Konsep Pembangunan Bagus, Bupati Tuba Masih Tuai Kritikan

0
13

BlogGua, Tulang Bawang – Konsep pembangunan di Kabupaten Tulang Bawang di masa kepemimpinan Bupati Winarti menunjukkan progres yang bagus.

Di mana, konsep tersebut dibuat untuk memperindah dan mempercantik di setiap titik yang berada di kabupaten yang berjuluk
Sai Bumi Nengah Nyappur.

Seperti tugu yang ada di Terminal Menggala adalah salah satu contoh play project yang awalnya merupakan Tugu Garuda dan akan di sulap menjadi icon baru. Kemudian juga Taman Tugu Ikan Jelabat yang berlokasi di Pasar Lama Kota Menggala, juga Tugu Simpang Penawar yang rencananya akan dibuat menjadi icon Kabupaten Tulang Bawang. Serta masih banyak lagi play project yang hanya menjadi wacana saja.

Harry Oktavia selaku Sekretaris LSM Forkorindo sangat mengapresiasi antusias Bupati Winarti untuk kemajuan Kabupaten tersebut. Namun dirinya menyayangkan titik pembangunan yang akan dijadikan icon tersebut selalu menimbulkan polemik di tengah masyarakat.

“Namun ada polemik yang sering saya baca di berita online dan cetak, seperti pembangunan icon Terminal Menggala Tugu Garuda yang dimana sempat heboh klaim dari pihak pemilik lahan dan pembangunannya sempat di stop dan di pagar bambu dan entah gimana itu,” ujar Harry saat diwawancarai, Rabu (29/7/2020).

Lebih lanjut Harry juga mengungkapkan, baru-baru ini juga terjadi perseteruan di pembangunan Tugu Simpang Penawar yang munculnya dari rekanan dan oleh Dinas PU.

“Kan kalau begitu terus sangat terkesan gegabah yang di lakukan pihak Dinas PU, ya cuman itu sudah pilihan bupati,” cetus Harry.

Selain itu Harry menambahkan, keinginan besar bupati merupakan tantangan bagi Dinas PU dikarenakan mercusuar pembangunan fisik kabupaten ada di pihak dinas tersebut. Mengingat masa jabatan bupati terbatas, jika sampai tidak terealisasi di khawatirkan hanya menjadi wacana yang berujung berpendapat terkendala oleh waktu.

“Inilah tantangan bagi Dinas PU untuk mewujudkan harapan Bupati Winarti. Jangan salah langkah terus dan lambat menyelesaikan masalah,arna mercusuar Kabupaten Tulang Bawang,” ungkapnya.

Apalagi, Dinas PU dalam menjalankan pembangunan infrastruktur dinilai sangat tertutup untuk memberikan informasi. Padahal di masyarakat menyisakan polemik yang tak kunjung ada jawaban. Seperti pihaknya pernah memberikan undangan acara untuk berdialog penjelasan terkait pembangunan Tugu Simpang Penawar. Namun, Dinas PU tidak merespon atau memberikan jawaban secara jelas bahkan pihaknya sempat memundurkan acara, tapi faktanya dinas terkait tidak merespon dan tetap tidak hadir.

“Kalau Dinas PU mah sering kalau ada masalah tiba-tiba hilang, kemudian muncul lagi masalah baru, cuma tidak mau untuk klarifikasi. Seperti acara talk show yang kami adakan beberapa waktu lalu untuk mengulas polemik Tugu Simpang Penawar saja mereka tidak merespon,” tambahnya.

Kedepannya, Harry juga berharap kepada Dinas PU agar selalu terbuka dalam setiap info apapun. Sebab dikhawatirkan jika sikap tertutupnya berlarut, akan membuat publik bertanya-tanya.

“Justru itu terkadang membuat banyak kalangan ragu dengan apa yang akan di bangun oleh Bupati Tulang Bawang, sehingga ujungnya tidak sesuai harapan bupati. Sama saja planning bupati hanya di jadikan sekedar wacana. Nah di sini kan yang di rugikan akhirnya nama baik bupati yang terkesan omdo (omong doang) sama aja uji nyali Winarti yang dikira takut menggantikan para pejabat di Dinas PU tersebut,” pungkasnya.

(Yanto)||editor:pzr