga manusia. Setelah Yoan dan Mbah Dangix sadar, mereka medengar teriakan Ganang Setioko yang kemudian memberi tahukan bahwa keadaan Diki, Marcel dan dirinya baik-baik saja.

Kemudian mereka bergegas mengevakuasi Diki dari sungai, dan setelah Diki kembali sadar. Tiba-tiba Eyang Macan kembali hadir merasuki tubuh Hendro alias Marcel yang kemudian menyampaikan pesan kepada tim Gase.

“Sudah ketemu semua teman mu Ganang, hati-hati, jaga teman-teman mu, harus saling jaga satu sama lain. Prameswara dan kakaknya masih tetap lolos, ya sudah sekarang pulang saja,” kata Eyang Macan kepada tim Gase.

Lalu eyang Macan menetralisir tubuh Diki agar kembali normal, dan kemudian pamit melepaskan diri dari Raga Marcel diiringi ucapan terimakasih dari tim Gase karena sudah membantu mereka dalam penelusuran malam itu.

“Inilah perjuangan kita kali ini, berangkat berlima dan pulang harus berlima, Salam Sejahtera, Salam Nusantara, dan Salam Om Suwastiastu,” pungkas Tim Gase.

Baca berita sebelumnya: Ratu Prameswara : Pedang Singkir Petaka Ada di Hutan Bonjok Pinong

Gabung Grup Facebook Berita Misteri
Continue…
(pazri)||editor:pzr