Warga Keluhkan Kandang Peternakan Ayam, Disnakbun Tanggamus Masih Bungkam

0
341
Lokasi Kandang Ternak Ayam yang hanya berbatas tembok dengan Rumah warga dan dikeluhkan masyarakat karena menimbulkan bau tak sedap, datangnya lalat dan penyakit kulit, foto dibidik Rabu (19/07/2017).
Lokasi Kandang Ternak Ayam yang hanya berbatas tembok dengan Rumah warga dan dikeluhkan masyarakat karena menimbulkan bau tak sedap, datangnya lalat dan penyakit kulit, foto dibidik Rabu (19/07/2017).

BlogGua CN, Tanggamus – Pejabat berwenang pada Dinas Peternakan dan Perkebunan (Disnakbun) Tanggamus, yang notabene merupakan pelayan publik, terkesan tertutup terkait keberadaan kandang ayam yang sudah mengganggu warga sekitarnya.

Terbukti, pada Rabu (19/7/2017) pagi sekira pukul 10.00WIB, beberapa insan pers dari berbagai media di Tanggamus, mendatangi kantor Disnakbun setempat, guna menindak lanjuti keluhan warga Pekon Purwodadi, Kecamatan Gisting. Disana (kantor Disnakbun) awak media tidak mendapati pejabat berwenang yang bersedia untuk menjawab konfirmasi terkait rekomendasi perizinan peternakan ayam.

Hal tersebut dikarenakan, para pejabat yang berwenang menjawab konfirmasi awak media sedang tidak berada ditempat. Seperti Kepala Disnakbun Shofwan yang diketahui masih melakukan perjalanan dinas di luar Kabupaten Tanggamus. Kemudian Sekretaris Iyen Mulyani masuk kerja tapi tidak ada diruang kerjanya, sedangkan yang menbidangi terkait perizinan juga sedang dinas luar. Kemudian, awak media mencoba mendapatkan nomor ponsel dari staf staf yang ada namun tidak diberi.

Karena tidak menjumpai pejabat terkait, beberapa awak media berusaha mengambil data serinci mungkin, dengan mengecek lokasi peternakan di Pekon Purwodadi. Dilokasi para jurnalis menemui warga sekitar yang sangat dekat dengan lokasi, bahkan rumahnya hanya berjarak beberapa meter saja dari tembok peternakan.

Menurut Ali warga sekitar peternakan, yang membuat warga tidak tahan lagi dikarenakan bau menyengat dari arah peternakan, kemudian wabah seperti lalat yang kerap kali menyerang rumah warga, bahkan kalau sedang banyaknya lalat sering masuk kedalam makanan dan minuman.

“Lihat dan saksikan sendiri betapa dekatnya jarak peternakan dengan rumah kami, dan lalat lihat sendiri sampai masuk kekopi sampean kan. Itulah mas, masalah ini memuncak karena kami sudah tidak tahan lagi, ini mending biasanya rumah ini tertutup rapat, ga tahan bau dan lalat, bahkan ada warga sekitar yang kena penyakit kulit”. kata Ali, Rabu (19/7/2017).

Begitu juga dikatakan Wahroni, yang tak jauh dari lokasi kandang, niat mereka sudah bulat menolak keberadaan peternakan tersebut dan akan terus menempuh jalan semaksimal mungkin agar niat mereka berhasil. Bahkan dengan meminta kebijaksanaan para wakil rakyat Tanggamus akan dicoba, untuk menindaklanjuti suara aspirasi warga.

“Intinya kami tidak tahan lagi dengan keberadaan peternakan ini, dahulu pernah berjanji akan memelihara sekitar 800 ekor saja, dan setelah berhasil akan pindah, namun sekarang malah ribuan ternak ayamnya”. Tegasnya.

*\editor: PZR, wartawan: Rudi