Tim Gugus Tugas Lampung Analisa Penyebaran Covid 19

0
140

BlogGua, Bandar Lampung – Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 di Provinsi Lampung melakukan analisis pada kasus Covid-19 di Lampung sejak diketahui satu pasien positif hingga Senin (25/5).

Juru Bicara Penanganan Covid-19 Di Provinsi Lampung Reihana menjelaskan berdasarkan hasil analisis Covid-19 di Lampung terkait tren kasus komulatif hingga 25 Mei cenderung meningkat dan masih mengindikasikan kasus baru.

“Dari angka reproduksi efektif, angka kita masih lebih dari 1. Data ini tidak jauh berbeda dengan yg dipublish menteri Bappenas belum lama, bahwa rata-rata di seluruh wilayah provinsi memiliki nilai lebih dari satu kecuali DKI Jakarta, Jawa barat dan Jawa Tengah dibawah 1,” beber Reihana yang juga kadis Kesehatan Provinsi Lampung ini.

Dia menambahkan, karena itu ada upaya yang harus dilakukan terkait angka tersebut. Untuk intervensi yang dilakukan pertama, harus menurunkan penularan dengan early diagnosis dengan melakukan tes rapid dan tracing, dan early intervantion dengan melakukan isolasi dan treatmen pada orang dalam pantauan (ODP) dan orang tanpa gejala (OTG) yang di temui.

“Kedua kita harus lakukan menurunkan kemampuan penularan dengan menjaga imunitas dengan menjaga pola hidup bersih dan sehat (PHBS) dan tetap menggunakan alat pelindung diri (APD) yang digunakan bagi masyarakat dan tenaga medis. Masyarakat masker, cuci tangan pakai masker dan melakukan kegiatan berkaitan PHBS,” tambahnya.

Ketiga dengan menurunkan kontak dengan jaga jarak, physical distancing, karantina mandiri pada ODO dan OTG dan batasi komunitas. “Mari bersama dengan tetap disiplin melakukan physical distancing, pakai masker, tidak mendatangi kerumunan kita tetap dalam lindungan Allah SWT,” lanjutnya.

Sementara perkembangan Covid-19 di Lampung per Selasa (26/5) tidak ada penambahan pasien terkonfirmasi positif. Sehingga angka pasien positif masih 116 orang, dengan Yang masih melakukan isolasi 64 orang, meninggal 8 orang. Namun pasien sembuh bertambah 4orang sehingga total pasien sembuh sebanyak 44 orang.

“Pasien sembuh pertama pasien nomor 48 laki-laki 59 tahun Bandarlampung, pasien nomor 54 laki-laki 16 tahun asal Lamteng, pasien nomor 84 usia 17 tahun laki-laki Waykanan, pasien nomor 69 perempuan 40 tahun Bandarlampung. Kemudian ada penambahan dua pasien dalam pengawasan (PDP) yaitu laki-laki 34 tahun asal Lamtim ada penyakit penyerta TB Paru. PDP yang meninggal lainnya merupakan laki-laki 55 tahun asal Bandarlampung ada penyakit bawaan Diabetes militus, Hipertensi dan jantung coroner,” tandasnya. (aji)