Kepala Bappenas Bahas Soal Kebudayaan

0
56

BlogGua, Jakarta – Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa dan rombongan dari Kementerian PPN/Bappenas mengunjungi ke Desa Liang Ndara, sebuah desa yang terletak di Kecamatan Mbeliling Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur. Lawatannya ini masih dalam rangka kunjungan kerja ke Kabupaten Manggarai Barat.

Sesampainya disana, Menteri dan rombongan disambut oleh Tetua Adat desa setempat. Tetua adat mengalungkan kain khas flores berwarna coklat yang dihias benang tenun warna warni dibagian pinggirnya. Idealnya pengalungan ini adalah bentuk penyambutan jika ada tamu yang dihormati datang ke desa setempat.

Tetua adat mempersilahkan Menteri Suharso dan rombongan untuk masuk ke tempat yang dikenal dengan Sanggar Riang Tawa. Sanggar ini telah berdiri sejak tahun 2009 dan memilki komitmen besar untuk pengembangan pariwisata dan budaya Manggarai.

Sanggar ini menyuguhkan banyak variasi wisata budaya Manggarai yang sangat kental dengan pola kehidupan masyarakat sehari-hari seperti tari tradisional (Caci), kerajinan anyaman, aktivitas pertanian seperti pecah kemiri, tumbuk kopi, olah sawah, bajak kerbau dan lain lain. Apa pula wisata alam seperti mengamati burung, tracking Mbeliling, tur kebun dan hutan, tracking Liang kantor bahkan fasilitas menginap (homestay) juga tersedia.

Usai berdialog bersama Tetua Adat setempat kami dihibur oleh beberapa tarian yang mengagumkan antara lain seperti Tari Caci dan permainan tradisional Rangkuk Alu. Tari Caci adalah sebuah tarian khas Manggarai yang ditujukan sebagai perwujudan rasa syukur atas hasil panen sedangkan Rangkuk Alu permainan tradisional dengan cara permainan bergerak diantara bilah-bilah bamboo yang digerakkan dengan cepat.

Desa Liang Ndara menjadi salah satu atraksi yang ditawarkan dalam Cagar Biosfer Komodo di wilayah Kabupaten Manggarai Barat. Menurut Menteri apa yang menjadi adat budaya dari Liang Ndara harus dipertahankan, karena ini menjadi ciri khas suatu daerah.

“Tarian atau budaya lokal bagusnya tetap ada di suatu tempat saja seperti tadi di Liang Ndara dimana tarian dan budayanya tidak ada di tempat lain. Tentunya ini menjadi daya tarik agar wisatawan tetap mau berwisata ke sana” ujar Menteri di hadapan awak media seusai melakukan kunjugan ke Desa Liang Ndara.

Menteri juga menyampaikan jika budaya lokal dapat ditemui dimana-mana, maka potensi wisata daerah asal tarian dan budaya tersebut akan berkurang. Esensinya pun juga akan berbeda.

(Bappenas)||editor:pzr