Terkait BLT Covid19, Warga Tanggamus Kecewa Dengan Bupati

0
111

BlogGua, Tanggamus – Bantuan Sosial Covid – 19 timbulkan banyak keluhan warga penerima. Di Kabupaten Tanggamus hampir merata di setiap Pekon. Kali ini Pekon Dadi Rejo, Kecamatan Wonosobo, warga Pekon setempat menyampaikan keluhannya bahwa selama ada program bantuan sosial Covid-19, tidak pernah menerima atau merasakan bantuan tersebut. Warga berharap Bupati Tanggamus dapat segera turun melihat kebenarannya.

Keluhan warga Pekon Dadi Rejo itu disampaikan kepada pihak LSM LIPAN DPD Tanggamus dan kepada tim media tergabung di Aliansi Jurnalistik Online Indonesia (AJOI) DPC Kabupaten setempat. Rabu, 01 Juli 2020.

Salah satunya LN (Ibu Rumah Tangga) mengungkapkan, 50 % warga masyarakat Pekon Dadi Rejo tidak ada satupun bantuan yang diberikan dari pemerintah, baik bantuan yang lain bahkan bantuan sosial Covid-19 saat ini. Tentunya masyarakat berharap, Bupati Kabupaten Tanggamus agar mendengar keluhan masyarakat.

“Harapan kami selaku masyarakat, Bupati Kabupaten Tanggamus turun langsung melihat situasi pendataan bansos disini. Jangan pas pemilihan masyarakat di panggil – panggil, giliran kayak begini, masyarakat yang memilih enggak dapet apapun, intinya kami kecewa,”ungkapnya.

Menanggapi ini, Ketua LSM LIPAN Musanif Amran menyampaikan, adanya bantuan sosial tentang dampak Covid-19 diduga tidak proyektif pemerintah dalam mendata masyarakat yang benar – benar layak diberikan bantuan.

“Masyarakat sangat kecewa, karena mereka tahu ini adalah program nasional. Sementara itu, ada kalangan menengah keatas (Mampu) mendapatkan bantuan sedangkan kalangan warga miskin atau buruh harian yang tidak menentu pendapatannya tidak dapat apa apa,”ujarnya.

Hasil dari investigasi tim LSM LIPAN, ada data puluhan warga masyarakat tidak menerima bantuan apapun dan dibuktikan dengan pernyataan bahwa tidak di data untuk penerima bantuan.

“Harapan kami, pihak birokrasi terkait dapat turun langsung ke lapangan untuk mengkroscek apa yang sebenarnya dan apa yang menjadi kelulahan masyarakat. Jangan hanya mengandalkan pihak dari aparat Pekon atau Poskesos,”pungkasnya.

Mengenai ini, kata Musanif, Ketua RT masing-masing di Pekon Dadi Rejo, salah satunya RT 03 serta aparatur Pekonnya bahwa semua warga yang terdata melalui KK dan KTP sudah sampai ke Poskesos Pekon setempat, namun sampai saat ini tidak ada kejelasan bantuan yamg dimaksudkan.

Berbalik menurut warga, RT tidak pernah melakukan pendataan warga calon penerima bantuan.

“Patut diduga ada unsur kesengajaan pihak RT dan Pekon demi kepentingan pribadi dan kelompok soal dana bantuan sosial Covid-19 berbentuk BLT- Dana Desa,”pungkas Musanif.

(Roni/AJO Indonesia)||editor:pzr